pertumbuhan anak

Yang Dilakukan Orang Tua Jika Anaknya Alami Obesitas

Orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya. Ketika buah hati masih kecil, Anda pasti menginginkan agar tubuhnya menjadi gemuk, sehingga pola tingkahnya akan menjadi lucu dan menggemaskan. Namun, bagaimana jika buah hati Anda menginjak usia enam tahun ataupun usia anak-anak pada umumnya? Apakah Anda masih menginginkan pertumbuhan badannya menjadi gendut?

Obesitas Anak

Perlu Anda ketahui, sebagian besar bobot tubuh semasa kecil akan terus terbawa hingga dewasa nantinya. Dengan demikian, jika anak Anda mempunyai tubuh gendut, kemungkinan besar saat menginjak usia remaja tubuhnya tak berubah banyak. Bahkan, ketika Anak Anda berniat untuk menurunkan berat badan akan terasa sulit. Itulah sebabnya, Anda harus memperhatikan pola tumbuh kembang anak Anda semenjak dini.

Berikut adalah informasi, agar anak Anda mampu melawan obesitasnya.

1. Mencari Perubahan Kecil yang Berefek Besar

Memang, anak-anak akan lebih suka makanan yang mempunyai rasa manis. Itulah sebabnya, sarapan favorit anak Anda adalah sereal manis. Anda tentu mengetahuinya, bahwa makanan yang mempunyai rasa manis akan mempunyai banyak risiko untuk menambah berat badan Anda? Untuk itu, coba secara perlahan gantilah sarapan anak-anak Anda dengan oatmeal atau makanan menyehatkan lainnya. Tapi, jangan pernah melawan kebiasaan. Ubahlah kebiasaan Anda secara perlahan. Caranya, selingi antara sarapan sereal dan oatmeal secara bergantian.

2. Jangan Terkesan Memaksakan

Sedikit disinggung pada poin awal, bahwa memaksakan kehendak terhadap anak Anda merupakan hal yang salah. Bagaimanapun juga, anak Anda masihlah seorang anak yang belum mengerti akan nutrisi dan hal-hal lainnya. Untuk itu, jangan pernah memaksakan mengubah kebiasaan anak Anda secara instan. Hal tersebut justru malah mempengaruhi tumbuh kembangnya. Ingat, anak kecil justru membutuhkan banyak nutrisi yang lebih beragam dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini demi kebaikan proses perkembangan anak Anda. Sabar adalah upaya satu-satunya untuk membuat anak Anda mengerti dan menurut dengan apa yang Anda katakaa. Jangan pernah memarahi anak Anda karena mengonsumsi nutrisi yang salah.

3. Menghindari dan Membuang Kebiasaan ‘Sampah’

Suatu ketika anak Anda sedang bermain dengan teman-teman sebayanya. Temannya mempunyai tubuh yang tambun dengan perut buncitnya. Ya, terlihat lucu dan imut sekali ketika Anda mengamati tingkahnya. Namun, bagaimana jadinya jika tubuhnya yang seperti sekarang terbawa hingga dewasa? Pasti akan berat untuknya. Itulah, mengapa mulai dari sekarang batasi camilan anak Anda. Misalnya, Anda sering membelanjakan anak Anda sekantung penuh permen, mulai dari sekarang gantilah dengan buah-buahan.

4. Gunakan Kreativitas untuk Membujuk

Kebanyakan anak, tidak akan mau untuk mengonsumsi sayur mayur. Jika Anda memaksa anak Anda untuk mengonsumsinya, maka bisa jadi anak Anda semakin membelot. Itulah sebabnya Anda perlu untuk menggunakan kreativitas dan kemampuan Anda. Misalnya, ketika Anak tidak suka mengonsumsi sayur, maka kreasikan masakan Anda dengan membentuknya seperti tokoh kartu, ataupun menyerupai hal-hal yang disenangi oleh anak kecil. Anda juga bisa membuat makanan ringan dengan bahan baku sayur. Toh semua resep telah ada dan tersedia di banyak buku ataupun internet. Intinya, jika Anda ingin membujuk anak Anda, maka gunakan cara berpikir anak kecil. Tanpa kita paksa, Anda akan mendapatkan kepatuhan dari Anak Anda.

5. Amati Tumbuh Kembangnya Tanpa Harus Khawatir yang Berlebihan

Namanya anak-anak, tentu mereka mempunyai pemikiran tentang dunianya sendiri. Cara berpikirnya pun juga masih imajinatif. Jadi, biarkan mereka berkembang dengan caranya sendiri. Tugas orang tua hanyalah mengarahkan jika Anda yang kurang sesuai dan patut untuk dibenarkan. Jangan pernah memaksa anak Anda untuk mengonsumsi nutrisi yang telah Anda konsumsi setiap hari. Bagian yang terpenting adalah, Anda telah melakukan usaha-usaha yang sepatutnya orang tua lakukan untuk anaknya. Namun, semua itu harus dilakukan dalam tahap yang sewajarnya.

Anak merupakan anugerah yang terindah. Itulah sebabnya, Anda tak boleh main-main dalam hal mendidik dan merawatnya. Kekhawatiran Anda akan tumbuh kembang anak adalah suatu hal yang lumrah. Namun, kekhawatiran itu berubah menjadi bencana jika Anda selalu cemas dan memaksakan keinginan Anda terhadap anak-anak Anda. Jadi, biarkan mereka berkembang dengan sewajarnya. Tugas Anda adalah mengamati dan mengarahkannya jika ada yang salah. (gie)

BACA JUGA: Tak Ingin Obesitas, Banyak Remaja Turunkan Berat Badan

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes