Bagaimana Otak Dan Lidah Anda Bekerja Sama?

category: Health

Indera perasa adalah organ sensorik yang membantu Anda menerima berbagai macam rasa dalam makanan. Indera perasa adalah tekstur kasar di permukaan lidah Anda.

Bagaimana-Otak-Dan-Lidah-Anda-Bekerja-Sama

Setiap indera perasa memiliki grup sel penerima yang berbentuk seperti antena yang disebut microvilli yang berada di tengah-tengah indera perasa.

Microvilli pada indera perasa Anda akan mengirimkan pesan dari zat kimia rasa pada makanan melalui serabut-serabut menuju otak Anda. Otak kemudian akan menentukan apakah makanan tersebut memiliki rasa yang lezat atau sebaliknya.

Beberapa penyakit dan obat-obatan dapat mempengaruhi kemampuan Anda merasakan makanan. Hasilnya bisa sebagian atau total ageusia (istilah medis untuk hilangnya kemampuan merasakan sesuatu rasa). Atau Anda dapat mengalami flavour confusion , artinya rasa-rasa dapat tercampur, asam jadi pahit, manis jadi asin atau sebaliknya.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan lidah merasakan makanan adalah:

  • Bakteri atau infeksi pada lidah dapat menutup indera perasa kita.
  • Luka pada mulut, hidung dan tenggorokan dapat merusak saraf yang mengirimkan sinyal rasa tertentu.
  • Terapi radiasi pada mulut atau tenggorokan yang dapat merusak saraf yang mengirimkan sinyal rasa tertentu.

Empat Rasa Dasar Yang Dikenali Lidah Anda

Secara umum indera perasa dapat mengenali empat rasa dasar, yaitu manis, asam, pahit dan asin. Beberapa orang menambahkan rasa dasar ke lima, yaitu umami, berasal dari bahasa Jepang yang artinya gurih.

Pada awalnya, para peniliti berpikir setiap orang memiliki indera perasa tersendiri untuk rasa tersendiri. Bagaimanapun juga, teori yang berlaku saat ini adalah zat kimia yang terletak pada indera perasa bekerja sama menciptakan suatu corak yang menandai bahwa rasa ini manis, asam, pahit dan asin.

Lidah memiliki 4 sel penerima untuk empat rasa utama, yaitu manis, asam, pahit dan asin, yang telah berhasil diidentifikasikan secara ilmiah. Sedangkan untuk rasa umami, masih dalam tahap penelitian.

Cara Menjaga Kesehatan Lidah Anda

Sebuah riset dari University of Michigan School of Medicine menyatakan bahwa sekitar sepertiga spesies bakteri yang ditemukan di lidah tidak berkembang di bagian mulut lainnya. Dengan kata lain bakteri ini akan menetap di lidah. Kuman yang terjebak di lidah dapat menyebabkan bau mulut dan mempengaruhi indera perasa. Pertumbuhan bakteri yang berlebih pada lidah dapat mengubah warna lidah menjadi kuning, putih atau bahkan hitam dan tampak berbulu.

Anda juga wajib berhati-hati dengan kebiasaan menindik lidah. Para ahli kesehatan gigi dan mulut menyatakan, risiko infeksi akibat tindikan di lidah lebih tinggi ketimbang tato. Ini disebabkan karena pada dasarnya mulut seseorang sudah penuh dengan bakteri, dan bila ditambah dengan perhiasan logam di lidah, akan meningkatkan perkembangan bakteri. Bahkan prosedur menusuk lidah (tindik) sendiri diketahui dapat merusakan saraf dan mengganggu indera perasa.

Biasakan untuk membersihkan lidah setiap kali Anda menyikat gigi. Anda dapat menggunakan pembersih lidah, sebuah alat kecil yang dirancang untuk mengikis lidah. Jika tidak mempunyai alat pembersih khusus, Anda juga bisa menggunakan sikat gigi.

Periksa lidah Anda di cermin dan lihat kondisi disekitarnya. Periksa bagian bawah, atas dan samping. Segera periksakan ke dokter jika Anda menemukan gejala-gejala yang dapat mengganggu kesehatan lidah Anda. (dan)

BACA JUGA : Rajin Berolahraga bisa Perpanjang Usia hingga 7 Tahun!