Reverse Diet

Reverse Diet, Ampuh Perbaiki Metabolisme yang Lambat

Apkah Anda sering mengikuti perlombaan body contest atau kompetisi binaraga? Ya, tak dipungkiri lagi bahwa setiap akan tampil di ajang body contest ataupun binaraga maka seseorang akan melakukan diet ekstra yang menuntut agar pembentukan otot-ototnya menjadi kering. Sehingga, otot-otot tersebut akan nampak lebih menonjol saat penilaian nanti.

hEADLINE dIET

Diet yang dilakukan sesaat sebelum kompetisi tersebut tak lain dapat merusak metabolisme mereka. Namun, setelah perlombaan berakhir, mereka dapat kembali mengasupi tubuhnya dengan nutrisi-nutrisi seperti biasanya. Inilah yang akhirnya mendasari lahirnya Reverse Diet. Lalu apakah itu Reverse Diet?

Mengenal Reverse Diet

Ya, reverse diet adalah metode diet yang banyak digunakan oleh mereka para atlet body contest ataupun binaraga, di mana saat perlombaan tersebut metabolisme mereka telah ‘rusak’ karena diet ekstrem. Namun, setelah masa perlombaan berakhir, mereka yang mengikuti ajang serupa akan memulihkan metabolisme dengan menambah asupan makanan.

Jika Anda berpikir bahwa reverse diet adalah metode diet dengan melakukan makan lebih banyak maka hal tersebut bisa dibilang benar, namun juga dapat salah.

Reverse diet buakan berarti Anda harus memakan banyak porsi makanan untuk menghindari kelaparan, melainkan dengan menambah asupan kalori secara perlahan dalam rentang waktu tertentu. Hal ini dilakukan untuk menambah asupan kalori secara perlahan dalam waktu tertentu. Jika penambahan kalori diseimbangkan dengan kadar nutrisi yang pas, maka hal tersebut dapat memperbaiki metabolisme tubuh Anda.

Namun sayangnya, kata “kadar nutrisi yang pas” membuat banyak orang menyalahartikannya. Padahal, reverse diet hanya berfokus pada perbaikan metabolisme tubuh. Di samping tetap menambahkan massa otot dengan latihan, meminimalisir lemak dengan cara menambahkan asupan kalori secara perlahan dalam waktu tertentu juga menjadi tujuan dalam reverse diet ini.

Lalu Apa Bedanya Fat Loss dengan Reverse Diet?

Ya, mungkin Anda bertanya-tanya tentang perbedaan keduanya. Bagi Anda yang baru saja memahami apa itu reverse diet, informasi ini begitu mendasar, namun sangat penting.

Jika fat loss adalah posisi ketika tubuh Anda mengalami defisit dalam jumlah asupan kalori yang masuk ke tubuh Anda, maka dalam hal ini Anda membakar lebih banyak kalori daripada asupan kalori yang masuk ke tubuh Anda.

Sebaliknya, reverse diet dalah fase ketika seseorang hanya memprioritaskan pada perbaikan metabpolisme, bukan pembakaran kalori. Kalori yang dibutuhkan oleh setiap individu berbeda-beda, hal ini tergantung pada tipe tubuh Anda (ectomorph, mesomorph, atau endomorph). Reverse diet tak hanya dilakukan oleh mereka yang baru saja melakukan perlombaan, namun juga cocok bagi mereka yang telah melakukan diet ketat.

Cocok Dilakukan Bagi?
Tak hanya itu, diet reverse juga baik dilakukan oleh seseorang dengan kondisi berikut ini:
– Telah melakukan diet low karbo dan glukosa.
– Seseorang yang merasa memiliki metabolism yang lambat.
– Telah melakukan diet keras, namun masih merasa energinya terkuras dan lelah.

Ini Kuntungan Melakukannya!
Sedangkan ketika Anda melakukan reverse diet, maka keuntungannya adalah:
– Makan lebih banyak dari porsi diet Anda
– Memiliki energy lebih dalam menjalankan keseharian Anda
– Bisa melakukan latihan tidak hanya untuk fat loss saja, melainkan juga bisa berfokus ke strength training dan body shaping.

Nah, sudah tahu ‘kan apa itu reverse diet? Jika Anda memutuskan untuk menggunakan metode diet ini, maka perbanyak referensi tentang metode diet reverse diet. Semoga bermanfaat. (gie)

BACA JUGA: Hindari Kebiasaan Ini Jika Ingin Bobot Tubuh Anda Ideal

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes