Memulai Berdiet

Memutuskan untuk memulai diet!! Berapa banyak dari kita yang saat ini berpikir untuk segera menurunkan berat badannya? Dan beranjak dari pemikiran untuk menurunkan berat badan tersebut, muncul dua rencana untuk memulainya. Yang pertama adalah mulai berdiet, dimulai dari mengurangi gorengan, memilih roti gandum untuk camilan, menambah jatah sayur dan buah. Rencana kedua adalah, mulai berolahraga, entah itu dimulai dari sekedar jogging di seputar kompleks rumah pada pagi hari, sampai bergabung dengan klub-klub kebugaran untuk mengikuti berbagai macam kelas seperti yoga, RPM, Body Pump dan lain sebagainya. Tetapi, apabila diet semudah hanya mengurangi makanan dan mulai berolahraga, kenapa masih banyak sekali keluh kesah orang seperti ‘Saya sudah diet tetapi kenapa berat saya tidak bisa turun?’ ataupun ‘Saya sudah berolahraga berat sekali, tetapi kenapa perut saya tidak mengecil sama sekali?’ Apakah yang sebenarnya harus diperhatikan ketika kita memutuskan untuk memulai menurunkan berat badan kita?


Sebenarnya, diet, olahraga, apapun cara yang kita pilih untuk menurunkan berat badan, kuncinya adalah metabolisme tubuh kita. Metabolisme tubuh kitalah yang mengatur pembakaran kalori kita. Saya tidak mengatakan pembakaran lemak disini, karena itu akan menjadi topic pembahasan yang berbeda. Cara-cara diet yang salah, seperti mengurangi makan atau mengurangi kalori dengan harapan berat akan turun malah akan membuat metabolisme tubuh kita melambat. Kalau metabolisme melambat, artinya akan sedikit kalori yang dibakar oleh tubuh. Tidak berolahraga juga bisa melambatkan metabolisme tubuh.

Konsentrasi terpenting dalam menurunkan berat badan bukanlah terletak pada jumlah kalori yang harus kita makan, sehingga tiap kali makan mesti berepot-repot dulu untuk menghitung seluruh jumlah kalori makan kita melainkan pada metabolisme ini. Dari sudut pandang ini lah sebaiknya kita memulai langkah awal kita.

Cara untuk menaikkan metabolisme tubuh dapat dilihat dari dua sisi yaitu:
1. Mengatur pola makan, diperlukan 5-6x proses mencerna supaya metabolisme kita kembali naik ke titik normal. Pengurangan frekuensi makanlah yang menyebabkan metabolisme turun. Usahakan untuk mengurangi makan melalui jumlah kalorinya bukan frekuensinya. Dan lakukan juga pengurangan kalorinya secara bertahap. Karena penurunan yang terlalu drastis akan merusak metabolisme Anda sekali lagi.

2. Mulailah bergerak, badan yang tidak pernah berolahraga akan mempunyai metabolisme yang lambat. Berolahraga apapun itu bentuknya, masih jauh lebih baik daripada Anda tidak bergerak dan hanya duduk di kantor atau di meja makan, dan sisanya di ranjang untuk menonton TV sebelum tidur.

Dua hal ini adalah pusat perhatian Anda sebelum memulai usaha menurunkan berat badan. Setelah Anda berhasil mengkoreksi dua masalah ini, mulailah mengatur pola makan Anda lebih baik, seperti memilih menu yang lebih sehat, karbohidrat dengan glikemik index yang lebih rendah, protein yang cukup dan lemak sehat setiap harinya. Ingatlah bahwa metabolisme adalah pusat mesin di dalam tubuh Anda. Selama metabolisme masih lambat, apapun usaha Anda, termasuk mengkonsumsi obat-obatan pelangsing pun tidak akan ada hasilnya. Jadi ketika Anda sudah berdiet pun, ketika berat Anda tidak lagi turun, ingatlah kembali akan metabolisme Anda. Pastikan jangan sampai metabolisme kita melambat. Dibutuhkan metabolisme yang sudah benar supaya akhirnya tubuh menuruti apa kehendak kita.

Semoga bermanfaat.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes