Waspadalah! Obesitas Picu Melonjaknya Nafsu Makan

Tidak dapat dipungkiri bahwa nafsu makan dan diet yang Anda jalankan merupakan dua faktor yang saling berhubungan satu sama lain. Peneliti mengungkap bahwa sebagian orang akan lepas kendali saat melawan rasa lapar. Dan bahkan akan mengalami stres jika tidak dapat melampiaskan nafsu makan.

Latihan Rutin bisa Turunkan Nafsu Makan

School of Sport, Exercise and Health Sciences di Loughborough University mengemukakan bahwa latihan memiliki peran yang cukup penting dalam mengendalikan nafsu makan.

Penelitian dilakukan dengan menguji sebanyak 20 partisipan dengan berat badan normal dan 20 perempuan obesitas diminta untuk melakukan jalan cepat di atas mesin treadmill tiap pagi selama 45 menit. Setelah itu, para peserta ini diperlihatkan foto makanan-makanan lezat. Aktivitas otak para peserta juga direkam menggunakan peralatan khusus.

Para partisipan diminta untuk mencatat makanan apa saja yang dikonsumsi setelah latihan dan berapa lama latihan yang dilakukannya tiap pagi. Hasilnya, setelah berolahrga para partisipan dengan berat badan normal dan obesitas sama-sama makan dalam porsi yang sama bahkan lebih sedikit dari sebelumnya.

Biasanya seseorang akan mengeluh jika berhenti berolahraga berat badan akan kembali meningkat. Ini masuk akal, karena saat berhenti berolahraga tubuh akan membakar lebih sedikit lemak dan mengurangi hormon penekan rasa lapar yang membuat Anda makan lebih banyak dari sebelumnya. ugg outlet australia auckland

Dua Hormon Pengatur Nafsu Makan

Ada beberapa hormon yang turut berperan dalam mengendalikan nafsu makan. Dua yang paling dikenal  adalah grehlin (hormon yang meningkatkan nafsu makan) dan peptide YY atau PYY (hormon pengurang nafsu makan). Ketika Anda mengasup makanan kaya protein, maka tubuh akan melepaskan hormon PYY yang dapat mengurangi nafsu makan. Proses serupa juga terjadi saat seseorang berolahraga. Saat hormon PYY dilepaskan, tubuh juga melepaskan hormon sejenis peptide bernama Glukagon yang membantu menekan nafsu makan.

Glukagon adalah hormon yang dilepaskan ketika kadar gula tubuh menurun. Hormon ini juga membantu pelepasan gula yang tersimpan dalam sel-sel lemak, sehingga membantu pemecahan lemak. Selain itu, glukagon juga bekerja pada proses afterburn effect, dengan memaksimalkan pembakaran gula dalam sel-sel lemak untuk diubah menjadi energi.

Tiap Individu Memiliki Reaksi yang Berbeda

Latihan dan olahraga memang menjadi cara yang tepat untuk mengurangi nafsu makan, namun tidak semua orang dianjurkan untuk melakukan cara ini tergantung dari kondisi dan reaksi tubuh masing-masing individu. michael kors ava kors ankle boots Bagaimana pun juga olahraga tidak akan meningkatkan nafsu makan seperti yang dianggap sebagian besar orang. Banyak yang menganggap semakin sering berolahraga, semakin banyak makanan yang dikonsumsi.

Dari sudut pandang praktis atlet tidak perlu merasa khawatir bahwa olahraga akan menyebabkan makan berlebihan karena ada bukti yang cukup untuk mendukung ini. Bagi mereka yang menginginkan penurunan berat badan mungkin ada beberapa manfaat dalam melakukan latihan pada periode postprandial atau after eating untuk memberikan kekuatan dalam mengendalikan nafsu makan.

Para peneliti menganggap bahwa dengan berolahraga beberapa menit setelah makan dapat memperpanjang waktu kenyang dan menekan nafsu makan.  Mereka juga menyatakan bahwa seseorang akan mengonsumsi makan malam dalam porsi yang lebih kecil jika rajin berolahraga. Inilah sebabnya para peneliti menganjurkan untuk menambahkan beberapa latihan tambahan dalam seminggu.

Obesitas dapat Memicu Nafsu Makan

Jika olahraga dapat menurunkan nafsu makan, ada faktor lain yang berbanding terbalik dengan hasil penelitian tersebut, yaitu bahwa obesitas dapat meningkatkan nafsu makan seseorang! Semakin banyak lemak tersimpan makan semakin tinggi tubuh Anda akan merasakan lapar.

Tim peneliti dari University College London mengungkap bahwa kelebihan jumlah lemak dalam tubuh dapat menghalangi pelepasan hormon yang mengendalikan nafsu makan. hal ini sekaligus menjawab pertanyaan banyak kalangan mengapa orang obesitas lebih sulit bertahan dalam diet. Meski pun mereka makan cukup banyak, ugg outlet barstow brisbane mereka akan cenderung lapar dari orang yang makan dalam porsi kecil sekali pun.

Lapar bisa Membunuh Hormon PYY dan GLP-1

Dua hormon yang berperan dalam menekan nafsu makan yakni PYY dan GLP-1 sangat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya kadar lemak tersimpan. Kita tahu bahwa hormon tersebut memainkan peran kunci dalam mengendalikan nafsu makan dan berapa banyak makanan yang akan kita makan. Dan penelitian menunjukkan bahwa obesitas dapat merusak dan bahkan membunuh kedua hormon tersebut. Tingginya sel-sel lemak pada obesitas menghalangi kedua hormon tersebut untuk mengirimkan sinyal ke otak untuk berhenti makan. ini berarti Anda akan makan banyak dalam waktu yang lebih lama.

Nah, kini Anda telah mengetahui bagaimana hubungan antara olahraga, nafsu makan, dan obesitas dalam proses penurunan berat badan Anda.  Jika olahraga dapat menekan nafsu makan sedangkan obesitas meningkatkan nafsu makan, tentu Anda bisa menentukan pilihan yang tepat untuk diri Anda. (dan)

BACA JUGA : Apakah Air Es Mengemukkan dan Membuat Perut Buncit? nfl jerseys ranked custom 2 <

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes