Terapi, Perawatan, dan Pengobatan Cedera Otot

category: Health

Jangan biarkan cedera otot menghalangi Anda beraktivitas. Berikut adalah beberapa penanganan cedera otot mulai dari terapi, perawatan, dan pengobatan.

Terapi
1. Pemijatan

Pemijatan dapat menyembuhkan kejang otot dan bahkan pembengkakan. Perlu diingat bahwa terdapat berbagai macam teknik pemijatan dan pastikan Anda memilih yang sesuai dengan jenis rasa sakit Anda.

2. Manipulasi Fisik (Chiropractic)
Teknik ini sering dapat membantu menyembuhkan cedera atau kejang otot, dan terkilir. Jika ada tulang tubuh tidak berada dalam posisi yang semestinya, maka manipulasi fisik dapat segera menyembuhkan rasa sakit seketika. Sembuhnya rasa sakit dikarenakan pemindahan tekanan pada sebuah otot atau syaraf dan tulang dikarenakan pensejajaran yang mengurangi tekanan pada bagian tubuh lainnya.

Terapi Perawatan dan Pengobatan Cedera Otot Terapi, Perawatan, dan Pengobatan Cedera Otot

3. Ultrasound
Alat berteknologi gelombang suara yang biasa digunakan untuk echocardiogram atau prenatal ultrasound pada perkembangan bayi. Ya, alat ini juga dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit otot. Ultrasound benar-benar aman dan sangat efektif mengurangi rasa sakit, kejang urat, dan bahkan peradangan otot.

4. Akupunktur
Akupunktur dan beberapa perawatan lain yang menggunakan jarum juga manjur untuk mengatasi cedera otot. Ingat, pastikan jarum atau alat apapun yang akan ditancapkan di kulit benar-benar steril, bersih, dan belum pernah dipergunakan oleh orang lain.

5. Accupressure
Adalah penekanan titik-titik tubuh dengan tangan atau jari baik oleh diri sendiri atau bantuan orang lain. Letakkan jari tangan kiri pada dasar tengkorak kepala, lalu turunkan selebar satu jari, lalu geser ke kiri selebar satu jari juga. Posisikan jari tangan kanan pada posisi yang sama di bagian kanan. Lalu tekan kedua titik tersebut selama 1-3 menit. Titik penghilang stress yang kedua terletak selebar empat jari di bawah tempurung lutut, lalu melebar satu jari ke arah luar tulang kering Anda.

Perawatan
1. Peregangan (Stretching)
Selain bermanfaat untuk menjaga kelenturan otot, peregangan atau stretching juga dapat meredakan rasa sakit. Stretching dapat menghilangkan rasa ngilu atau pegal sehabis olahraga atau bekerja keras serta menjaga otot tetap lentur.

2. Kompres air dingin atau panas
Kompres air dingin mampu mengurangi rasa sakit dan peradangan otot. Baik kompres dingin atau panas sangat efektif pada 48 jam pertama setelah terjadinya cedera atau memar. Namun bagaimanapun juga, respon kemanjurannya berbeda-beda pada setiap jenis rasa sakit dan cedera. Jadi, pilihlah mana yang tepat untuk Anda terapkan.

3. Menarik otot (traction)
Disebut juga sebagai salah satu teknik peregangan yang efektif untuk cedera otot. Traction biasanya diterapkan pada lengan, jari, dan kaki oleh bantuan orang lain. Namun tetap saja lakukan teknik traction yang benar dengan hati-hati untuk menghindari risiko cidera.

4. Stimulasi Listrik
Cara ini efektif terutama jika area sakit tergolong kecil. Salah satu tekniknya adalah TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation) yaitu dengan menempelkan dua atau lebih bantalan elektroda berperekat yang tersambung dengan alat berarus listrik level rendah (tanpa rasa sakit) di sekitar area sakit atau cidera. Namun dianjurkan Anda mencoba stimulasi listrik di klinik pelayanan profesional sebelum memutuskan membeli alatnya untuk digunakan sendiri di rumah.

Pengobatan
Pengobatan berikut ini ditujukan terutama sekali untuk kejang otot atau keseleo. Beberapa jenis obat relaksan cedera otot yang sering digunakan adalah jenis metaxalone (Skelaxin®), cyclobenzaprine (Flexeril®), orphenadrine (Norflex®), carisoprodol (Soma®) dan baclofen (Lioresal®).

Perlu Anda perhatikan efek samping obat relaksan adalah mengantuk. Jadi setelah memakai obat relaksan ini, sebaiknya Anda tidak mengemudi, mengoperasikan mesin, atau aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan mental, sampai Anda mengetahui bagaimana reaksi tubuh terhadap obat relaksan tersebut. Sebaiknya obat relaksan otot dikonsumsi sebelum tidur.

Respon setiap orang juga berbeda-beda terhadap jenis obat relaksan tersebut. Sebaiknya berkonsultasilah dulu dengan dokter atau ahli syaraf untuk menentukan obat relaksan mana yang cocok untuk Anda. (aan)

BACA JUGA : Waspadai 5 Hal Penyebab Cedera Ini!