
You think you know it, but you have no idea. Anda pikir sudah tahu banyak soal fitnes? Jangan-jangan yang Anda tahu hanya mitos saja? Atau justru banyak yang Anda tidak tahu? Cek dulu kebenaran mitos-mitos yang sering Anda dengar selama ini.
Mitos 1: No pain, no gain
Berlatih tidak harus menyakitkan untuk berhasil. Bahkan faktanya jika latihan menyakitkan tubuh, mungkin ada yang salah dengan metode latihan Anda. Rasa sakit dan nyeri pada pemula memang wajar, tetapi jika berkelanjutan maka artinya Anda berlatih terlalu keras. Rasa sakit pada otot yang terjadi lebih dari 48 jam setelah berlatih adalah peradangan dan kerusakan pada jaringan elastis yang mengelilingi serat otot. Beri waktu otot untuk beradaptasi dan jangan berlatih terlalu banyak dalam waktu yang terlalu singkat atau Anda akan lebih beresiko cedera otot. Train smarter not harder!
Mitos 2: Terlalu banyak keringat ketika berlatih artinya tidak sehat
Keluarnya keringat ketika berlatih adalah pertanda bahwa tubuh telah beradaptasi dengan cepat untuk melepaskan panas dari tubuh. Pada saat yang sama, kelenjar keringat meningkatkan jumlah keringat di tubuh. Orang-orang yang aktif memproduksi keringat dalam jumlah yang lebih banyak daripada orang-orang yang pasif dan jarang berolahraga karena mereka yang aktif mempunyai sistem pendingin tubuh alami yang lebih efisien.
Mitos 3: Jika berhenti berlatih, maka otot akan berubah menjadi lemak
Lemak dan otot adalah dua jaringan yang berbeda. Lemak tidak akan bisa berubah menjadi otot dan begitu juga sebaliknya. Faktanya adalah, otot akan menyusut ketika Anda tidak berlatih, sementara Anda terus makan dengan porsi seperti pada saat latihan walaupun Anda sudah tidak berlatih. Hasilnya adalah kalori yang Anda makan lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh, sehingga tubuh akan menyimpannya sebagai lemak.
Mitos 4: Jika sudah berlatih, boleh makan apa saja
Jika Anda ingin menebus pola makan yang amburadul dengan berlatih, maka Anda akan kecewa. Walaupun hal tersebut masih lebih baik daripada makan bebas dan tidak pernah berolahraga, tetapi melakukan olahraga tanpa pengaturan pola makan yang baik berarti Anda tidak akan mendapatkan hasil maksimal dari olahraga atau latihan yang Anda jalankan.
Mitos 5: Jika tidak berlatih keras dan sering, hanya buang-buang waktu
Hal itu tidak benar. Bahkan aktifitas berintensitas sedang seperti misalnya jalan kaki, jogging atau bersepeda beberapa kali dalam seminggu akan memberi Anda manfaat yang sangat besar. Berjalan sekitar 30 menit setiap hari akan sangat menyehatkan jantung Anda.
Mitos 6: Berlatih dapat menyembuhkan segala macam penyakit
Walaupun berlatih dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup Anda, namun tidak berarti berlatih akan menyembuhkan segala penyakit Anda. Malah setiap orang yang akan berlatih disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahlinya untuk meminimalkan resiko cedera. Olahraga fisik secara reguler dapat membantu meningkatkan kesehatan dan mengurangi hingga mencegah resiko berbagai penyakit mulai jantung, diabetes, penyakit sendi dan lain-lain. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?
Mitos 7: Latihan angkat beban akan membuat badan cewek berkembang dan berotot
Banyak wanita menghindari latihan angkat beban dengan alasan tersebut. Padahal kenyatannya, justru latihan angkat beban merupakan cara terbaik dan tercepat untuk membantu proses fat loss dan mengencangkan otot. Jumlah kandungan hormon pria dan wanita juga sangat berbeda. Wanita hanya memiliki sejumlah kecil hormon testosteron sehingga tidak akan mudah berotot seperti kaum pria.
Mitos 8: Semakin banyak berlatih, semakin baik
Terlalu banyak berlatih hanya akan mengakibatkan satu hal pasti, yaitu overtraining. Kondisi overtraining dapat menyebabkan cedera, depresi dan mendatangkan penyakit (tingginya pelepasan radikal bebas). Sebaiknya Anda harus dapat menyeimbangkan antara latihan dan istirahat karena justru pada saat beristirahatlah massa otot Anda akan tumbuh.







24 comments
Asep says:
Aug 10, 2009
Salam..
Langsung aja deh..
Aku coba ikut latihan di gym beberapa bulan yang lalu, memang ada perubahan pada otot di tubuh saya, cuma yang menjadi kendala adalah perkembangan otot Saya di sertai dengan Pecah kulit (strechmark).
mohon solusi untuk menghilangkan strechmark ini, karena semakin besar otot maka semakin banyak pula garis-garis strechmark nya.
makasih.
Hendra Santoso says:
Aug 19, 2009
@asep: maaf sekali untuk stretchmark silahkan dikonsultasikan ke dokter kulit
Christiaan says:
Sep 1, 2009
Permisi mau nanya nih
saya pernah lihat artikel disalah satu website yang mengatakan bahwa tidak baik melatih otot yang berlawanan di saat yang bersamaan, seperti melatih otot trisep dan bisep berbarengan bener gak sih ???
sorry newbie
Erwin Santoso says:
Sep 2, 2009
@christiaan: teknik itu disebut back to back, merupakan salah satu advanced technique dalam fitness untuk memecah kebuntuan / kejenuhan dalam latihan. teknik ini bagus karena saat melatih otot depan, maka otot belakang rest, dari situ secara pompa darah juga lebih optimal, maksudnya adalah otot mendapatkan pasokan oksigen lebih bagus dengan teknik ini.
karena teknik ini untuk memecah kejenuhan maka tidak diset up utk dipake terus2an, hanya sekali waktu aja, terus kembali ke teknik reguler.
don says:
Sep 19, 2009
apakah jika sering lari2 sprit bisa membuat dada menjadi jelek???
Erwin Santoso says:
Sep 20, 2009
@don: lari sprint akan bakar otot, kl otot kemakan, bukan dada aja yang jelek, semuanya bisa drop.
Rifqi says:
Sep 24, 2009
apakah benar ada mitos bila melakukan fitness di usia muda akan menghambat pertumbuhan tulang?
saya masih 17 tahun,, tapi ingin membentuk badan sejak dini
Hendra Santoso says:
Sep 30, 2009
@rifqi: asal tidak terlalu berat tidak masalah, berat beban jangan terlalu extreme
tentangfitness says:
Mar 31, 2010
mas tanya lagi, aku baca artikel yg ini “Mitos 1: No pain, no gain” kalo ada yang bilang apa bila kita habis latihan dan badan kita ngeras sakit smua nya kata nya bararti latihan kita mengena dan apabila tidak merasakan sakit uthowo orang jawa bilang njarem itu latihan kita ga’ mengena.. bener ga’ sih itu smua?
Erwin Santoso says:
Apr 3, 2010
@tentangfitness: sesuai dengan judulnya, itu mitos, jadi ‘njarem’ itu tidak perlu terjadi tiap kali kita latihan, kita bisa stimulasi otot kita tanpa menyakitinya, yang penting gerakannya betul dulu, yang terjadi saat kita latihan itu emang merusak otot kita, kmudian kita rest dan take meal n suplemen utk recover sehingga bisa berkembang lebih kuat n besar. Kl tiap latihan kita kena sakit terus, itu perlu cek apa yang terjadi pada proses latihannya.
Ahmad says:
Jun 12, 2010
mas sebenere kalo ketika mengangkat beban sambil tutup mata boleh tidak se, karna isunya dapat menyebapkan kbutaan, apa hal itu benar..?
Erwin Santoso says:
Jun 12, 2010
@ahmad: kl menyebabkan kebutaan tidak, hanya saja kl tutup mata kan ga bisa melihat apakah gerakannya benar atau salah, makanya disarankan buka mata. jadi emang sebaiknya buka mata saat latihan beban ya.
Sonderan says:
Jun 27, 2010
apakah benar ada mitos bila melakukan fitness di usia muda akan menghambat pertumbuhan tulang?
saya masih 15 tahun,, tapi ingin membentuk badan sejak dini
Erwin Santoso says:
Jul 3, 2010
@sonderan: apabila usia anda masih 15thn, silakan latihan beban dengan intensitas medium ( 15-20reps), apabila terlalu berat, tubuh akan mengeluarkan hormon tertentu yang akan ‘memberitahu’ tulang agar lebih cepat mengeras sehingga pertumbuhan bisa lebih pelan.
dedi says:
Oct 9, 2010
langsung aja ada mitos mengatakan kalau putih telur itu dapat merusak mata?
sebaik nya mengkonsumsi putih telor itu sebelum atau sesudah latihan gym?
mohon tanggapan nya bro!
Erwin Santoso says:
Oct 11, 2010
@dedi: itu kl belum dimasak mateng jd masih banyak bakteri yang tertinggal, kl dah mateng sih gpp kok :)
robby says:
Oct 27, 2010
saya sudah 2 bulan menjalani kegiatan fitnes,umur saya 17 thn,setiap saya sehabis latihan angkat beban,bagian punggung saya selalu pegal,apa itu pertanda bahwa pertumbuhan saya terhambat?karna menurut mitos yg ada kalau kita angkat beban ntr pertumbuhan bakal terhambat?mohon pencerahanya ya terimakasih
Erwin Santoso says:
Nov 2, 2010
@robby: ehmm.. yg terjadi bisa 2 hal, bisa punggung anda pegal biasa / njarem, atau abis otot punggung anda ketarik / kecetit. nah ini perlu tau yang mana. kl fitness di usia pertumbuhan, emang saran saya ga perlu berat2, karena kl lat intensitas tinggi (berat) di usia pertumbuhan menyebabkan tulang lbh cepet dewasa dan mengeras sehingga yes emang tinggi anda terhambat, tp kl anda dah puas ama tinggi anda ya silakan latihan yang berat :)
Febriantovic says:
Dec 13, 2010
mo tny dunk, be2rapa belakangan sering ke t4 fitness. biasanya 3x seminggu kalo ga’ sibuk. umurku 20 tahun. dulu ngangkat beban yang ringan2. tp karena ud sering, skrg ud mulai & bisa angkat beban yang sdkt berat. badan sich udah lumayan. terutama di biseps. daripada tahun kmrn yg kurus kering. setelah fitness langsung jogging. bagus nggak?. thx :)
Erwin Santoso says:
Dec 20, 2010
@febriantovic: setelah fitness jogging bagus banget utk burn the fat. ikuti routin ini aja http://www.duniafitnes.com/training-program/body-shaping/body-shaping.html