Deteksi Kemungkinan Yo-Yo Diet dengan Fat Monitor

Yo-yo Diet… merupakan momok semua orang. Yoyo diet sering kali terjadi pada kebanyakan orang yang melakukan diet dengan ‘caranya sendiri’ dan tidak diawasi oleh orang yang kompeten. Bahkan sering para pelaku fitness atau instruktur fitness juga tidak tahu bagaimana melakukan deteksi yo-yo diet. Bagi kebanyakan orang, melakukan suatu sesi diet, baik itu melalui slimming center, atau pengaturan pola makan sendiri (tanpa bantuan ahli nutrisi), ketika mendapatkan beratnya turun cukup drastis, sudah sangat membahagiakan dirinya.

Tetapi keberhasilan itu biasanya cukup membuat orang merasa percaya diri bahwa dia sudah mengerti bagaimana caranya menurunkan berat badan dan membuat dia mengabaikan pola makan yang baik. Percaya bahwa kalau nanti beratnya naik lagi maka akan mudah untuk mengulangi proses penurunan yang sudah pernah dia lakukan dan berhasil. Tetapi kenyataannya, berat bahkan kembali naik, bahkan lebih berat dari sebelumnya, dan parahnya, cara sebelumnya yang berhasil dipakai, sekarang tidak kunjung berhasil. Lalu bagaimanakah cara mendeteksi kemungkinan akan yo-yo diet?

Sebagai contoh, berat Anda 75kg, dengan body fat 30%. Jangan berhenti sampai disitu. Konversikan hasil Anda ke dalam kilogram, dengan rumus 75 x  30% = 22.5kg. Catat progress Anda bahwa lemak 22.5kg dan berat tubuh Anda tanpa lemak adalah 75 – 22.5 = 52.5kg. Catat kedua hal tersebut.

Lakukan diet Anda selama yang Anda mau, apakah itu 4 minggu, atau 6 minggu. Baik itu diet sendiri, ikut slimming center, atau apapun yang bertujuan untuk menurunkan berat badan Anda.

Setelah semua sesi selesai, timbang berat badan Anda menggunakan timbangan biasa, dan catat juga. Contoh misalnya di atas timbangan, berat Anda menjadi 65kg, itu berarti Anda sudah mengurangi 10kg dari berat Anda.

Apabila hasil Anda lemak berkurang 10kg dari 22.5kg menjadi 12.5kg, dan berat tubuh tetap 52.5kg tanpa lemak, itu berarti Anda sukses menjalankan diet Anda. Apabila ternyata lemak Anda berkurang 12kg dan tubuh anda tanpa lemak naik 2kg menjadi 54.5kg, itu berarti Anda lebih sukses lagi.

Yang menjadi masalah adalah apabila setelah Anda test, dan ternyata lemak Anda berkurang hanya 4-5kg saja, dan berat tubuh yang asalnya 52.5kg itu juga turun sebanyak 4-5kg juga. Inilah yang bisa menyebabkan yo-yo diet.

Hati-hatilah terhadap kondisi ini. Berat tubuh tanpa lemak sebisa mungkin tidak ikut turun. Anda diet, mengurangi berat badan dan membentuk tubuh itu tujuannya cuma satu yaitu mengurangi lemak.

Jadi apabila lemak Anda hanya berkurang sedikit saja, dan berat tubuh bebas lemak Anda ikut berkurang banyak, hal ini akan menyebabkan penurunan metabolisme tubuh. Dan hal ini akan membuat cepat atau lambat menjadi Yo-yo DIET.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes