Tidur Nyenyak dengan Melatonin

Tidur merupakan aktivitas menyenangkan yang ternyata memiliki peran penting bagi kesehatan. Itulah sebabnya, kita butuh tidur cukup agar tubuh tetap sehat dan bugar. Tapi, tunggu dulu! Ternyata ada yang lebih penting dibandingkan berapa jam Anda tidur dalam sehari. Tidur nyenyak dan berkualitas.

Tidur nyenyak dan berkualitas tak jarang menjadi sesuatu yang langka di tengah zaman modern yang serba sibuk seperti sekarang ini. Padahal, kurangnya kualitas tidur juga dapat mengganggu kesehatan, seperti memicu sakit kepala, kurang konsentrasi, kelelahan berkepanjangan, mood yang naik turun, depresi, nyeri otot, serta turunnya imunitas atau daya tahan tubuh yang berujung pada timbulnya berbagai macam penyakit.

Penelitian menunjukkan bahwa tidur nyenyak dan berkualitas akan membuat kulit, mata, dan rambut Anda menjadi lebih sehat. Kulit dan rambut butuh waktu berkualitas untuk melakukan perbaikan dan regenerasi sel. Mata juga butuh istirahat setelah seharian terpapar stres akibat angin, sinar matahari, lampu, hingga layar komputer Anda.

Tidur berkulitas juga mengatasi lingkaran hitam pada mata yang timbul akibat kelelahan. Nah, apakah Anda sudah tidur nyenyak dan berkualitas?

Untuk membantu meningkatkan kualitas tidur Anda serta membuat Anda tidur lebih nyenyak, Melatonin diyakini efektif untuk membantu Anda mengatasi gangguan tidur.

Apakah Melatonin itu?
Melatonin adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pineal, sebuah kelenjar kecil yang berada di otak. Melatonin berguna dalam mengendalikan siklus tidur dan bangun seseorang. Melatonin banyak terkandung dalam makanan seperti daging, biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Anda pun bisa mendapatkannya dalam bentuk suplemen.

Bagaimana Melatonin Bekerja Dalam Tubuh?
Tubuh Anda memiliki “jam internal” yang berfungsi mengendalikan siklus tidur dan bangun tiap hari. Jam internal ini pula yang menentukan berapa banyak tubuh Anda memproduksi melatonin. Normalnya, kadar melatonin akan meningkat pada pertengahan hingga larut malam, kemudian akan turun menjelang pagi.

Faktor cahaya juga turut mempengaruhi berapa banyak tubuh Anda memproduksi melatonin. Saat musim dingin, biasanya tubuh akan memproduksi melatonin lebih awal atau lambat daripada hari biasanya. Perubahan ini bisa mengakibatkan SAD (Seasonal Affective Disorder) atau sejenis depresi ringan yang terjadi pada waktu yang sama setiap tahun.