7 Fakta Melajang yang Berdampak Bagi Kehidupan dan Kesehatan

7 Fakta Melajang yang Berdampak Bagi Kehidupan dan Kesehatan

Selain anggapan bahwa melajang adalah indikasi kesepian, ternyata melajang juga dapat mempengaruhi kehidupan dan kesehatan Anda. Apa pengaruhnya?

jomblo

Menjalin kasih dengan orang tercinta memang suatu hal yang diidamkan setiap orang. Namun kenyataannya, tak selamanya kita akan menjalani hubungan seindah dan semulus seperti alur skenario yang ada pada sinetron di televisi. Terkadang, hubungan yang rumit dengan kekasih malah memicu kesehatan yang buruk bagi tubuh Anda. Itulah sebabnya, bagi Anda yang melajang, tak ada salahnya untuk mensyukurinya. Dengan melajang, maka Anda dapat menggunakannya untuk memperbaiki kualitas hidup Anda. Berikut adalah fakta melajang yang berdampak pada kehidupan dan kesehatan Anda.

Menikah, Malah Picu Kenaikan Berat Badan

Berdasarkan penelitian dalam jurnal psikologi menunjukkan, pasangan bahagia yang baru menikah akan mengalami kenaikan berat badan dalam waktu empat tahun. Studi di Australia juga membenarkan hal tersebut. Menurut jurnal Body Image menunjukkan, perempuan yang merasa tertekan karena ingin langsing sebelum pernikahan mereka, justru akan mengalami kenaikan berat badan enam bulan setelahnya. Pria yang sudah menikah juga akan cenderung memiliki kelebihan berat badan atau obesitas dibandingkan dengan orang yang masih melajang.

Memungkinkan Anda untuk Olahraga Teratur

Banyak wanita dan pria yang masih lajang peduli dengan kesehatan mereka. Mereka akan lebih sering untuk latihan, makan-makanan sehat, dan memiliki gaya hidup sehat sepenuhnya. Berdasarkan studi oleh University of Maryland, banyak orang dewasa yang belum menikah, termasuk remaja yang masih lajang, mempunyai gaya hidup lebih sehat dibandingkan mereka yang sudah mempunyai pasangan. Survei di Inggris pada tahun 2011 menemukan hasil, bahwa 76 persen pria dan 63 persen wanita yang sudah menikah gagal memenuhi 150 menit aktivitas fisik dalam seminggu. Hanya 24 persen pria dan 33 persen wanita yang berhasil melakukan aktivitas tersebut dengan maksimal.

Lebih Mempunyai Waktu Berkualitas dengan Kolega

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh University of Massachusetts di Amherst menemukan bahwa orang yang melajang dapat menjaga hubungan yang lebih dekat dengan teman, tetangga, dan keluarga besar daripada mereka yang sudah menikah ataupun yang mempunyai pacar. Penelitian lain juga menemukan bahwa satu orang dewasa akan cenderung melakukan pekerjaan sukarela dan menjaga kontak dengan saudara kandung mereka. Jadi dengan masih melajang, Anda dapat memiliki kualitas hubungan yang dekat dengan kolega maupun keluarga.

Tidak Dihantui Masalah Finansial

Dengan menikah, maka dua orang akan melebur menjadi satu. Artinya, keuangan juga diatur berdua untuk kebutuhan sehari-hari. Namun pada kenyataannya, seseorang yang telah menikah akan dipusingkan dengan masalah finansial. Menurut sebuah studi di University of Michigan pada tahun 2005, lebih dari 2.000 orang dewasa yang telah menikah, satu dari dua orang mengaku melakukan kebohongan terkait dengan masalah keuangan kepada pasangannya. Orang yang menikah juga lebih mungkin untuk memiliki hutang kartu kredit. Hal itu terbukti mempengaruhi kesehatan fisik dan emosional.

Anggapan Bahwa Melajang Itu Tidak Bahagia

Melajang sering dipandang sebagai kesepian dan tidak mempunyai kebahagiaan dalam hidup. Bahkan bagi sebagian orang melajang dapat berdampak negatif pada kesehatan. Itu hanya anggapan yang salah. Menurut studi dari Bureau of Labor Statitistics baru-baru ini melaporkan bahwa 50,2 persen mayoritas orang dewasa di Amerika Serikat memilih untuk melajang. Itulah sebabnya banyak orang melajang yang bahagia dan sehat. Mereka mencintai kehidupan mereka walaupun banyak streotipe yang mengatakan bahwa melajang adalah bentuk dari ketidakbahagiaan dalam hidup.

Operasi Mungkin Jadi Lebih Berbahaya

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Emory University pada tahun 2012 mengatakan bahwa orang melajang memiliki tiga kali kemungkinan untuk meninggal dunia pasca operasi jantung, dan 71 persen lebih mungkin untuk meninggal dunia selama lima tahun berikutnya dibandingkan dengan orang yang telah menikah. Orang yang menikah cenderung lebih optimis untuk pemulihan mereka dibandingkan dengan orang yang masih melajang.

Namun, tampaknya penelitian tersebut tidak bisa dipastikan secara teoritis. Berdasarkan studi dari RAND Corporation, mereka melakukan survei terhadap prajurit yang terluka di kemiliteran, hasilnya terdapat veteran yang belum menikah memiliki kemampuan tingkat ketahanan yang lebih tinggi setelah sakit, cidera dibandingkan dengan orang yang telah menikah ataupun bercerai.

Berisiko Mengalami Masalah Kesehatan Jantung

Orang yang melajang 5 persen lebih memungkinkan mempunyai penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang sudah menikah. Menurut sebuah studi oleh American College of Cardiology pada tahun 2014, orang yang melajang, bercerai, atau menjadi janda memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi.

Namun, penelitian tersebut juga belum dapat dipastikan bahwa dengan menikah akan membuat kesehatan jantung Anda menjadi lebih baik. Dalam sebuah studi pada tahun 2006 dari University of Texas di Austin, lebih dari 9.000 orang tidak ada perbedaan signifikan secara statistik terkait risiko penyakit kardiovaskular antara mereka yang telah menikah dengan yang masih melajang. (gie)

BACA JUGA: 5 Latihan Simpel Untuk Anda Yang Tak Pernah Berolahraga

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes