diet keton untuk membantu menurunkan berat badan

Diet Keton, Diet Jadul yang Kembali Ngetren

Diet keton mulai banyak diperbincangkan dalam beberapa bulan terakhir. Dan mungkin sebagian dari Anda sudah atau sedang ‘mencoba’ diet yang satu ini.

diet keton untuk membantu menurunkan berat badan

Diet ini menerapkan pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan cukup protein. Goalnya adalah untuk menciptakan kondisi metabolik yang dinamakan ketosis.

Ketosis merupakan kondisi metabolik di mana sel-sel tubuh membakar keton. Keton adalah produk sampingan dari metabolisme lemak. Ketika tubuh tidak memiliki cukup glukosa, hati akan mengubah lemak menjadi asam keton, yang digunakan sebagai bahan bakar oleh otot.

Para ahli mengatakan bahwa ketosis merupakan proses yang menguntungkan bagi tubuh ketika tubuh mencoba bertahan dari ketidaktersediaan makanan.

Diet keton atau lengkapnya disebut dengan diet ketogenik pada awalnya didesain oleh seorang praktisi diet dari Mayo Clinic bernama Dr. Russell Wilder. Di awal kemunculannya, diet keton digunakan untuk mengobati pasien epilepsi dan autisme pada anak-anak. Sedangkan pada orang dewasa digunakan untuk mendukung perawatan penyakit Alzheimer, kanker dan lainnya.

Uniknya Diet Keton

Tidak seperti diet pada umumnya yang menganjurkan seseorang agar mengurangi asupan lemak dan meningkatkan asupan protein, diet keton justru mengajak seseorang untuk meningkatkan konsumsi lemak, cukup protein dan rendah karbohidrat.

Pastinya lemak yang dianjurkan dalam diet keton adalah lemak sehat yang bisa didapatkan dari makanan seperti kacang-kacangan, alpukat, salmon, tuna, minyak zaitun dan masih banyak lagi.

Secara umum, metode diet keton ini akan mengubah cara tubuh dalam menghasilkan energi. Jika sebelumnya tubuh menghasilkan energi dari metabolisme karbohidrat dan gula, kini sumber energi utama tubuh berasal dari lemak.

Lemak akan dikonversi di dalam hati menjadi asam lemak (keton). Ketika tubuh tidak mendapatkan bahan bakar dari karbohidrat dan gula, maka tubuh akan mengambilnya dari asam lemak. Dan lemak-lemak inilah yang kemudian akan dibakar menjadi energi.

Namun sekali lagi, tidak semua orang cocok dengan metode diet ini. Untuk mengetahui apakah diet ini sesuai dengan kondisi kesehatan Anda atau tidak, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda mencoba diet ini. (dan)

BACA JUGA : Ingin Bebas Sakit Jantung? Makan Buah Belimbing

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes