stres pengaruhi berat badan

Bagaimana Stres Gagalkan Penurunan Berat Badan?

Siapa di dunia ini yang tak mempunyai masalah? Tentu, semua makhluk hidup mempunyai masalah. Hanya yang membedakan adalah tingkatan masalah yang dialami oleh masing-masing orang. Jika masalah terlalu besar, bisa jadi Anda akan mengalami stres. Dan stres, adalah akar dari timbulnya berbagai macam penyakit. Banyak kaitan antara stres dengan kesehatan Anda. Untuk itu, berikut adalah informasinya untuk Anda!

Headline Stress

Hubungan Antara Berat Badan dan Stres

Hormon dikeluarkan oleh tubuh kita, yakni seperti testosterone, koristol, norepinefrin dan epinefrin yang erat kaitannya dalam mempengaruhi berat badan Anda. Saat Anda sedang stres, tubuh Anda akan mengatur program kimia secara otomatis. Ketika stres, tubuh Anda melepaskan hormon tertentu yang disebut koristol. Pelepasan hormon ini dapat mempengaruhi irama denyut jantung Anda meningkatkan tekanan darah, pernafasan, mengencangkan otot, dan menonjolkan fungsi indra Anda. Semua perubahan ini dapat menyebabkan kerusakan pada setiap sistem tubuh Anda. Jika sering atau secara terus menerus dapat membuat program penurunan berat badan Anda gagal. Karena semua itu dapat merangsang nafsu makan dan akibatnya membuat bobot tubuh Anda bertambah

Hubungan Stres dan Metabolisme

Koristol, yang dikenal dengan hormon stres dapat memperlambat metabolisme tubuh Anda. Jadi, jika stres sering terjadi, tubuh Anda tak akan dapat membakar kalori dengan banyak seperti sebagai mana mestinya. Bahkan, jika Anda mengubah pola makan Anda untuk membantu penurunan berat badan, semua upaya Anda akan sia-sia.

Hubungan Stres dan Keinginan Makan

Mungkin tanpa Anda sadari, stres membuat Anda untuk selalu doyan melahap apa saja, meskipun perut Anda tidak sering lapar. Ya, stres sering kali membuat Anda mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Meskipun hal tersebut adalah langkah untuk mengendalikan emosi Anda, namun melalui makanan tersebut tidak ada gizi yang masuk ke tubuh Anda. Jika Anda biarkan secara terus menerus, hal ini akan membuat sebuah pola baru. Anda tidak akan menunggu lapar ketika makan, melainkan Anda makan karena sedang dipengaruhi oleh stres.

Stres dan Timbunan Lemak

Karistol yang merupakan hormon stres dapat meningkatkan timbunan lemak dalam tubuh, terutama pada bagian perut Anda. Berada pada pengaruh tidak akan baik untuk perkembangan tubuh Anda. Hasilnya, tubuh Anda akan mengalami kenaikan berat badan.

Stres dan Gula Darah

Stres menyebabkan dapat meningkatkan gula darah Anda, sehingga membuat Anda selalu merasa lemah, lesu, menyebabkan perubahan suasana hati, dan membawa kelelahan. Ini dapat mempengaruhi gagalnya penurunan berat badan Anda dan risiko mengalami gangguan kesehatan lainnya. Bahkan, ketika Anda sedang melakukan diet seimbang, hal tersebut tetap saja tak banyak mengubah keadaan. Solusinya, yakni dengan menghilangkan stres itu sendiri.

Ya, stres memang dapat mempengaruhi kesehatan Anda dari berbagai lini. Untuk mengatasinya, Anda harus mengusir stres itu sendiri. Bagimana caranya? Ya, caranya adalah dengan berolahraga ataupun Anda bisa mencoba latihan-latihan dengan gerakan meditasi seerti yoga. Semoga bermanfaat. (gie)

BACA JUGA: 4 Pose Yoga Untuk Pasien Diabetes

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes