Berhentilah Meracuni Tubuh Anda!

Sampai kapan Anda akan membiarkan rokok merusak diri sendiri maupun kerabat terdekat?

Berhentilah Meracuni Tubuh Anda

Banyak fakta mencengangkan mengenai rokok yang terbukti berbahaya tanpa satupun keuntungan bagi pemakainya maupun yang cuma menghirup asapnya.

Apa saja kandungan di dalam rokok yang meracuni tubuh Anda? Berikut ini dikutip dari Fitness.

Hidrogen Sianida

Gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Zat ini ringan, mudah terbakar dan efisien menghambat serta merusak saluran pernapasan. Sebagai racun yang dapat menyebabkan kematian, hydrogen sianida digunakan pada racun tikus dan racun untuk eksekues hukuman mati narapidana. Sedikit saja hydrogen sianida dimasukkan ke dalam tubuh dapat berujung pada kematian.

Arsenik

Bahan kimia yang banyak ditemukan pada pestisida, herbisida, insektisida juga racun tikus. Arsenik dalam rokok berasal dari pestisida yang digunakan ke tanaman tembakau. Logam arsenik juga biasa dipakai mengeraskan logam lain dalam suati industry.
Satu hal yang menarik, pada zaman dahulu, raja Persia sering menggunakan arsenic untuk meracuni musuh-musuhnya karena ampuh serta sulit dideteksi. Dari hasil otopsi, kematian aktivis pembela HAM Munir pun akibat racun arsenik.

Tar

Kumpulan bahan kimia berupa sejenis cairan kental berwarna cokelat tua atau hitam ini bersifat karsinogen (menyebabkan kanker). Penelitian di Italia menyimpulkan, kumpulan tar dalam rokok sama dengan aspal yang digunakan untuk jalan raya. Tar dan nikotin merupakan dua zat paling berbahay dalam rokok. Ketika menghisap rokok, tar akan masuk ke rongga mulut dan membentuk endapan pada permukaan gigi, saluran pernapasan dan paru-paru. Kadar tar dalam rokok mencapai 0,5 hingga 35 mg per batang.

Asam Asetat

Sebuah senyawa kimia organic yang biasa digunakan sebagai bahan baku industry makanan, tekstil, petrokimia dan lainnya. Anda biasa terdengar bahan kini ini sebagai bahan pembersih lantai.
Asam asetat bersifat korosif atau dalam bahasa sehari-hari disebut perkaratan. Bayangkan tubuh Anda dimasuki bahan yang mampu membuat besi berkarat.

Metanol

Sebagai senyawa kimia, methanol merupakan bentuk alcohol paling sederhana. Cairan ini mudah menguap dan terbakar. Methanol banyak digunakan pada bahan bakar terutama roket. Senyawa ini bersifat korosif yang mampu merusak logam seperti alumunium.
Bayangkan pengaruhnya bila senyawa ini masuk ke dalam tubuh. Dalam rokok, racun methanol yang juga dikenal dengan nama metal alcohol ini terdapat pada pembungkusnya.

Amonia

Baunya khas dan tajam sehingga mudah dikenali bila tercium. Amonia bisa merusak organ manusi. Suatu badan administrasi keselamatan dan kesehatan pekerja di AS bahkan menentukan batasan waktu kontak dengan gas ini.
Kandungan ammonia ada di pembersih toilet maupun pupuk urea. Selain itu, penambahan amonia dalam rokok membuat nikotin lebih cepat diserap oleh paru-paru.

Nikotin

Nikotin merupakan senyawa alkaloid, zat berbahan dasar atom nitrogen yang terdapat pada akar dan daun tembakau. Nikotin dalam tumbuhan sebenarnya berfungsi mengusir serangga atau insektisida alami. Ada yang menyebut senyawa kimia ini sebagai nikotina.

Dalam tembakau, kandungan nikotin sekitar 0,6 hingga 6 persen dari berat kering keseluruhan. Nikotin dalam rokok memiliki efek adiktif sehingga perokok akan menjadi ketagihan untuk terus mengulang aktivitas mengisap rokok.

Kandungan nikotin dalam rokok adalah 0,5 hingga 3 mg yang seluruhnya diserap dalam darah. Ada pula efek psikoaktif yang membuat perokok merasa cemas bila tidak menghisapnya. Adrenalin ikut terpacu akibat konsumsi nikotin, hingga menyebabkan jantung dan tekanan darah naik dan bisa berakibat hipertensi atau darah tinggi.

Karbon Monoksida

Nama ilmiahnya CO. Gas ini tidak berbau dan berwarna. Merupakan gas buangan hasil pembakaran mesin dan asap rokok dari unsur zat arang dan karbon. Gas CO di satu batang rokok, mencapai 3-6 persen.

Bahayanya, perokok aktif hanya akan mengisap sepertiga bagian, sisanya diisap perokok pasif. Karena sulit dideteksi, gas CO jadi penyebab keracunan paling umum di beberapa negara. Gas CO juga mengikat hemoglobin dalam sel darah merah sehingga kadar oksigen yang dialirkan darah ke seluruh tubuh berkurang. Tubuh yang kekurangan oksigen tentu tidak mampu bekerja optimal hingga terjadi penyempitan pembuluh darah dan kerusakan organ. (aai)

BACA JUGA: Waspada, Statin Bisa Tingkatkan Risiko Nyeri Otot!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes