Apakah Stres bisa Memicu Penyakit Jantung?

category: Health

Tidak dapat disangkal bahwa stres merupakan masalah krusial di dunia modern sekarang ini, dan bisa muncul dalam kehidupan seseorang dari segala arah. Termasuk dari cara paling sederhana, seperti terjebak dalam kemacetan jalan raya saat sedang terburu-buru pergi ke kantor.

Apakah Stres bisa Memicu Penyakit Jantung Apakah Stres bisa Memicu Penyakit Jantung?

Stres adalah ketegangan emosional dan fisik yang disebabkan oleh tanggapan kita terhadap tekanan dari dunia luar. Secara umum, orang bisa mengalami stres dari faktor eksternal atau internal, yaitu:

  • Stres eksternal, muncul dari kondisi lingkungan yang kurang baik seperti suhu panas dan dingin. Atau stres akibat kondisi lingkungan hidup seperti kondisi kerja yang buruk atau kehidupan yang berantakan.
  • Stres internal, juga bisa berasal dari kondisi fisik seperti infeksi, radang dan penyakit lain. Atau kondisi psikologis seperti rasa khawatir tentang kecelakaan, phobia terhadap sesuatu.

Rutinitas padat membuat waktu seakan semakin singkat. Dalam waktu sekejap kita dituntut sudah mampu mengirim dan membalas email, membuat kopi, membuat snack, menerima telepon, dan lainnya. Situasi ini menyebabkan tekanan mental dan berdampak buruk pada kesehatan, terutama kesehatan jantung Anda.

Stres dan Penyakit Jantung

Stres dan penyakit jantung memiliki hubungan erat di samping banyak faktor lainnya seperti obesitas dan kebiasaan merokok. Hal ini menuntut Anda untuk lebih sering memperhatikan kondisi kesehatan. Sebenarnya para peneliti medis tidak tahu persis bagaimana stres bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Stres mungkin memicu berbagai faktor resiko seperti kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi. Sebagai contoh, saat stres tekanan darah Anda naik, Anda melampiaskannya dengan makan berlebihan, minum alkohol, dan merokok. Hal inilah yang kemudian memicu serangan jantung.

Gejala Stres

Stres bukannya tanpa gejala, berikut ini beberapa gejala yang umumnya dialami orang yang terkena stres:

  • Insomnia
  • Sembelit, diare, sakit perut
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Depresi
  • Mudah marah
  • Nafsu makan tidak teratur
  • Merokok atau minum lebih dari biasanya
  • Mengucilkan diri.

Dampak Stres Pada Tubuh

Stres menyebabkan kelenjar hipotalamus melepaskan hormon adrenalin dan kortisol melalui kelenjar adrenal. Hormon-hormon ini menyebabkan reaksi metabolisme tertentu sehingga tubuh berekasi untuk menghadapi sebuah situasi yang penuh tekanan dan tantangan. Reaksi ini meliputi peningkatan denyut jantung, peningkatan tekanan darah, dan peningkatan produksi glukosa untuk meningkatkan pasokan energi serta menonaktifkan sementara sistem kekebalan tubuh dan sistem pencernaan.

Bentuk Stres Dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut ini adalah beberapa bentuk stres yang sering umum terjadi:

  1. Stres Akibat Kondisi Keuangan
    Kondisi keuangan yang tidak stabil adalah salah satu penyebab stres yang paling umum dan paling sulit disembuhkan. Alasan kondisi ini sulit disembuhkan adalah karena kebanyakan orang hanya fokus pada masalah keuangannya secara terus menerus, tetapi bukan pada bagaimana cara mereka keluar dari masalah. Hindari hutang piutang dan gaya hidup mewah, sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda. Hidup sederhana tetapi bahagia akan lebih menyenangkan daripada hidup mewah tetapi banyak masalah.
  2. Stres Di Kantor
    Stres di kantor dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari gaji yang tidak sepadan dengan tanggung jawab pekerjaan, lingkungan kerja yang tidak kondusif, konflik dengan rekan kerja dan pimpinan, rasa khawatir terkena PHK, dan masih banyak lagi.

    Stres di kantor pada umumnya karena tuntutan kerja yang bukan kepalang banyaknya dengan deadline yang sangat sempit. Selain menguras energi, hal ini juga menguras emosi. Kondisi fisik dan mental Anda akan mengalami penurunan. Ambil cuti jika Anda memang tidak mampu lagi menghadapi rutinitas, hal ini akan membuat Anda melepas penat dan lebih fresh.

  3. Sakit Kepala Akibat Stres
    Sakit kepala akibat stres merupakan hal yang sering dialami orang. Kita sering melihat orang yang memegang kepala, termenung, terkadang memukul kepalanya sendiri sebagai bentuk reaksi terhadap stres. Sakit kepala akibat stres umumnya dimulai dengan munculnya ketegangan di sekitar leher dan bahu yang kemudian menyerang kepala secara keseluruhan, dan puncaknya akan terasa di belakang mata.
  4. Bahaya Stres Berkepanjangan
    Reaksi stres yang berkepanjangan akan menganggu sistem kardiovaskular. Tingkat adrenalin yang tinggi akan menyebabkan tekanan darah dan detak jantung meninggi. Jantung dan pembuluh darah pun bekerja keras untuk bersaing dengan tingkat stres. Inilah faktor utama yang meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

    Sementara itu, peningkatan kadar kortisol yang berkepanjangan mengakibatkan kadar gula darah tinggi yang berakhir dengan diabetes. Perlu diketahui bahwa diabetes juga merupakan salah satu pemicu utama resiko penyakit jantung dan stroke.

Cara Mengurangi Stres

Stres memang menjengkelkan bukan? Sangat penting bagi Anda untuk menemukan metode yang tepat untuk mengurangi atau bahkan mengatasi stress. Cobalah saran-saran berikut ini untuk mengurangi stres Anda:

  • Tidur yang cukup (sekitar 7-8 jam)
  • Hindari kebiasaan yang tidak sehat; merokok, minum alhokol terlalu banyak, dan makan berlebihan
  • Hindari penyebab stres dalam hidup Anda. Mungkin dengan menolak untuk melakukan hal-hal yang tidak dapat Anda lakukan
  • Olahraga, meditasi dan yoga adalah solusi yang menyehatkan untuk mengatasi stres
  • Tanamkan pikiran positif dan dekatkan diri kepada Tuhan YME

Jadi, mulailah berpikir tenang dan singkirkan stres Anda.

BACA JUGA : Jantung Pria Lebih Kuat Hadapi Stres Daripada Wanita