Jumlah Kematian Wanita Perokok Meningkat Tajam!

Menurut hasil studi terbaru di AS, jumlah kematian akibat kanker paru-paru dan penyakit lainnya terkait penggunaan tembakau dikalangan wanita perokok tercatat mengalami peningkatan yang cukup tajam dibandingkan 20 tahun terakhir.

jumlah kematian meorkok

Wanita perokok saat ini mengisap rokok lebih banyak ketimbang wanita di generasi sebelumnya, terhitung pada remaja masa kini yang merokok lebih banyak per harinya. Konsumsi rokok juga memuncak di kalangan perokok wanita sejak 1980-an lalu, demikian menurut penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine (NEJM).

Peningkatan risiko kematian akibat kanker paru-paru dan penyakit paru-paru obstruktif kronis (COLD) pada wanita perokok sudah cukup besar di seluruh populasi selama 50 tahun terakhir.

“Peningkatan risiko kematian yang tinggi pada wanita perokok terus berlanjut selama beberapa dekade. Fakta juga menyatakan bahwa target pasar sejumlah perusahaan rokok didominasi oleh wanita,” kata Michael J. Thun, mantan wakil presiden emeritus dari American Cancer Society (ACS).

Penelitian ini melibatkan lebih dari 2,2 juta orang dewasa berusia 55 tahun dan lebih tua. Bagi wanita yang merokok pada 1960, risiko kematian akibat kanker paru-paru adalah 2,7 kali lebih tinggi daripada non-perokok.

Dalam data terbaru (2000-2010), risiko kematian meningkat menjadi 25,7 kali lebih tinggi dibandingkan non-perokok. Risiko kematian akibat COLD di kalangan wanita perokok adalah 4,0 kali lebih tinggi dibandingkan wanita non-perokok pada 1960-an. Namun menurut data terbaru, risiko kematian pada wanita perokok meningkat menjadi 22,5 kali lebih tinggi.

Sekitar setengah dari peningkatan risiko kedua kondisi ini terjadi selama 20 tahun terakhir. Pada pria perokok, risiko kanker paru-paru sudah mencapai tingkat tinggi sejak diamati pada 1980, sedangkan risiko kematian akibat COLD terus meningkat karena alasan yang tidak jelas.

Dalam data terbaru, pria dan wanita perokok memiliki risiko tinggi yang relatif hampir sama untuk terkena kanker paru-paru, COLD, penyakit jantung iskemik, stroke, dan penyakit jantung lainnya.

Penelitian ini juga menegaskan bahwa berhenti merokok pada usia berapa pun, secara dramatis mampu menurunkan angka kematian akibat semua penyakit utama terkait merokok, dan berhenti merokok jauh lebih efektif ketimbang mengurangi jumlah rokok yang diisap. (jay)

BACA JUGA: Tingginya Kalsium Darah Bisa Prediksi Kanker Ovarium?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes