Mengukur Intelligence Quotient (IQ) : Tidak Sebatas Kecerdasan!

category: News

Seberapakah pentingnya Intelligence Quotient (IQ) dalam kehidupan manusia? Apakah juga dengan mempunyai skor IQ tertinggi dapat memberikan keseimbangan bagi kehidupan sosial manusia? Pertanyaan itu masih terus bergulir untuk didiskusikan oleh para ahli psikologi sampai saat ini.

Mengukur Intelligence Quotient IQ Tidak Sebatas Kecerdasan Mengukur Intelligence Quotient (IQ) :  Tidak Sebatas Kecerdasan!

Bahan diskusi-diskusinya antara lain apakah IQ hanya dijadikan alat ukur kecerdasan seseorang dengan menilai kapasitas otak kiri yang sifatnya verbal seperti berbahasa, berhitung, dan mengolah segala informasi, ataukah IQ diukur tidak sebatas kecerdasan tetapi diseimbangkan oleh otak sebelah kanan yang bersifat non verbal (persepsi, daya imajinasi, interaksi sosial (ruang), lingkungan, dan pengalaman).

Dalam mengukur tes IQ untuk di Indonesia menggunakan dua jenis tes. Tes pertama yang dinamakan dengan The Standford Binet Intelligence Test, dan tes yang kedua disebut dengan tes Wechsler Intelligence Scale For Children (WISC). Penjelasan dua tes IQ sebagai berikut : The Stanfort Binet Intelligence Test digunakan untuk menguji empat bagian yakni verbal reasoning, quantitative reasoning, abstract, visual reasoning, dan short term memory skills (kemahiran ingatan jangka pendek).

Pengukuran tes yang pertama diperuntukkan yang berusia 2-23 tahun. Tes IQ yang kedua, Wechsler Intelligence Scale For Children(WISC), merupakan tes inteligensia untuk usia 6-16 tahun. Metode tes yang dilakukan secara sederhana dengan hanya membutuhkan 65 sampai 80 menit untuk menghasilkan nilai skor IQ.

Menurut pemikiran dari Ann Reitan, PsyD, seorang doktoral psikologi klinik di Universitas Alliant International pada situs brainblogger.com, dikatakan bahwa kecerdasan dan kepercayaan diri saling berinteraksi, dan sebagian besar dari pengalaman pribadi.

Pernyataannya ini dengan menggunakan alat tes ukur WISC, yang menghasilkan bahwa kepercayaan diri akan memungkinkan individu, contohnya seorang anak, dapat bereaksi kompeten dengan tugas intelektual, dan hal ini juga akan menambah nilai IQ. So, pengukuran Inteligent Quotient (IQ) tidak pada nilai skor kecerdasan, tetapi dapat memberikan alat ukur bagi kepribadian untuk menemukan jalan alternatif guna pengembangan diri untuk Anda sendiri atau kepada anak Anda yang lebih baik ke depannya. (nug)

BACA JUGA : 10 Aktivitas Cerdas Menyehatkan