Is Eating Fat Makes You Fat?

Dari jaman kita mulai kegendutan, semua orang selalu mengatakan kepada kita hal yang sama, yaitu bahwa kita makan fat (lemak atau sering diasosiasikan dengan minyak), maka tubuh kita akan menjadi fat (gemuk). Dan kalau mau kurus, solusinya adalah jangan makan lemak atau makanan berminyak. Hindari lemak dengan segala cara. Apakah kenyataannya seperti itu? Kalau tidak semua kalori adalah sama, maka jawabannya adalah tidak semua lemak adalah sama.

Tubuh kita, memproses lemak yang berbeda dengan cara yang berbeda pula. Bedanya adalah, dengan mengkonsumsi lemak jelek (bad fat) maka kita mematikan tombol pembakar lemak tubuh yang menyebabkan kita lebih susah lagi untuk membakar lemak. Sedangkan mengkonsumsi lemak bagus (good fat) akan meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu kita untuk membakar lemak.

Sebagai contoh, ada study yang menunjukkan bahwa lemak di dalam minyak ikan, EPA (good fat) dapat meningkatkan pembakaran lemak dalam tubuh dan meningkatkan kepekaan insulin tubuh, sedangkan trans fat (lemak yang sangat jelek) justru menghasilkan efek yang sebaliknya yaitu menghambat metabolisme dan memperlambat proses pembakaran lemak.

Jadi pada dasarnya, makanlah lemak baik dan tingkatkan pembakaran lemak tubuh atau makanlah lemak yang salah dan tingkatkan berat badan serta pelankan metabolisme tubuh Anda. Jenis lemak lebih penting daripada jumlah lemak yang Anda makan.

Sebenarnya ada 3 jenis lemak, yaitu lemak baik, lemak jelek dan lemak yang sangat jelek. Lemak baik meningkatkan metabolisme, lemak jelek memperlambat metabolisme. Lemak sangat jelek merupakan variant yang sangat berbeda. Lemak ini dibuat oleh manusia dan tidak bisa dicernah oleh tubuh kita.

– Lemak baik
Omega 3 adalah lemak baik nomor satu. Masalahnya adalah pada pola makan modern saat ini, 99% dari kita semua kekurangan omega 3. Kita tidak cukup memakan ikan seperti jaman nenek moyang kita dulu. Kita bisa mendapatkan omega 3 di ikan salmon contohnya, flaxseed oil, beberapa tipe kacang-kacangan juga mengandung omega 3.

Monosaturated fats yang mayoritas berasal dari olive oil. Monosaturated fat diet bisa menurunkan resiko penyakit seperti jantung, diabetes dan kanker. Penggunaan olive oil juga menunjukkan penurunan radang, peningkatan sistem kekebalan tubuh, menurunkan gula darah, cholesterol dan mengurangi pengentalan darah. Sumber-sumber monosaturated fat adalah extra virgin olive oil, hazelnuts, almonds, brazil nuts, advocado, dan sebagainya.

Saturated fat, yang dianggap cukup jelek, tetapi juga memberikan beberapa hal yang cukup kita butuhkan. Beberapa efek yang kurang disukai adalah jenis lemak ini dapat meningkatkan LDL Cholesterol. Tetapi jenis ini cukup dibutuhkan untuk pertumbuhan anak kecil.

Omega 6 Polyunsaturated Fats yang tidak dimurnikan juga cukup dibutuhkan oleh tubuh. Biasa ditemukan di dalam minyak sayur seperti grape seed oil, sesame oil dan sebagainya. Gunakan sedikit saja kalau Anda masih ingin mengoptimalkan pembakaran lemak tubuh.

– Lemak jelek
Polyunsaturated Vegetable Oil yang dimurnikan termasuk yang tersedia luas secara komersial seperti corn vegetable oil, soy dan lain-lain.

Saturated fat kebanyakan juga harus diminimalkan

– Lemak sangat jelek
Dalam kategori ini adalah trans fat. Trans fat banyak ditemukan di beberapa jenis mentega, crackers, permen, cookies, snack, fried food, salad dressing, dan lain-lain. Jenis lemak ini menghambat metabolisme tubuh, menambah berat badan dan meningkatkan resiko diabetes, penyakit jantung dan kanker. Masalahnya adalah kita mengkonsumsi jenis lemak ini cukup banyak dalam pola makan kita sehari-hari

Setelah mengetahui jenis-jenis lemak, perhatikan pola makan Anda untuk tetap mengkonsumsi lemak baik dalam jumlah yang cukup. Diet tanpa lemak tidak akan membantu Anda menurunkan berat badan, tetapi pola makan yang banyak mengandung lemak jelek juga sangat berbahaya!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes