cara mengendalikan nafsu makan

Nafsu Makan Susah Dikendalikan? Jajal Cara Ini!

Nafsu makan memiliki keterkaitan erat dengan kadar gula darah seseorang. Jika kadar gula darah stabil, maka pola makan pun akan ikut stabil.

cara mengendalikan nafsu makan

Sebaliknya, ketika Anda membiarkan tubuh kelaparan selama beberapa jam, Anda akan berperang dengan nafsu makan yang lebih besar. Hasilnya bisa ditebak, Anda pun akan menyerah dan mulai makan dalam porsi besar.

Valerie Berkowitz,M.S.,seorang direktur nutrisi di Center of Balanced Health New York menyatakan, “Kadar gula darah akan menurun drastis setelah seseorang tidak mengonsumsi makanan selama 4 jam. Akibatnya, orang tersebut akan segera melihat isi kulkas, mendatangi toko makanan atau membongkar tempat penyimpanan makanan lainnya untuk memenuhi kebutuhan gula tubuhnya, yang akan memberikan energi dalam waktu singkat.”

Untuk sementara cara ini bisa menghilangkan rasa lapar Anda. Namun yang perlu Anda waspadai, peningkatan kadar gula secara drastis memicu pankreas melepaskan insulin dalam jumlah besar. Insulin bukan hanya hormon yang menurunkan kadar gula darah, tapi juga pemberi sinyal bagi tubuh untuk mulai menyimpan lemak.

Lebih dari 50 persen orang mengalami kondisi kelebihan produksi insulin dalam tubuhnya. Akibatnya kadar gula pun akan cepat menurun. “Kondisi ini akan membawa Anda pada keinginan yang besar untuk mengonsumsi gula dan karbohidrat,” tambah Berkowitz.

Lebih lanjut, kondisi seperti ini juga dapat memicu resistensi insulin, yaitu kondisi di mana insulin tidak lagi sanggup menjalankan fungsinya menurunkan kadar gula darah, sehingga kadar gula darah tubuh terus naik dan menjadi penyakit gula darah (diabetes).

Oleh karena itu, dibutuhkan langkah pencegahan agar kondisi gula darah tetap stabil dan nafsu makan tetap terkendali. Beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda coba diantaranya adalah:

Jangan Tinggalkan Sarapan

Anda pasti sudah familiar dengan anjuran para pakar kesehatan tentang kebiasaan yang satu ini. Membiasakan diri sarapan adalah kebiasaan yang cukup masuk akal. Pasalnya tubuh Anda telah berpuasa 7-8 jam saat tidur sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang diperlukan tubuh. Jika Anda melewatkan sarapan bisa dipastikan tubuh Anda akan terasa lemah, letih dan lesu menjelang siang. Anda pun akan merasakan nafsu makan yang lebih besar dan pada akhirnya makan membabi buta saat makan makan siang. So, biasakan sarapan.

Perbanyak Lemak

Jangan beranggapan bahwa semua lemak itu jahat. Ada lemak baik yang berfungsi membantu menurunkan berat badan. Para ahli mengatakan asam oleic, si lemak baik, akan memicu usus halus memproduksi oleoylethanolamide, zat yang akan mempengaruh sistem saraf dan melepaskan pesan ke otak bahwa perut telah kenyang.

Sumber lemak yang baik antara lain kacang-kacangan, alpukat, dan minyak zaitun murni. Keuntungan lain dari konsumsi lemak adalah menunda pengosongan perut sehingga kita merasa kenyang lebih lama.

Bagi dalam Porsi Kecil

Tim peneliti Arizona State University menemukan bahwa membagi makanan dalam porsi-porsi kecil dapat merangsang perut kenyang lebih cepat ketimbang makan porsi besar dalam satu waktu.

Bedakan antara Lapar dan Nafsu Makan

Sekilas, kedua istilah ini memang tidak jauh berbeda. Namun, para peneliti telah membuktikan bahwa pada dasarnya rasa lapar dan nafsu makan adalah dua hal yang berbeda. Rasa lapar bisa diartikan sebagai kebutuhan untuk makan, yang terjadi akibat reaksi fisik termasuk perubahan zat kimia dalam tubuh yang berkaitan dengan rendahnya kadar glukosa darah. Bisa juga di artikan sebagai insting atau mekanisme pelindung yang membuat tubuh mendapatkan bahan bakar yang diperlukan untuk dapat berfungsi dengan baik.

Sedangkan nafsu makan adalah, adanya keinginan untuk makan sesuatu yang disebabkan reaksi sensoris atau fisiologi ( sepeti melihat makanan yang lezat, mencium aroma makanan, dan lainnya) yang merangsang respon fisiologis yang tidak dapat dikontrol, seperti timbulnya air liur dan keinginan untuk makan (tapi bukan lapar).

Contoh perbedaan praktis antara rasa lapar dan nafsu makan adalah, saat Anda lapar, Anda akan makan sebatang coklat. Setelah itu, nafsu makan Anda menggiring Anda untuk makan 2 batang coklat lagi karena coklat tersebut rasanya enak.

Mulai Berolahraga

Para ahli meyakini bahwa rutinitas olahraga tidak hanya membakar kalori dan mempercepat pembakaran lemak tubuh, tetapi juga mengembalikan sensitivitas hormon pengatur rasa kenyang dalam tubuh. Ini artinya jika dilakukan secara rutin, olahraga yang Anda lakukan bisa menekan rasa lapar.

Tambahkan Serbuk Kayu Manis

Jika memungkinkan, tambahkan sedikit cuka atau bubuk kayu manis ke dalam makanan Anda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Department of Agricultural and Food Sciences di Zurich, Swiss, dua bahan ini memiliki kemampuan mengontrol kadar gula darah, sehingga membuat Anda cepat kenyang.

Ganti Nasi Putih dengan Nasi Merah

Nasi putih mengandung karbohidrat simple yang dicerna lebih cepat sehingga dalam waktu singkat Anda akan merasakan lapar kembali. Sedangkan nasi merah merupakan sumber karbohidrat kompleks yang dicerna tubuh secara berkala sehingga membuat Anda kenyang lebih lama.

Jangan Takut Ngemil

Diet yang sehat tidak melarang Anda untuk ngemil. Kebiasaan ngemil tetap menjadi kebiasaan yang menyehatkan asalkan camilan yang dikonsumsi rendah kalori dan kaya nutrisi. Hindari camilan yang banyak menggunakan MSG (monosodium glutamat), karena inilah yang dapat membuat seseorang kecanduan untuk makan lagi dan lagi.

Hindari pula camilan yang terlalu banyak gula, garam, dan pewarna makanan. Pilih makanan alami yang disediakan langsung oleh alam seperti kacang-kacangan, biji-bijian dan olahannya. Anda juga bisa mencoba sayuran dan buah-buahan segar karena kandungan vitamin dan mineralnya akan menjaga daya tahan tubuh Anda agar tetap prima sepanjang hari. (dan)

BACA JUGA : Minum Susu, Menyehatkan atau Membahayakan?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes