diet

Kenal Lebih Jauh Tentang Emotional Eating

Apakah ketika sedang marah selalu Anda lampiaskan dengan makanan? Mungkin hal itu dapat dikatakan sebagai emotional eating. Ketahui lebih jauh yuk tentang emotional eating.

tentang emotional eating

Emotional eating dapat diartikan dengan hasrat makan berlebihan yang dipicu oleh emosi yang tidak stabil. Seperti sedang marah, depresi, kecewa, dendam, atau tertekan. Gangguan makan ini lebih banyak disebabkan faktor emosional.

Emotional eating cenderung membuat seseorang lebih buruk. Selain membuat emosi negatif tidak hilang, berat badan-pun bisa bertambah karena memakan bisa tak terkendali dan berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan obesitas atau kelebihan berat badan.

Belajar untuk mengenali pemicu emotional eating adalah langkah pertama untuk melepaskan diri dari memakan makanan yang berlebih.

Memahami Emotional Eating

tentang emotional eating

Jika Anda pernah menyiapkan makanan meskipun Anda sudah kenyang atau memakan banyak es krim ketika Anda sedang down, Anda dapat tergolong mengalami emotional eating. Emotional eating menggunakan makanan untuk membuat diri Anda merasa lebih, bukan untuk mengisi perut.

Ketika makan adalah cara mengatasi emosi Anda, itu merupakan dorongan awal Anda untuk membuka kulkas setiap kali Anda kesal, marah, kesepian, stres, kelelahan, atau bosan. Makan mungkin cukup membuat perasaan baik pada saat itu, tetapi perasaan yang memicu emotional eating masih ada.

Cara Mengatasi Emotional Eating

tentang emotional eating

1. Ketahui Penyebabnya

Orang makan karena berbagai alasan. Langkah pertama untuk menghentikan emotional eating adalah dengan mencari tahu penyebab (emosi) pribadi Anda. Situasi, tempat, atau perasaan apa membuat Anda meraih kenyamanan makanan.

Perlu diingat, sebagian besar emotional eating terkait dengan perasaan yang tidak menyenangkan, tapi juga bisa dipicu oleh emosi positif. Seperti penghargaan diri setelah mencapai tujuan, merayakan hari libur, atau perayaan lainnya.

Penyebab Umum dari Emotional Eating

– Stres, pernah memperhatikan bagaimana stres bisa membuat Anda lapar? Ini bukan hanya dalam pikiran Anda. Stres kronis mengarah ke tingkat tinggi hormon stres, yaitu kortisol. Kortisol dapat memicu keinginan untuk merasakan asin, manis, dan makanan-makanan tinggi lemak yang memberikan ledakan energi dan kesenangan. Stres yang lebih terkendali dalam hidup Anda, semakin besar kemungkinan Anda untuk beralih ke makanan.

– Pelampiasan, makan dapat menjadi cara untuk sementara membungkam atau membuang rasa ketidaknyamanan, seperti marah, takut, sedih, cemas, kesepian, kebencian, dan rasa malu. Sementara Anda mati rasa diri dengan makanan.

– Kebosanan, apakah Anda pernah makan hanya untuk menghilangkan kebosanan, atau sebagai cara untuk mengisi kekosongan dalam hidup Anda? Anda merasa tidak terpenuhi dan kosong, dan makanan adalah cara untuk memenuhi mulut dan waktu Anda.

– Kebiasaan masa kanak-kanak, pikirkan kembali kenangan berkaitan dengan makanan pada masa kecil Anda. Apakah orang tua Anda memberikan es krim, pizza ketika Anda mendapat rapor yang baik? Atau membelikan permen ketika Anda merasa sedih? Kebiasaan makan ini dapat dibawa hingga dewasa.

– Pengaruh sosial, makan bersama dengan orang lain adalah cara yang bagus untuk menghilangkan stres, tetapi juga dapat menyebabkan makan berlebihan. Sangat mudah untuk memuaskan nafsu makan. Mungkin juga keluarga atau teman Anda mendorong untuk makan berlebihan sebagai bentuk rasa menghargai.

2. Cari Cara Lain Selain Dengan Makanan

Jika Anda tidak tahu bagaimana mengelola emosi Anda dengan cara yang tidak melibatkan makanan, Anda tidak akan mampu mengendalikan kebiasaan makan Anda dalam waktu yang lama. Untuk menghentikan emotional eating, Anda harus menemukan cara lain untuk menenangkan diri selain dengan makanan.

3. Keinginan Kuat

Kebanyakan emotional eater merasa ‘tidak berdaya’ saat bertemu makanan dan langsung dilahap secara kontinyu. Anda merasa seperti emosi yang hampir tak tertahankan dan menuntut untuk diberi makan, sekarang!

Emotional eating cenderung dan hampir tak ada artinya. Sebelum menyadari apa yang telah Anda lakukan, Anda telah meraih kotak es krim. Tetapi jika Anda bisa meluangkan waktu sejenak untuk berhenti dan bercermin diri tindakan apa yang akan Anda lakukan. Serta menguatkan kembali keinginan Anda untuk lepas dari emotional eating.

Yang harus Anda lakukan adalah menunda makan selama lima menit. Jika lima menit terlalu sulit, mulailah dengan satu menit. Hanya katakan kepada diri sendiri untuk menunggu. Sambil menunggu, periksa bagaimana perasaan Anda? Apa yang terjadi secara emosional? Bahkan jika Anda akhirnya makan, Anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang mengapa Anda melakukannya. Hal ini dapat membantu Anda memberi respon yang berbeda pada waktu berikutnya.

Bisa juga dengan belajar menerima emosi, baik yang negatif maupun positif. Membiarkan diri Anda untuk merasakan emosi yang tidak nyaman memang bisa menakutkan. Tetapi kenyataannya adalah bahwa ketika kita tidak terobsesi atau menekan emosi kita, bahkan perasaan yang paling menyakitkan-pun relatif cepat dapat dihilangkan dari pikiran. Untuk melakukan ini, Anda perlu menjadi sadar dan belajar bagaimana memahami emosi Anda setiap saat. Hal ini dapat memungkinkan Anda untuk mengendalikan stres dan memperbaiki masalah emosional yang sering memicu emotional eating.

4. Terapkan Gaya Hidup Sehat

Olahraga, tidur berkualitas, serta gaya hidup yang sehat akan membantu Anda untuk melalui masa sulit tanpa emotional eating. Aktivitas fisik adalah peredam stres yang ampuh. Juga luangkan waktu untuk beristirahat dan bersantai setidaknya 30 menit setiap hari. Hal ini dapat mengisi ulang ‘baterai’ Anda. Selain itu, berinteraksi sosial merupakan cara yang tepat untuk mengatasi emotional eating. Karena menghabiskan waktu dengan banyak orang dapat melindungi diri Anda dari efek negatif yang disebabkan stres.

Emotional eating tentu dapat berdampak pada peningkatan berat badan. Ketika Anda mendapatkannya, maka diet adalah cara alami untuk menurunkan kembali berat badan.

Untuk dapat menurunkan berat badan dengan efektif, serta membantu mengurangi emotional eating yang Anda alami, maka diet sehat adalah solusinya.

BACA JUGA: Emotional Eating Baik untuk Turunkan Berat Badan, Asal…

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes