Mengapa Timbangan Anda Bisa Berbohong?

Mengapa Timbangan Anda bisa berbohong

Bagi Anda yang pernah atau sedang menjalani diet, mungkin Anda pernah mengalami ini. Anda menimbang berat badan bahkan sampai 2 kali sehari. Padahal, sebenarnya menimbang tidak perlu dilakukan setiap hari.

Anda dan Timbangan
Banyak orang, terutama wanita, tidak dapat menahan untuk mengecek angka pada timbangan setiap hari. Mereka naik ke atas timbangan tepat setelah mereka bangun dan melakukannya lagi setelah sampai di rumah sepulang kerja. Atau malah setiap setelah makan dan setelah berolahraga. Bisa dibilang, tiada hari tanpa timbangan. Apakah Anda melakukannya? Jika ya, Anda harus membiasakan diri dengan beberapa hal yang bisa mempengaruhi cara membaca angka-angka tersebut. Setelah memahami mekanisme ini, Anda dapat membebaskan diri dari pertempuran harian Anda dengan timbangan.

Angka di Timbangan dan Komposisi Tubuh
Hal pertama yang harus dipahami, air menyita sekitar 60-70% dari total massa tubuh. Dua faktor yang mempengaruhi penyimpanan air adalah konsumsi air dan asupan garam. Kelebihan garam (sodium) memainkan peran yang besar dalam jumlah penyimpanan air. Kandungan garam sangat tinggi pada keripik asin, biskuit dan makanan ringan lain. Akan tetapi, makanan yang mengandung banyak sodium tidak selalu memiliki rasa asin. Semakin lanjut proses pengolahan makanan, maka semakin besar kemungkinannya mengandung sodium tinggi. Oleh karena itu, lebih baik memilih bahan makanan dasar yang tidak terproses seperti buah-buahan segar, sayuran, daging tanpa lemak, kacang-kacangan dan gandum.

Makan banyak makanan sebelum melangkah ke atas timbangan sama seperti menempatkan setumpuk batu dalam saku Anda. Tambahan berat 1 kg yang diperoleh Anda dapat tepat setelah makan besar bukanlah lemak, melainkan berat makanan dan minuman yang baru masuk ke tubuh Anda.

Untuk menyimpan 0,5 kg lemak ke dalam tubuh setidaknya diperlukan setidaknya 3.500 kalori. Jadi, ketika timbangan naik 1-2 kg dalam satu malam, jangan khawatir, kemungkinan berat tersebut merupakan air dan berat makanan Anda.

Namun, perlu diingat bahwa aturan 3.500 kalori juga bekerja sebaliknya. Guna menurunkan 0,5 kg lemak, Anda perlu membakar 3.500 kalori lebih dari yang Anda konsumsi. Umumnya, Anda dapat menghilangkan 0,5 – 1 kg lemak per minggu. Bila berat badan turun sampai dengan 5 kg dalam 7 hari, secara fisik tidak mungkin semua itu hanya terdiri dari lemak. Kemungkinan yang hilang termasuk kandungan air juga beberapa massa otot.

Bagaimana Menyikapi Hasil Timbangan?
Dengan mengetahui hal di atas, maka sekarang saatnya mengubah cara pandang dan perilaku terhadap angka pada timbangan. Timbangan tidak hanya menimbang berat lemak, tetapi juga otot, tulang, cairan (darah), organ dalam tubuh, rambut, bahkan kuku jari. Permasalahan dari timbangan adalah karena tidak bisa memisahkan antar masing-masing tersebut. Pada kenyataannya, timbangan tidak dapat membedakan antara lemak dan berat. Selain itu juga tidak memberitahu berapa berat otot dan lemak dari jumlah total berat tubuh.

Oleh karenanya, ketika “berat badan” berkurang, tidak selalu berarti hanya lemak yang berhasil Anda hilangkan. Nyatanya, timbangan tidak memiliki cara untuk memberitahu Anda apa yang telah berhasil Anda hilangkan (atau justru tambahkan). Jika yang Anda kurangi adalah otot, maka itu pertanda tidak baik. Otot merupakan jaringan metabolisme aktif. Semakin banyak otot yang dimiliki, semakin banyak pula kalori yang tubuh Anda akan bakar, bahkan jika Anda hanya duduk dan sedang tidak melakukan olahraga apapun.

Jadi, mulai sekarang, jangan terpaku pada angka pada timbangan untuk mengukur hasil diet Anda.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes