Kenapa Memberi Hadiah Diri Sendiri Dengan Junk Food?

Buat kita yang sedang diet untuk menurunkan berat badan, seringkali kita mendengar adanya Cheat Day atau hari bebas makan. Yang mana kalau selama seminggu, sekitar 6 hari kita menjaga makanan kita agar tetap bersih maka di akhir minggu, kita mengatakan kepada diri kita bahwa hari ini kita boleh bebas makan apa saja karena hari ini adalah Cheat Day.

Dahulu sekali saya pernah menulis artikel bahwa Cheat Day ini seperti pedang dengan bermata dua. Apabila digunakan dengan baik, maka bisa membebaskan tubuh kita dari kejenuhan selama diet. Tetapi biasanya, justru sisi gelapnya yang sering ditemui, yaitu malah membuat kita merasa tersiksa selama diet.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah, ketika kita membuat Cheat Day ini sendiri sebagai sesuatu yang menggambarkan kebebasan, makan lama mindset otak kita akan berpikir bahwa diet yang selama ini kita lakukan adalah sebuah beban hidup. 6 hari mengatur makan dengan rapi, penuh aturan, dan lain-lain, begitu ketemu weekend, kita berpikir, wah liburan, bebas, makan enak, tidak perlu mikir.

Pada dasarnya, sifat manusia adalah mencari kenyamanan. Dan Cheat Day ini memberikan ide yang salah terhadap pemahaman diet itu sendiri. Akhirnya otak kita akan lebih menyukai sesi cheat day ini dan berusaha meninggalkan program diet yang selama ini sudah kita atur.


Hal itu diperparah dengan kondisi kedua yaitu banyak yang mengatakan, kalau kita sudah berhasil menjalani beberapa hari untuk diet, maka kita boleh memberi hadiah kepada diri kita sendiri dengan makan enak, pizza di weekend, atau burger atau junk food.

Saya coba analogikan seperti ini, seorang anak sekolah, belajar mati-matian, berjuang menjawab soal-soal ujian selama 1 semester penuh, dan tiba saatnya untuk ujian nasional. Apakah kita bilang ga papa kemarin sudah bekerja keras, sekarang cheating aja, nyontek, kamu berhak koq karena kemarin sudah bekerja keras?

Saya pikir itu adalah mindset yang keliru bahwa kita mereward/memberi hadiah yang salah kepada diri kita. Ketika seorang anak berjuang keras, dan akhirnya lulus ujian, maka hadiahnya mungkin liburan bersama teman-temannya, atau boleh beli games/mainan, atau apapun itu, bukannya malah berubah ‘cheat’ terhadap usahanya.

Begitu juga dengan kita yang sudah mati-matian melakukan diet, maka hadiah yang layak untuk kita adalah kita bisa shopping baju baru dengan ukuran yang lebih kecil, kita bisa merasa enak dengan tubuh kita yang baru. Kita lebih kuat ketika berjalan jauh. Kita mengambil liburan, spa, berenang di pantai dengan bentuk tubuh kita yang baru. Bukan malah ‘cheat‘ dengan makan ngawur demi kepuasan sesaat.

Anda boleh setuju maupun tidak dengan sudut pandang saya, berikan pendapat Anda di comment di bawah ini.

Salam

@dennysantoso

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes