tes yang perlu Anda lakukan sebelum diet

Sebaiknya Lakukan Tes Ini Dulu Sebelum Berdiet

Anda mungkin sudah mengenal berbagai metode diet. Bahkan Anda mungkin pernah mencoba salah satu metode diet tersebut.

tes yang perlu Anda lakukan sebelum diet

Melakukan diet apapun demi tujuan yang Anda inginkan memang dibenarkan selama tidak mengganggu kesehatan Anda. Itulah sebabnya sebelum melakukan diet, sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan ahli kesehatan. Terutama jika Anda ingin melakukan diet jangka panjang.

Ada beberapa tes yang bisa Anda jalani sebelum Anda berdiet. Tes ini memang tidak harus dilakukan. Akan tetapi tidak seorangpun yang mengetahui kondisi kesehatannya sebelum melakukan pemeriksaan.

Tes ini bisa dijadikan pertimbangan untuk mengkukur tingkat kesehatan Anda sebelum berdiet. Sekaligus untuk mengetahui apakah metode diet yang Anda pilih aman bagi kesehatan Anda.

Pemeriksaan Lemak

Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas dan diabetes. Sindrom diet yoyo (berat badan naik turun) dapat menurunkan HDL (kolesterol baik) sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Pemeriksaan lemak ini meliputi cek kadar HDL, LDL, dan trigliserida. Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, dalam setiap desiliter darah, kadar LDL harusnya kurang dari 130mg, kadar HDL lebih dari 55 mg, dan trigliserida tidak lebih dari 250mg.

Pemeriksaan Hemoglobin

Berguna mendeteksi diabetes tipe 2. Menurut American Diabetic Association, lebih dari 5 juta orang tidak mengetahui bahwa mereka mengidap diabetes. Pemeriksaan ini diperlukan bila tekanan darah Anda lebih dari 140/90, berat badan Anda 20 persen melebihi berat badan ideal, atau Anda berusia di atas 45 tahun.

Para ahli gizi menyarankan pemeriksaan hemoglobin ketimbang pemeriksaan gula darah, karena pemeriksaan hemoglobin dapat memberikan informasi tentang kadar gula darah.

Pemeriksaan Fungsi Timid

Berguna mendeteksi disfungsi tiroid. Dibutuhkan terutama bagi mereka yang ingin menambah berat badan. Keletihan, berat badan bertambah dan nyeri otot menandakan terjadinya hipotiroidisme (penurunan fungsi tiroid). Sedangkan penurunan berat badan, jantung berdebar-debar, dan kecemasan menunjukkan peningkatan fungsi tiroid.

Pemeriksaanyang harus dilakukan setiap tahun (atau per 3 bulan jika Anda mengalami gejala tertentu) ini akan mengukur kadar hormon perangsang tiroid, tiroksin, dan triodotironin. Perubahan kadar salah satu dari ketiganya menandakan adanya suatu masalah.

Setelah hipotiroidisme diatasi, berat badan memang akan turun dengan mudah. Namun, kelebihan berat badan tidak selalu merupakan hasil ketidakseimbangan hormonal.

Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Berguna untuk mendeteksi ureum dan kreatinin darah. Pemeriksaan ini dapat mengukur adanya penurunan fungsi ginjal di mana terdapat peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam darah. Bila ini terjadi, ada baiknya Anda membatasi asupan protein agar tidak memperberat kerja ginjal.

Selain itu, pemeriksaan fungsi ginjal juga berfungsi untuk mendeteksi kadar asam urat darah. Diet rendah kalori biasanya akan meningkatkan asam urat dalam darah. Kadar yang sudah tinggi sebelumnya dapat bertambah tinggi, bila Anda menjalankan diet ini. Asam urat tinggi dapat memicu penyakit asam urat dan batu ginjal.

Well, tidak ada salahnya menjalani pemeriksaan dulu sebelum berdiet. (dan)

BACA JUGA : MENGUBAH TUBUH MENJADI MESIN PEMBAKAR LEMAK

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes