kehilangan massa otot

4 Tanda Bahwa Tubuh Anda Kehilangan Massa Otot, Bukan Lemak

Kehilangan massa otot bisa merugikan bila tujuan Anda adalah menurunkan berat badan.

Menurunkan berat badan itu sulit.

Ada banyak hal yang perlu dilakukan.

Mulai dari perubahan pola makan hingga latihan yang rutin. Dan itu, tentu akan dapat mengubah gaya hidup Anda secara drastis dari yang semula.

Karena itulah dibutuhkan komitmen yang kuat untuk melakukannya.

Umumnya, target menurunkan berat badan adalah dengan mengurangi kadar lemak berlebih dalam tubuh, namun di sisi lain meningkatkan massa otot.

Terkadang saat di tengah jalan, ada saja hal yang tidak diharapkan terjadi.

Salah satunya adalah bukan kehilangan lemak, melainkan kehilangan massa otot.

Pastinya, hal itu bukanlah skenario yang baik untuk program Anda.

Otot adalah pemain utama dalam gerakan maupun fungsi tubuh.

Kehilangan massa otot, kekuatan, dan daya tahan tubuh akan berpengaruh negatif pada tubuh yaitu menyebabkan penurunan fungsional tubuh Anda.

Meski begitu, tubuh Anda secara alami tidak seharusnya menggunakan otot lebih dulu dalam usaha menurunkan berat badan, apabila Anda melakukannya dengan benar.

Otot tidak akan hilang sebelum lemak. Proses ini sendiri tergantung pada nutrisi dan juga volume aktivitas (latihan) yang Anda lakukan.

Sebagai contoh, bila Anda mencoba menurunkan berat badan namun dengan tidak makan dan berlatih intens, maka hal itu yang bisa menyebabkan otot lebih dulu dibakar sebelum lemak.

Mengapa Otot Bisa Dibakar Lebih Dulu Daripada Lemak?

kehilangan massa otot

Bagaimana ini bisa terjadi?

Tubuh akan menggunakan karbohidrat (glukosa) sebagai sumber energi terlebih dahulu.

Dan bila sumber energi tersebut tidak tersedia di glikogen, maka akan mengambil glukosa yang telah tersimpan di hati dan otot.

Sementara lemak sendiri juga digunakan sebagai energi, namun bergantung pada durasi aktivitas fisik yang dilakukan.

Ahli nutrisi dari Academy of Nutrition and Dietetics mengatakan, diet sehat biasanya 45-65% dari karbohidrat, 15-35% protein, dan 20-35% lemak.

Intinya adalah memiliki diet seimbang dan tidak membatasi asupan makanan yang sangat rendah.

Sederhananya, sangat baik bila tidak mengurangi makanan secara drastis.

Adapun, proporsi di atas juga masih bergantung pada jenis diet yang Anda ikuti. Seperti diet keto (rendah karbohidrat), diet Atkins (tinggi protein), atau rendah lemak.

Tetapi bila secara ekstrim (pengurangan), maka tubuh Anda akan mulai merasakannya (menyiksa atau berlapar-lapar).

Lalu bagaimana Anda bisa tahu apakah tubuh Anda kehilangan massa otot dan bukan lemak?

Tanda-Tanda Tubuh Anda Kehilangan Massa Otot, Bukan Lemak

kehilangan massa otot

1. Setiap Latihan Terasa Tegang

Sudah hampir pasti, penyusutan otot ini akan berdampak pada latihan (olahraga) Anda.

Ketika ini terjadi, bukan tidak mungkin latihan Anda akan jadi lebih sulit.

Yang paling terlihat adalah kekuatan otot yang berkurang. Anda tidak dapat mengangkat beban maupun jumlah repetisi yang pernah Anda lakukan sebelumnya.

2. Aktivitas Menjadi Lamban Karena Kehilangan Massa Otot

Nutrisi yang tidak memadai dapat menyebabkan kehilangan massa otot yang pada akhirnya dapat mengurangi kinerja apapun aktivitas harian Anda.

Penyebabnya adalah karena Anda kekurangan energi dan mungkin juga merasa overtraining (kelelahan).

3. Persentase Lemak Tubuh Stagnan

Perubahan (penurunan) berat badan mungkin akan membuat Anda sedikti sumringah.

Tapi tunggu, ketika itu terjadi, hitung juga berapa persentase kadar lemak Anda.

Bila tidak ada perubahan ketika berat badan turun, itu bisa jadi pertanda bahwa tubuh Anda kehilangan massa otot.

4. Penurunan Berat Badan yang Cepat

Lagi, penurunan berat badan yang cepat adalah hasil yang baik untuk Anda.

Tapi sekali lagi, itu bukan sepenuhnya kabar baik untuk massa otot Anda. Kecuali, bila memang kondisi Anda sebelumnya adalah benar-benar overweight.

Karena semakin banyak lemak yang Anda miliki, maka semakin besar kemungkinan Anda kehilangan lemak daripada otot.

Tapi hal itu mungkin akan sedikit berbeda bila kondisi awal Anda adalah yang biasa, artinya tidak ada perbedaan signifikan antara kadar lemak dan massa otot.

Penurunan berat badan dengan cepat biasanya diskontinyu atau tidak terjadi lagi setelahnya. Bahkan mungkin berat badan bisa kembali bertambah atau yang biasa dikatakan dengan diet yoyo.

Proses ini (penurunan berat badan) akan lebih baik bila terjadi pada waktu yang lama dan kesabaran. Bila di istilahkan, penurunan berat badan adalah maraton dan bukan sprint.

Apakah Anda saat ini mengalami tanda-tanda di atas? Segera lakukan perubahan bila Anda mengalaminya dan tidak ingin kehilangan massa otot yang lebih banyak lagi. Semoga bermanfaat.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes