Mengenal Diabetes Mellitus: Apa yang Dapat Anda Lakukan

category: Health

 Mengenal Diabetes Mellitus: Apa yang Dapat Anda LakukanBeberapa kali cukup ramai ditanyakan mengenai diabetes mellitus (DM) dalam forum milis sportindo, sehingga kami merasa topik ini cukup perlu untuk dibahas dengan fokus terutama dari segi latihan dan diet yang tepat.

Apa itu DM? DM adalah kondisi yang ditimbulkan akibat kadar gula darah yang tinggi baik dalam keadaan kronik (menahun) ataupun akut (mendadak). Kondisi yang dapat ditimbulkan oleh DM dalam kondisi kronik antara lain gagal ginjal, penyakit jantung, stroke, kerusakan mata (katarak atau kerusakan retina), dan lain-lain. Kondisi akut yang dapat muncul yaitu penurunan kesadaran mendadak baik karena gula darah yang sangat tinggi atau sangat rendah.

Gejala khas awal yang harus diwaspadai adalah poliuria (peningkatan frekuensi kencing di malam hari), polidipsi (banyak minum), polifagia(banyak makan) yang ketiga tersebut menjadi 3P, dan penurunan berat badan secara cepat. Gejala lain yang juga dapat timbul yaitu rasa kesemutan, mudah lelah, luka yang sukar sembuh, dll.

Bagaimana memastikan bahwa seseorang terkena DM? Harus diawali dengan adanya gejala 3P dan penurunan berat badan yang diikuti gula darah puasa >126 atau GDS>200. Namun perlu diketahui bahwa DM itu merupakan penyakit yang memiliki derajat berat ringan sangat luas, sehingga untuk menegakkan diagnosis DM, anda harus bertemu dokter keluarga anda.

Bagaimana bila sudah terkena DM? Ada 4 pilar dalam mengendalikan DM :
1. kenalilah apa itu DM, dan apa komplikasi yang dapat muncul.
2. Kedua, perencanaan pola makan.
3. Latihan fisik atau berolahraga.
4. Penggunaan obat (bila perlu).
Dalam artikel ini akan dibahas pilar kedua dan ketiga saja.

Perencanaan pola makan
Komposisi makanan bagi penderita DM jelas tidak dapat disamakan dengan orang normal, kenapa? Karena metabolisme nya berbeda sama sekali. Yang sangat harus diperhatikan pada penderita DM adalah stabilitas gula darah, jadi tidak boleh lewat dan juga tidak boleh kurang (ini sangat penting). Komposisi terbaik untuk DM yang dianjurkan secara medis yaitu karbohidrat 60-70%, protein 10-15%, dan lemak 20-25%. Bagaimana dengan yang ingin membentuk otot? Sebenarnya kami tidak menemukan panduan yang resmi, kami sarankan anda boleh meningkatkan porsi protein tapi jangan menurunkan porsi karbohidrat. Kalori jg merupakan hal penting dalam diet ini. Kalori ditentukan secara individual tergantung berat badan, berat ideal, aktivitas termasuk bila anda olah raga berat. Hal ini harus disesuaikan antara anda dan dokter keluarga anda agar sejalan.

Latihan fisik atau berolahraga
Manfaat latihan fisik bagi DM adalah membantu menurunkan kadar glukosa darah, menurunkan berat badan, mencegah komplikasi seperti penyakit jantung koroner. Prinsip utama latihan fisik pada penderita DM adalah CRIPE (Continuous, Rhytmical, Interval, Progressive, dan Endurance).
- Continuous :  latihan berkesinambungan dan dilakukan terus menerus tanpa henti, misalnya jogging selama 30 menit tanpa henti.
- Rhytmical : latihan yang menggunakan  otot secara berirama seperti berenang atau bersepeda.
- Interval : dilakukan secara selang-seling, misalnya jogging diselingi berjalan kaki.
- Progressive : secara bertahap ditingkatkan dari aktivitas ringan hingga sedang dengan target denyut jantung 75-85% maksimal (220-umur).
- Endurance : dimaksudkan yaitu yang sifatnya meningkatkan ketahanan, seperti misalnya cardio training.

Empat pilar diatas adalah prinsip mutlak karena jelas terbukti dapat mempertahankan kadar gula dan mencegah komplikasi secara maksimal.

Bagaimana dengan fitness? Sebenarnya olahraga yang sifatnya tidak kontinyu seperti tennis, badminton, dan termasuk angkat beban bukan jenis yang disarankan menurut panduan resmi secara medis, namun itu bukan halangan buat Anda yang ingin membentuk otot dengan catatan menjalankan prinsip CRIPE diatas dan weight training adalah sebagai tambahan.

Perlu juga diingat bahwa DM adalah penyakit sistemik (menyerang dari ujung kepala sampai ujung kaki), jadi CRIPE merupakan cara yang dapat dipakai oleh hampir semua penderita DM dan bila ingin tetap berlatih beban, atau olahraga lainnya seperti tennis, maka konsultasikan dulu pada dokter Anda untuk disesuaikan dengan kondisi medis seperti misalnya melihat kondisi jantung.

Prinsipnya adalah bahwa DM tidak dapat disembuhkan tapi dapat dikontrol. Metabolisme penderita DM berbeda dengan orang normal yang mengakibatkan perbedaan pola diet dan pola olahraga. Angkat beban bukan merupakan suatu kontraidikasi tapi harus menyertakan CRIPE sebagai prinsip utama latihan fisik anda.

Semoga dapat bermanfaat.