10 Alasan Mengapa Berat Badan Anda Belum Juga Turun

Ketika program diet Anda belum menampakkan hasil, mungkin akan ada pikiran seperti “Apalagi yang harus saya lakukan untuk menurunkan berat badan?”

Mengatur pola makan dan latihan sudah Anda kerjakan namun berat badan belum juga turun?

Ingat, selain latihan dan mengatur pola makan (diet), ada beberapa hal lagi yang perlu Anda perhatikan untuk menurunkan berat badan.

10 hal di bawah ini mungkin adalah penyebab mengapa berat badan Anda belum juga mau turun.

1. Latihan Kardio Terlalu Lama

Sudah umum diketahui bahwa jika ingin membakar lemak harus melakukan latihan kardio seperti jogging, lari, atau berjalan di atas treadmill. Benar memang latihan kardio ampuh untuk membakar lemak. Namun jika latihan kardio terlalu lama, bukan hanya lemak yang akan hilang, melainkan juga otot Anda. Karena itu, coba lakukan variasi latihan kardio.

Misalnya, lakukan latihan kardio dengan teknik High Intensity Interval Training (HIIT). Kardio dengan teknik HIIT akan membakar kalori lebih banyak dalam waktu yang sama, merangsang pembakaran lemak lebih banyak, dan dapat meningkatkan efek metabolik sehingga tubuh Anda tetap membakar lemak setelah latihan (after burn).

>> Afterburn Effect Workout, Bakar Lemak Hingga ke Akarnya <<

2. Cheating Day yang Serba Salah

AlasanCheat

Ketika memasuki program diet, cheating day atau hari bebas makan adalah wajar dilakukan. Cheat day dilakukan agar Anda tidak jenuh dengan program diet yang Anda lakukan.

Namun, jangan sampai cheat day ini membuat Anda merasa bebas memuaskan hasrat dengan mengonsumsi makanan dalam porsi besar. Tentu, jika cheat day Anda tidak terkontrol akan semakin menimbun lemak dalam tubuh.

3. Kekurangan Asupan Protein

Kekurangan asupan protein akan memperlambat proses pembakaran lemak karena tubuh akan membakar kalori lebih banyak dengan mencerna protein ketimbang makronutrisi lainnya. Selain itu, protein juga dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama serta mempertahankan atau menambah massa otot Anda.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition mengatakan bahwa diet tinggi protein dapat meningkatkan komposisi tubuh hingga menurunkan kolesterol jahat. Yang direkomendasikan adalah asupan 1 gram protein per kilogram berat badan Anda ketika program diet.

Baca Juga: Berapa Banyak Protein yang Harus Saya Konsumsi dalam Sehari?

4. Jangan Menghapus Latihan Beban Anda

Alasanlatihan

Lantaran ingin menurunkan berat badan, Anda hanya fokus melakukan latihan kardio dan melupakan latihan beban. Selama defisit kalori, tubuh Anda akan cenderung kehilangan massa otot. Dan cara untuk mencegahnya adalah dengan latihan beban.

Dengan massa otot yang terjaga dan bertambah, maka juga akan meningkatkan metabolisme tubuh Anda, sehingga dapat pula meningkatkan pembakaran kalori.
Ketika Anda sedang berlatih, fokus pada pembangunan kekuatan dan ukuran sel otot untuk mencegah penyusutan otot. Seperti dengan latihan beban dengan menggunakan repetisi rendah (antara 4-8) dengan beban yang lebih berat.

5. Anda Terlalu Stres

Baik stres fisik maupun mental akan menghambat proses diet Anda. Ini karena stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang kemudian mengganggu hormon pertumbuhan seperti testosteron. Meningkatkan hormon kortisol dapat mengurangi pertumbuhan otot, menambah lemak, bahkan hingga dapat melemahkan tulang.

So untuk mencegah stres Anda berkelanjutan, sebaiknya luangkan waktu sejenak untuk bersantai seperti melakukan yoga, peregangan, atau latihan pernapasan. Juga, sediakan waktu bagi tubuh Anda istirahat dan tidak melakukan latihan untuk mencegah overtraining.

Baca Juga: Usir Stres Dengan Pose Yoga Berikut

6. Tidak Mencatat Makanan yang Dikonsumsi

Jika Anda tidak melacak makanan apa yang telah Anda konsumsi juga dapat menjadi alasan kenapa berat badan belum juga turun. Jurnal Food menyebutkan bahwa mengetahui apa yang dimakan akan dapat meningkatkan kesadaran untuk membuat pilihan makanan yang lebih baik dan lebih sehat.

Peneliti dari University of Pittsburgh menemukan bahwa beberapa studi yang fokus pada pemantauan diet menunjukkan jika ada hubungan yang signifikan antara self-monitoring dengan penurunan berat badan.

7. Anti dengan Makanan yang Berlemak

AlasanEat

Karena fokus ingin memangkas timbunan lemak berlebih dalam tubuh, maka Anda selalu menjauhi dan anti terhadap semua makanan yang mengandung lemak. Ingat, lemak adalah salah satu makronutrisi sumber energi selain protein dan karbohidrat. Jadi intinya, lemak masih penting bagi tubuh Anda.

Sebuah penelitian tahun 2007 di Australia menemukan bahwa mengkombinasikan latihan aerobik dengan minyak ikan dapat mengurangi lemak tubuh lebih banyak daripada mereka yang hanya berolahraga saja. Sementara itu, penelitian di Prancis juga menemukan bahwa konsumsi minyak ikan dapat mengurangi lemak tubuh lebih banyak selama tiga minggu.

Pastikan lemak yang Anda konsumsi berasal dari lemak yang baik. Seperti dari minyak zaitun, alpukat, minyak kelapa, dan ikan. Dengan suplementasi chitosan, Anda juga dapat mengonsumsi lemak tanpa khawatir karena fungsi chitosan adalah mengikat lemak yang masuk kemudian membuangnya dari tubuh Anda.

8. Kurang Cukup Air Minum

Dehidrasi atau kekurangan cairan akan dapat menghambat pembakaran lemak. Ini dikarenakan metabolisme tubuh Anda akan melambat karena kekurangan cairan.

Karena itu, cara terbaiknya ada dengan minum air secukupnya agar kebutuhan cairan tubuh tetap terjaga sehingga tubuh berfungsi optimal, bahkan dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori. Sebuah studi dari Jerman tahun 2003 lalu mengatakan bahwa minum setiap minum setengah liter air dapat meningkatkan metabolisme tubuh hingga 30 persen.

AlasanHidrasi

9. Menghindari Karbohidrat

Sama seperti lemak, mungkin Anda juga akan berpikir untuk menghindari makanan yang mengandung karbohidrat ketika program diet. Karbohidrat masih sangat sangat diperlukan oleh tubuh Anda sebagai sumber energi.

Karbohidrat sangat penting bagi sumber energi tubuh ketika latihan. Namun, sebaiknya pilih karbohidrat yang kompleks seperti dari ubi jalar, biji-bijian, buah-buahan, atau quinoa.

>> Selain Protein, Nutrisi Ini Juga Tak Kalah Penting untuk Otot Anda <<

10. Tidak Minum Protein Shake Pasca Latihan

Setelah intens melakukan latihan, maka sangat penting untuk mengonsumsi protein shake. Protein sendiri merupakan makanan utama bagi otot Anda.

So, dengan protein shake dapat membantu meningkatkan massa otot sehingga membantu peningkatan pembakaran kalori tubuh Anda. Selain itu, konsumsi protein shake juga dapat meningkatkan proses pemulihan tubuh Anda setelah latihan.

Latihan rutin, mengatur pola makan yang sehat, serta istirahat yang cukup adalah kunci utama untuk menurunkan berat badan. Dukungan suplementasi akan semakin membuat program diet Anda berjalan dengan optimal. (ctr)

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes