Protein atau Karbohidrat untuk Pre-Kompetisi

category: Nutrition

Banyak atlit kuno selalu mengacu ke cara lama yaitu steak atau telur untuk makanan sebelum kompetisi. Padahal sebenarnya makanan jenis ini, dengan kandungan karbohidrat yang rendah, justru membuat tubuh kita tidak mampu melakukan performa yang optimal.

Ada lima alasan untuk mengubah makanan tinggi protein ini menjadi tinggi karbohidrat, yaitu:

1. Karbohidrat akan memenuhi kebutuhan glikogen otot dan glikogen liver setelah semalam tubuh tidak menerima asupan apapun.

2. Pencernaan karbohidrat dan penyerapannya lebih cepat daripada protein atau lemak. Karena itu karbohidrat menyediakan energy lebih cepat dan mengurangi rasa penuh di perut setelah makan.
3. Makanan tinggi protein meningkatkan ‘resting metabolism’, yaitu metabolisme kita ketika tidak melakukan aktivitas, lebih dari karbohidrat sehingga energy akan dibutuhkan lebih banyak untuk mencerna dan menyerap protein. Kondisi seperti ini bisa mengurangi performa tubuh ketika melakukan latihan di udara panas.
4. Proses penggunaan protein sebagai energy menyebabkan dehidrasi tubuh sewaktu melakukan latihan karena sisa proses perubahan protein menjadi tenaga membutuhkan air untuk dikeluarkan bersama dengan urine.
5. Karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber energy utama pada waktu kita melakukan aktivitas anaerobic dan aerobic dengan intensitas tinggi.

Kesimpulannya, makanan sebelum kompetisi harus memenuhi kebutuhan glikogen otot dan liver dan menyediakan glukosa yang cukup untuk diserap di usus selama kita berlatih. Makanan yang disarankan sebaiknya:
– Terdiri dari 150-300gram karbohidrate (3-5gram per kg berat badan dalam bentuk padat atau cair)
– Makan 3-4 jam sebelum berlatih
– Mengandung sedikit lemak dan fiber untuk membantu pengosongan perut

Keuntungan dari konsumsi pre-kompetisi yang benar ini hanya bisa terjadi kalau atlit telah menjaga dietnya selama ini. Pola makan ini tidak bisa memperbaiki kekurangan nutrisi seminggu sebelum kompetisi kalau sebelumnya tidak dilakukan diet yang benar.