Apakah Pemanis Buatan Aman? Ini Faktanya!

Tentu bagi Anda yang suka berbelanja ataupun suka makan pasti sering membaca beberapa ‘ingredient’ pada makanan, salah satunya yaitu pemanis buatan. Kita tidak bisa menghindari pemanis yang satu ini karena bahan ini sering ditemukan dalam ribuan produk dari minuman, makanan, kue, permen karet, dan pasta gigi.
CANDY

Ketakutan tentang efek bahaya dari pemanis ini mulai beredar sejak ditemukannya pemanis pertama yang bernama ‘Saccharin’ dikenal sebagai gulanya orang miskin pada tahun 1879. Kanker, kejang-kejang, stroke, tekanan darah tinggi, muntah, pusing adalah beberapa penyakit yang diklaim bisa datang saat kita mengonsumsi pemanis ini. Akan tetapi, tidak satupun dari penyakit-penyakit tersebut yang terbukti datang, dan permintaan pasar terhadap pemanis ini semakin meningkat.

Menurut penelitian yang dilakukan di Inggris, hampir ¼ penduduk di sana menggunakan pemanis buatan untuk kebutuhan rumah tangga. Pemanis rendah kalori ini digunakan sebagai pengganti gula untuk mempermanis makanan dan minuman. International Food Information Council di Amerika pada WebMD mengatakan bahwa diperbolehkan mengonsumsi pemanis buatan sebagai karena bahan ini merupakan pemanis rendah kalori dan sebagai alternatif pilihan pada makanan yang manis. Berikut beberapa pemanis buatan yang disetujui penggunaannya oleh FDA:

•Acesulfame potassium (Sunett)
•Aspartame (NutraSweet or Equal)
•Sucralose (Splenda)
•D-Tagatose (Sugaree)
•Saccharin (Sweet ‘N Low)

Sedangkan di Eropa, ada beberapa jenis pemanis buatan yang boleh dikonsumsi dan dinilai ketat oleh European Food Safety Authority (EFSA) sebelum dicampurkan ke dalam makanan & minuman, antara lain:

•Acesulfame K
•Aspartame
•Saccharin
•Sorbitol
•Sucralose
•Glikosida steviol
•Xylitol

Selain itu, Pusat Penelitian Kanker Di United Kingdom dan Badan Kanker Nasional Amerika dalam pernyataan yang dirilis di situs NHS Choice mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa pemanis buata bisa memicu resiko kanker. Malah banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa pemanis buatan aman bagi manusia. Pemanis buatan ini bisa Anda konsumsi setiap hari.

Apa Saja Jenis Pemanis Buatan yang Sehat?

Beberapa pemanis buatan dapat dikategorikan sebagai pemanis yang aman. Yang menjadi pertanyaannya adalah. Apakah pemanis tersebut dapat menyehatkan tubuh? Para produsen makanan mengklaim pemanis buatan dapat membantu mencegah kerusakan gigi, mengontrol kadar gula darah, dan membantu mengurangi asupan kalori.

EFSA telah menyetujui bahwa xylitol, surbitol, dan sucralose dapat menjaga kesehatan mulut dan mengontrol gula darah. Seorang ahli gizi, Emma Carder mengatakan bahwa penelitian terhadap pemanis buatan menunjukkan bahwa pemanis tersebut sangatlah aman digunakan pada makanan dan minuman, atau pada menu dalam diet yang sehat. Selain itu pemanis buatan juga akan sangat membantu penderita diabetes yang perlu menjaga gula darah agar mereka tetap bisa makan makanan kesukaan mereka. Emma juga menambahkan bahwa pemanis buatan memberikan rasa manis makanan dan minuman, tetapi apa yang membedakan mereka adalah setelah dikonsumsi, pemanis buatan tidak meningkatkan kadar gula darah.

Pada penelitian terbaru ditemukan juga bahwa penggunaan pemanis buatan mungkin memiliki efek merangsang nafsu makan. Oleh karena itu, mungkin pemanis buatan ini memiliki peran dalam penambahan berat badan dan obesitas. Akan tetapi ada sedikit bukti dari studi jangka panjang untuk menunjukkan bahwa pemanis menyebabkan asupan energi meningkat dan berkontribusi pada risiko obesitas.

Jadi, Anda tidak perlu takut untuk mengonsumsi pemanis buatan lagi. Konsumsilah secara bijak dengan takaran yang tidak berlebihan. Semoga bermanfaat. (mee)

BACA JUGA: Gebrakan Baru Untuk Diet Sukses Anda

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes