sistem kekebalan tubuh

6 Makanan Peningkat Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh memainkan peran penting dalam kesehatan tubuh secara keseluruhan, terlebih saat musim hujan seperti sekarang. Berikut ini beberapa makanan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

sistem kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh Anda memainkan peran penting dalam kesehatan secara keseluruhan dan kesehatan. Sayangnya, kekebalan tubuh dapat diganggu oleh radikal bebas dan stres oksidatif dari faktor lingkungan dan gaya hidup.

Mengonsumsi makanan kaya akan nutrisi yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh, sangat penting untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan. Untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat, coba tambahkan beberapa makanan berikut ini.

Sup Ayam

Sup ayam mungkin tidak hanya dapat melegakan sakit tenggorokan dan tetap membuat tubuh terhidrasi. Penelitian dari University of Nebraska menemukan bahwa sup ayam dapat menghambat pergerakan peradangan sel darah putih, ini akan dapat mencegah datangnya pilek.

Peneliti yakin bahwa bumbu dalam sup ayam mengandung antiinflamasi. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, tambahkan sup ayam Anda dengan beberapa bumbu seperti oregano, bawang putih, ketumbar, wortel, atau bawang bombai.

Brokoli

Brokoli mengandung nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh seperti vitamin A, vitamin C, dan induknya antioksidan glulathione (GSH). Senyawa ini melindungi tubuh dari radikal bebas, meningkatkan daya tahan tubuh, dan meningkatkan perlindungan antioksidan.

Peneliti terakhir dari European Journal of Nutrition menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen glutathione 1000 miligram per hari dapat meningkatkan kadar glutathione dalam darah dan menguatkan daya tahan tubuh.

Untuk memaksimalkan manfaat vitamin C dan glutathione, sebaiknya mengonsumsi brokoli mentah. Jika Anda bukan penggemar brokoli mentah, cobalah membuat brokoli salad segar dengan keju parut dan sayuran lainnya untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Sarden

Ikan berlemak kaya omega-3 asam lemak, yang hasil penelitian menunjukkan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan peradangan dalam tubuh. Selain itu, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Leukocyte Biology menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan fungsi sel-sel kekebalan.

Ikan sarden, salmon, tuna, dan ikan trout adalah sumber yang baik dari asam lemak omega-3. Sarden tidak hanya tinggi asam lemak omega-3, ukurannya yang kecil mereka sangat rendah kontaminan seperti merkuri. Sarden juga memberikan nutrisi penting lainnya bagi sistem kekebalan tubuh.

Yogurt

Makan “bakteri baik” (atau probiotik) dapat membantu meningkatkan pencernaan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda. Penelitian menunjukkan yogurt dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Sebuah studi dari University of Vienna di Austria menunjukkan bahwa mengonsumsi yoghurt setiap hari (7 ons) adalah langkah efektif dalam mempromosikan kekebalan tubuh.

Yogurt juga diperkaya dengan vitamin D. Penelitian terbaru telah menghubungkan bahwa kadar rendah vitamin D dapat meningkatkan risiko flu dan pilek. Untuk kesehatan yang optimal, jangan mengonsumsi yogurt dengan tambahan gula (pemanis) buatan seperti soda. Sebaliknya, pilih yogurt dan tambahkan rasa manis alami Anda sendiri seperti buah segar, buah kering, atau madu.

Jamur

Jamur telah lama dikenal untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Jamur kaya selenium, vitamin B, dan antioksidan, semua nutrisi penting untuk menjaga tubuh Anda. Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa jamur meningkatkan produksi dan aktivitas sel-sel darah putih, yang bermanfaat ketika melawan infeksi.

Jamur Maitake, Reishi, dan Shiitake tampaknya memberikan manfaat terbesar untuk kekebalan tubuh. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, konsumsi jamur sebanyak satu atau dua ons per hari. Jamur dapat dicampur dalam salad, pasta saus, sautes, omelet, sup, pizza, atau sebagai pengganti daging untuk daging sapi.

Teh

Baik teh hijau maupun teh hita, keduanya berpotensi melawan penyakit antioksidan (polifenol dan flavonoid) yang melindungi terhadap radikal bebas dan membantu menghancurkan mereka. Satu studi menunjukkan bahwa katekin, jenis tertentu dari polifenol dalam teh, dapat membunuh virus tertentu.

Studi lainnya dari Harvard menunjukkan bahwa orang yang minum 5 cangkir sehari teh hitam selama dua minggu, memiliki 10 kali lebih banyak memerangi virus interferon dalam darah daripada yang minum minuman panas plasebo. Baik teh hitam dan teh hijau kaya akan L-theanine, asam amino untuk membantu meningkatkan imunitas.

Semoga bermanfaat. (ctr)

BACA JUGA: Bagaimana Stres Gagalkan Penurunan Berat Badan?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes