diet

6 Alasan Menu Diet Anda Terasa Membosankan

Apakah Anda merasa bosan dengan menu diet yang Anda lakukan dalam usaha memangkas lemak tubuh berlebih?

Atau Anda juga sangat mendetail memeriksa setiap kalori yang masuk serta memantau berat badan setiap saat?

Mungkin sudah menerapkannya, namun belum terlihat hasil yang nyata pada program Anda.

Disiplin dalam diet memang diperlukan ketika Anda menerapkan program fat loss. Hanya saja, program tersebut bukan dilakukan untuk menyiksa tubuh Anda.

Jika belum atau tidak melihat hasil yang nyata dalam program fat loss, mungkin Anda perlu melihat kebiasaan makan Anda dari perspektif lain dan mengevaluasi usaha yang telah Anda lakukan.

Sekarang mari kita coba periksa lagi mungkin ada beberapa alasan yang perlu diperbaiki dalam menu diet Anda. Tentu saja agar Anda mendapatkan hasil yang lebih baik daripada sebelumnya.

#1. Menu Diet Kurang Protein dari Makanan

menu diet

Banyak sekali informasi yang dengan mudah Anda dapatkan mengapa ketika diet Anda disarankan mengonsumsi protein yang cukup.

Dari sekian banyak rekomendasi, pada umumnya menyarankan konsumsi protein sebanyak satu gram per kilogram berat badan.

Ketika itu sudah Anda lakukan, namun hasil yang Anda dapat belum sesuai dengan yang Anda inginkan. Ditambah lagi, menu diet seperti ini rasanya cukup membosankan.

Sebelum melangkah lebih jauh, apakah protein yang Anda konsumsi sepenuhnya berasal dari makanan (real food) atau dalam bentuk suplemen?

Suplemen memang disarankan karena terbukti mampu menunjang hasil diet dan juga latihan Anda. Namun, peran suplemen dalam diet Anda hanya sebatas membantu, bukan pengganti makanan.

Jadi, jika Anda terlalu makan banyak sumber protein dari suplemen, maka hal itu bisa menghambat diet Anda. Dan bahkan, bisa-bisa membuat program Anda terasa membosankan.

Pemenuhan sumber protein yang paling sempurna tetap berasal dari makanan (real food).

Antara lain dari telur, daging, ayam, atau ikan.

Mengapa hal ini penting dilakukan?

Sebagai langkah awal, mengonsumsi makanan yang kaya protein akan memberikan efek yang positif bagi program Anda. Antara lain dapat meningkatkan metabolisme sehingga tubuh Anda memproses makanan dengan sempurna.

Sementara apabila pemenuhan protein Anda jauh lebih besar dengan mengonsumsi bubuk protein seperti whey, maka hal itu dapat menghambat diet. Mengapa? Karena whey diserap cukup cepat oleh tubuh sehingga jika mengonsumsinya terlalu sering dan banyak bisa membuat Anda mudah lapar.

#2. Menu Diet Sehat Semakin Membosankan Karena Tanpa Lemak

menu diet

Apa yang terlintas dalam benak ketika Anda ingin berdiet atau menurunkan berat badan?

Tidak sedikit mungkin yang akan menjawab mengonsumsi makanan yang benar-benar bebas lemak. Seperti gorengan dan lain-lain.

Konsep tersebut memang benar karena tujuannya adalah memangkas kadar lemak berlebih dalam tubuh.

Tapi yang perlu diingat pula, tidak semua makanan yang mengandung lemak itu buruk. Ada nutrisi yang termasuk dalam kategori lemak sehat.

Makanan yang mengandung lemak sehat ini juga dapat membantu perlancar program diet maupun kesehatan Anda secara keseluruhan.

Antara lain membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol kadar kolesterol baik, hingga memperbaiki fungsi kognitif pada otak.

Pun demikian, dalam program fat loss, konsumsi makanan yang mengandung lemak sehat mampu membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan menjaga energi tubuh ketika asupan karbohidrat rendah (diet karbo).

Keuntungan lain dari lemak sehat adalah bahwa makanan-makanan tersebut dapat membantu mengontrol hormon penting dalam proses metabolisme, pembakaran lemak, serta mood Anda.

Dalam fase diet, produksi hormon testosteron dan hormon pertumbuhan dapat menurun secara drastis. Dan di sinilah peran lemak sehat, yaitu dapat menjaga tingkat produksi kedua hormon tersebut.

Beberapa makanan yang mengandung lemak sehat antara lain alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, kacang almond, dan ikan berlemak.

#3. Mengonsumsi Menu Diet Olahan yang ‘SEHAT’

menu diet

Pernahkan Anda menjumpai beberapa makanan olahan dengan slogan-slogan ‘menu makanan diet sehat menurunkan berat badan’? Tak lupa dengan mencantumkan kata-kata ‘rendah lemak’, ‘gandum utuh’, atau bahkan ‘sehat untuk jantung’?

Ini juga bisa termasuk seperti minuman energi, makanan ringan, atau berbagai macam makanan olahan lainnya.

Hal itu kebanyakan dilakukan karena marketing atau agar produk tersebut laris manis di pasaran. Namun kenyataannya tidak semua makanan olahan tersebut benar-benar sehat.

Jadi apa yang PERLU dilakukan?

Maka dari itu, periksa dengan betul tabel nutrisi yang ada pada makanan-makanan tersebut. Misalkan Anda tertarik karena mengandung tinggi protein, Anda perlu melihat juga kandungan nutrisi lainnya apakah menyehatkan atau tidak.

Dan tentu saja, alangkah baiknya mengonsumsi real food, mulai dari protein utuh, karbohidrat kompleks, dan juga lemak sehat. Seperti daging, ikan, telur, sayuran, buah-buahan, dan minum air putih yang cukup.

Tidak ada cara yang lebih efektif dalam upaya membakar lemak dan membentuk otot dalam menu diet daripada makanan yang seseungguhnya.

#4. Menu Diet Sehat Seminggu Tapi Cheating Day Lebih Banyak

menu diet

Kebanyakan dari Anda sebagai pelaku diet mungkin akan sering merasakan kebosanan atau jengah dengan menu yang ‘itu-itu saja’. Maka dari itu, beberapa ahli diet juga menyarankan adanya cheat day.

Yakni ada hari tertentu yang membebaskan Anda untuk mengonsumsi makanan apapun. Entah itu seminggu sekali atau sebulan dua kali.

Namun jika dilakukan terlalu sering, maka bisa membuat usaha yang telah Anda lakukan dalam diet menjadi sia-sia.

Terlalu banyak melakukan cheat day dapat membuat perubahan dengan cepat pada tubuh Anda dan sulit untuk membuat tubuh Anda beradaptasi kembali ketika masa diet.

Diet sesungguhnya adalah membatasi kalori. Satu atau dua kali cheat day per minggu atau per bulan harus sesuai atau cukup dengan kebutuhan kalori tubuh untuk mengisi toko glikogen Anda (mengisi bahan bakar).

#5. Makan Terlalu Sedikit Kalori

menu diet

Ini mungkin sedikit terdengar kontradiktif dengan tujuan. Namun ingat, terlalu rendah kalori yang ada pada tubuh juga dapat menghambat tujuan Anda.

Apa yang sebenarnya terjadi pada saat tubuh membatasi asupan kalori dari makronutrisi akan cukup mengejutkan Anda.

Konsumsi terlalu sedikit kalori akan mengirim signal atau pesan ke otak bahwa Anda sedang kelaparan (dan menggugah Anda untuk segera makan). Setelah pesan diterima tubuh Anda akan mencoba menghemat energi, hal ini dilakukan dengan dua cara utama. Yang pertama adalah dengan memperlambat metabolisme tubuh.

Anda akan mulai merasa lesu dan lelah, bahkan mungkin kehilangan nafsu makan.

Kedua, karena tubuh beralih pada mode untuk bertahan hidup, maka tubuh Anda akan mulai menyimpan lemak sebagai cadangan energi ketika memasuki masa-masa stres (fight or flight).

Lalu apa yang harus dilakukan?

Makan terlalu banyak tidak akan membantu penurunan lemak dan makan terlalu sedikit akan cukup menghambat usaha pembakaran lemak Anda.

Sekarang bisa Anda coba: Makanlah lebih sedikit (200-300 kalori) selama beberapa minggu. Kemudian lihat bagaimana pengaruhnya terhadap berat badan Anda.

Jika Anda masih dalam kebiasaan lalu menurunkan kalori sedikit lebih randah serta menambahkan cheat day satu kali seminggu, mungkin ini sudah cukup untuk program diet Anda.

#6. Terlalu Sibuk Memilah Menu Diet Sehat dengan Rinci

menu diet

Ketika memasuki program penurunan berat badan, apakah Anda selalu melacak setiap makro dan mikronutrisi yang masuk ke dalam tubuh Anda?

Ataukah Anda menyimpan catatan mendetail mulai dari jumlah protein, waktu makan, makanan pra dan pasca latihan dalam setiap makanan yang ingin Anda konsumsi?

Bahkan mungkin Anda selalu menutup diri pada saat perayaan karena bakal menghadirkan makanan-makanan tinggi kalori?

Jika iya, mungkin agaknya Anda bisa sedikit lebih santai. Pertimbangkan kembali cara di atas.

Terkadang, terlalu mendetail seperti hal-hal diatas bisa membuat Anda tertekan. Merasa khawatir, stres, dan lelah bisa membebani program Anda.

Merasa tegang pada setiap aktivitas yang Anda lakukan justru bukan memperlancar program diet, namun sangat menghambat. Karena pada dasarnya diet bukanlah menyiksa diri atau memaksa tubuh Anda untuk berlapar-lapar.

Lalu bagaimana solusi menata menu diet yang tepat?

Yakni dengan berdiet secara tenang dan beri tubuh Anda untuk beristirahat dari diet karena tubuh Anda bukanlah sebuah mesin.

Beberapa hari Anda akan melihat penurunan berat badan atau membangun otot yang lebih besar. Namun beberapa hari lain Anda merasa ‘terjebak’ karena menghindari berbagai hal yang tidak sepaham dengan diet Anda.

Cara terbaiknya adalah luangkan waktu sejenak untuk tubuh Anda beristirahat dan bergaulah. Apakah menu diet yang Anda rencanakan membuat Anda anti-sosial? Jika iya, maka pikirkanlah ulang.

Dengan cara ini akan menghindarkan menu diet Anda membosankan serta Anda tetap termotivasi untuk menerapkan program diet agar tubuh lebih sehat secara keseluruhan.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes