4 Bahaya Diet Yo-Yo bagi Kesehatan

Tidak sedikit di antara Anda yang mungkin pernah sukses menurunkan berat badan tapi naik lagi setelah berhenti diet. Inilah yang disebut dengan diet yoyo.

Diet yoyo biasa terjadi pada orang-orang yang tidak konsisten dalam berdiet atau yang menerapkan diet ektrem untuk hasil tercepat. Para ahli meyakini bahwa berat badan yang turun kemudian naik lagi ke angka yang lebih besar bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan.

Kelly D. Brownell, PhD., ahli gizi dari Yale University menyatakan, efek diet yoyo sangat mungkin terjadi pada orang yang menjalani diet ekstrem. Pelaku diet ekstrem tidak akan mendapatkan asupan gizi yang cukup akibat pola diet yang buruk.

Tubuh bereaksi dengan cara menyimpan kalori. Saat tubuh kekurangan kalori akibat diet yang ekstrem, tubuh akan sering kelaparan dan cenderung untuk makan lebih banyak. michael kors ava kors ankle boots Saat itulah diet yang dilakukan akan berujung pada kegagalan dan berat badan kembali naik.

Nancy Snyderman, MD, penulis buku Diet Myths That Keep Us Fat  juga memberikan pernyataan yang serupa. Ia mengatakan, berat badan yang naik turun tidak karuan bisa membuat seseorang frustasi dan bahkan trauma untuk menjalankan pola makan yang mereka pikir sehat.

Bahkan, Dr. Claire Duvermoy  spesialis jantung dari University of Michigan menyebutkan, berat badan yang tidak terkendali dan tidak stabil dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Risiko ini bisa lebih besar bagi orang-orang yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Berikut ini 4 gangguan kesehatan yang bisa terjadi sebagai dampak dari diet yoyo.

  1. Sering Pusing
    Anda pasti pernah mendengar nasihat jika ingin kurus perbanyak minum. Banyak orang yang pada akhirnya menyimpulkan nasihat tersebut dengan mengganti semua makanan padat dengan makanan cair. nfl-jerseys-at-walmart-aliexpress Dan memang berat badan dapat turun dalam hitungan hari. Namun masalah lain muncul. Kepala pusing saat bangun dari tempat duduk, mata berkunang-kunang dan bahkan jatuh pingsan.Katherine Zeratsky, RD., LD dari Mayo Clinic menyampaikan bahwa mengganti makanan dengan bentuk cair atau liquid food diet, sama sekali bukan cara diet yang sehat. Sebab kandungan makanan cair tidak selengkap makanan padat yang biasa dikonsumsi sehari-hari.
  2. Melemahkan Daya Tahan Tubuh
    Perubahan berat badan yang signifikan juga berdampak pada sistem daya tahan tubuh. Penelitian mengungkap bahwa seseorang yang menjalani diet yoyo dapat mengalami penurunan sistem imun hingga 30 persen akibat kekurangan gizi dalam tubuhnya.
  3. Kelaparan
    Tubuh Anda memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan pola makan. Membatasi jumlah kalori yang dikonsumsi akan menstimulasi otak untuk memperingatkan tubuh agar menghemat penggunaan energi. nfl jerseys all teams alibaba Tubuh akan merespon sinyal ini dengan memperlambat laju metabolisme.Tak hanya itu, tubuh akan merespon hal ini dengan memberi sinyal ke otak untuk mengeluarkan  rasa lapar yang bisa menjadi bumerangdan membuat Anda makan lebih banyak dari sebelumnya. Dan bisa jadi Anda akan lebih gemuk dari sebelum diet.
  4. Membahayakan Organ Hati
    Berdasarkan Journal Physiology of Gastrointestinal and Liver Physiology, seringnya berat badan seseorang mengalami naik dan turun, ternyata juga berpengaruh negatif pada organ hati. Berat badan yang tidak stabil dapat meningkatkan kandungan lemak pada hati. Hal tersebut dapat membawa seseorang kepada risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit-penyakit degeneratif yang berhubungan dengan organ hati.

Oleh karena itu, hindari efek diet yoyo sejak dini dengan mengikuti panduan diet yang benar dan sehat. Diet bukanlah tujuan jangka pendek yang bisa Anda rasakan hasilnya dalam hitungan hari, melainkan proses jangka panjang yang menjadikan tubuh Anda jauh lebih sehat di masa mendatang. (dan)

BACA JUGA : monster beats studio wireless by dre c

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes