diet tnt atau targeted nutrition Tactics

Diet TNT, Strategi Nutrisi untuk Langsingkan Tubuh & Bangun Otot

Pahami makanan apa yang perlu Anda konsumsi dan kapan waktu yang tepat untuk melahapnya, maka Anda akan menyaksikan betapa lemak di tubuh Anda tersingkir dan otot-otot atletis pun akan bermunculan.
menurunkan berat badan dengan diet tnt
Bayangkan untuk sesaat bahwa Anda mampu mengendalikan apa yang dilakukan tubuh terhadap makanan yang Anda konsumsi. Anda mungkin tak hanya mampu menghentikan proses penyimpanan nutrisi di perut sebagai lemak, tetapi juga membakarnya lebih banyak lagi.

Di saat Anda menggunakan kalori yang masuk untuk membangun otot dada yang tebal, bahu yang kokoh dan lengan berotot, secara otomatis Anda membakar simpanan lemak untuk dikonversi menjadi energi.

Adalah TNT (bukan nama bahan peledak) atau kepanjangan dari Targeted Nutrition Tactics, sebuah metode diet yang mengatur strategi nutrisi berdasarkan target yang dibuat berdasarkan penelitian di University of Conecticut.

Strategi ini disusun dengan tujuan sederhana, membantu seseorang mengikis lemak tubuh secara simultan sekaligus mengembangkan massa otot.

Tidak peduli apakah Anda mengalami obesitas dengan jumlah lemak tubuh yang harus dibuang mencapai 15 kg, atau pria berotot padat yang ingin memperbesar lagi volume ototnya. Anda bisa menyesuaikakn diet TNT untuk mencapi tujuan tersebut.

Tak sabar segera memulainya? Simak bagaimana pola diet TNT dapat mengubah bentuk tubuh Anda secara dramatis.

Pola Kerja TNT

Untuk memahami bagaimana TNT bekerja, Anda perlu memusatkan perhatian pada glikogen-karbohidrat yang disimpan dalam otot. Tak seperti simpanan lemak Anda yang bisa diperbanyak, gudang glikogen mempunyai kapasitas yang terbatas untuk menyimpan karbohidrat.

Coba bayangkan mobil Anda. Jika termasuk kendaraan roda empat berukuran sedang, tangki bahan bakarnya mungkin sudah penuh saat diisi 50 liter bensin. Coba Anda mengisinya sebanyak 75 liter, maka 25 liter bensin akan terbuang percuma karena tidak mampu lagi ditampung dalam tangki yang sama.

Cara kerja seperti ini juga ditunjukkan oleh karbohidrat dan gudang glikogen Anda. Saat tempat simpanan glikogen Anda penuh, sisa karbohidrat yang Anda makan akan membanjiri aliran darah dan kemudian berlabuh di lever (hati) sebagai tempat konversi karbohidrat menjadi lemak.

Satu lagi, mengonsumsi karbohidrat akan menaikkan kadar insulin dalam darah. Hal ini penting karena saat gudang glikogen Anda penuh, insulin memicu sel otot dan lemak dalam mode berkembang. Ini memang bagus untuk perkembangan bicep Anda, tapi sepertinya kurang bersahabat bagi perut Anda.

Kadar glikogen yang rendah yang bisa Anda dapatkan dengan menerapkan strategi makan dan latihan yang benar mengubah respon tubuh terhadap insulin. Ketika insulin masih menyalakan sinyal terhadap tubuh Anda untuk membangun otot, hormon ini tak lagi mempertahankan sel lemak dalam mode berkembang. Mengapa? Tubuh Anda menempatkan pengisian gudang glikogen sebagai prioritas, jika sewaktu-waktu dibutuhkan energi cadangan.

Jadi,beragam jenis karbohidrat yang Anda konsumsi akan diserap otot da disimpan sebagai glikogen untuk keperluan mendatang.

Sebagai hasilnya tubuh Anda akan menggunakan lemak sebagai sumber tenaga utama. Inilah yang Anda nantikan selama ini. Langkah selanjutnya adalah menerapkan strategi nutrisi dan latihan yang memberikan Anda kendali penuh terhadap perubahan-perubahan kinerja tubuh.

Pilihan Waktu yang Tepat

Ketika kita meyakini beberapa jenis karbohidrat lebih baik ketimbang lainnya, kita akan menemukan bahwa total pasokan karbohidrat yang dikonsumsi dan kapan Anda mengonsumsinya merupakan faktor yang lebih penting.

Hal inilah yang menjadi dasar strategi nutrisi di dalam TNT yang disebut dengan Zona Waktu. Coba pikirkan, mengonsumsi karbohidrat di waktu yang kurang tepat-saat gudang glikogen Anda penuh-menyebabkan tubuh berhenti membakar lemak dan mulai menyimpannya.

Tapi, saat Anda mengonsumsi karbohidrat di saat yang tepat-saat kadar glikogen rendah-akan membantu Anda membangun otot tanpa menambah persediaan lemak di tubuh Anda.

Program TNT untuk Pembakaran Lemak

Membatasi jumlah pasokan karbohidrat membantu Anda mempertahankan kadar glikogen dan insulin tetap rendah yang membuat tubuh dalam mode pembakaran lemak. Dalam zona waktu ini, jauhi makanan yang mengandung lebih dari 10 gram karbohidrat tiap porsinya, khususnya makanan yang dibuat dari tepung atau gula (roti, nasi, pasta, mie, dan sebaginya).

Tambah asupan protein berkualitas tinggi seperti: Daging sapi, ayam dan unggas, ikan, telur, dan susu protein. Lengkapi dengan berbagai amcam sayuran adn buah-buahan plus sumber lemak sehat seperti, alpukat, kacang, biji-bijian, minyak zaitun, dan canola. Penelitian menunjukkan lemak jenuh tak meningkatkan resiko penyakit jantung, khususnya jika dikonsumsi sebagai bagian dari menu diet rendah karbohidrat.

Zona waktu pembakaran lemak
Contoh menu:

  • Sarapan pagi: omelet dengan sosis
  • Snack pagi: segenggam almond
  • Makan siang: paha ayam bakar dan brokoli kukus
  • Snack sore: seledri dengan mayonese
  • Makan malam: steak, keju mozarella dan salad tomat (plus segelas jus buah bebas gula)

Program TNT untuk PEMBENTUKAN OTOT

Latihan beban dapat memicu otot untuk berkembang. Hal ini tentunya didukung dengan pasokan nutrisi yang tepat dalam tubuh. Jadi pada periode ini, menu makanan harus meliputi protein yang menyodorkan ‘bahan mentah’ untuk perkembangan otot tanpa membatasi kemampuan tubuh untuk membakar lemak. Jika anda tidak mengalami masalah dengan menurunnya proses pengikisan lemak, anda bisa menambah porsi makan berisi karbohidrat yang akan meningkatkan perkembangan otot secara maksimal.

Yang harus dikonsumsi saat melakukan diet TNT adalah snack yang hanya berisi protein atau mengandung protein sekaligus karbohidrat segera setelah Anda selesai melakukan latihan beban.

Petunjuk penggunaan protein: minum satu takaran protein shakes (whey atau kasein protein) dengan sedikit atau tanpa karbohidrat sama sekali. Atau bisa juga anda mendapatkannya dari makanan alami seperti 90 gram tuna.

Petunjuk penggunaan protein plus karbohidrat: minum satu takaran protein shakes whey protein atau kasein, 40-80 gram karbohidrat, dan sedikit atau tanpa lemak sama sekali. Sebagai alternatif, anda bisa memilih 500 mililiter susu cokelat rendah lemak atau roti lapis isi daging ayam asap. Untuk pilihan terakhir, sebaiknya abaikan penggunaan mayonese karena lemak memperlambat proses pencernaan protein.

Anda tidak akan bisa mendapatkan tubuh berotot pada tanpa latihan. Latihan beban adalah salah satu kunci keberhasilan diet TNT. Ini bukan hanya sekedar strategi terbaik untuk membangun otot, tapi juga langkah terbaik untuk mengikis lemak di tubuh Anda.

Jadi untuk mendapatkan semua manfaat diet TNT, kombinasikan taktik nutrisi dengan latihan beban 3-4 kali sesi latihan beban dalam seminggu.

Selamat mencoba! (dan)

BACA JUGA : SUSU PROTEIN TERBAIK BAGI ANDA YANG INTOLERANSI LAKTOSA

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes