serangan jantung, angin duduk

Bingung, Antara Gejala Angin Duduk atau Serangan Jantung?

Menurut informasi dari WHO, serangan jantung merupakan faktor terbesar dalam jumlah angka kematian di dunia. Sekitar 17,5 juta jiwa atau 305 orang di dunia meninggal karena serangan jantung atau penyakit jantung lainnya.
JANTUNG

Di Indonesia sendiri hampir 60% kematian disebabkan oleh penyakit tidak menular termasuk penyakit jantung. Memang serangan jantung sangat sulit dideteksi dan diketahui gejalanya. Gejala serangan jantung hampir mirip dengan gejala angin duduk. Kedua penyakit ini memiliki gejala yang sangat mirip sehingga kita sering kali susah mengetahui apakah seseorang terkena serangan jantung atau terkena angin duduk? Maka dari itu simak beberapa perbedaan kedua penyakit tersebut berikut ini:

Angin Duduk

Menurut situs heart.org, angin duduk atau Angina Pectoris adalah istilah medis untuk nyeri dada yang diakibatkan karena penyakit jantung koroner. Hal tersebut terjadi saat otot-otot jantung tidak mendapatkan darah dan oksigen sebanyak yang dibutuhkan. Hal ini disebabkan karena salah satu atau beberapa otot arteri jantung menyempit atau tersumbat.

Jika Anda terserang angin duduk biasanya Anda akan merasakan nyeri di dada bagian tengah, merasa sesak dan merasa tidak nyaman di daerah leher, rahang, bahu, punggung atau lengan.
Menurut seorang dokter kardiologi, James Beckerman, MD, FACC di situs WebMD mengatakan bahwa angin duduk sering kali dipicu oleh emosi yang tinggi, stres, eksploitasi terhadap fisik atau aktifitas fisik yang berat, suhu ekstrem panas dan dingin, rokok, dan terlalu banyak makan makanan berat.

Gejala yang Sering Dirasakan Antara Lain:
-Dada seperti terasa penuh atau kenyang
-Dada terasa nyeri seperti diremas-remas
-Dada sering terasa nyeri saat tubuh melakukan aktivitas fisik yang berat
-Nyeri berlangsung secara singkat (kira-kira 5 menit atau kurang)
-Nyerinya bisa diredakan dengan obat atau istirahat
-Nyeri dada menyebar ke daerah lengan, punggung, atau daerah lain
-Sakitnya tidak datang secara mendadak, namun secara perlahan-lahan dan stabil

Angin duduk dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu angin duduk yang stabil dan tidak stabil. Angin duduk yang stabil (Stable Angina) biasanya terjadi pada waktu yang teratur, seperti saat Anda naik tangga dada akan terasa nyeri. Gejalanya juga bisa hilang setelah Anda beristirahat. Sedangkan angin duduk yang tidak stabil nyeri dada akan berlangsung lebih sering dan lebih lama. Gejala yang diderita juga lebih parah dan sulit diprediksi. Nyeri dada pada jenis angin duduk ini juga akan terasa meskipun Anda sudah beristirahat. Jika aliran darah dan oksigen semakin berkurang saat Anda terserang angin duduk ini, maka hal tersebut dapat memicu serangan jantung.

Pengobatan yang Bisa Anda Lakukan
Angin duduk dapat diredakan dengan istirahat dan obat nitrogliserin. Nitrogliserin mampu menenangkan arteri koroner dan pembuluh darah lainnya, mengurangi jumlah darah yang kembali ke jantung dan mengurangi beban kerja jantung. Dengan obat ini membuat arteri koroner meningkatkan pasokan darah ke jantung. Dan jika Anda merasa nyeri dada semakin buruk, sebaiknya konsultasikan diri Anda ke dokter. Untuk menjaga kesehatan jantung Anda, jangan lupa makan makanan yang membuat jantung Anda lebih kuat dan sehat.

Serangan Jantung (Infark Miokard)

Serangan jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Otot jantung membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Serangan jantung dapat terjadi apabila aliran darah yang membawa oksigen ke jantung tersumbat, terputus, atau terjadi gumpalan di arteri jantung. Hal ini terjadi karena arteri koroner yang menyuplai aliran darah ke otot jantung perlahan-lahan menyempit akibat penumpukan lemak, kolesterol, atau zat lain yang disebut plak. Proses penyempitan ini disebut aterosklerosis. Dan jika otot jantung kekurangan oksigen dan nutrisi maka hal tersebut dapat merusak bagian otot-otot jantung. Dalam medis, kondisi ini disebut iskemia. Dengan semakin rusaknya otot-otot jantung tersebut dapat memicu terjadinya serangan jantung.

Tanda-tanda Serangan Jantung Antara Lain:
-Dada terasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman ini sering cepat datang dan pergi, dan kadang datang dalam waktu yang cepat dan berlangsung lebih dari beberapa menit.
-Ketidaknyamanan pada tubuh bagian atas seperti sakit di daerah punggung, kedua lengan, leher, dan perut.
-Sesak napas.
-Kepala pusing .
-Keluarnya keringat dingin atau mual-mual ringan.

Dari studi yang dilansir oleh WebMD, hampir 21% pada wanita dan 10% pada laki-laki tidak mengalami gejala sama sekali saat terkena serangan jantung. Hanya saja ada pertanda khas yang sering dirasakan seperti pusing, sesak napas, dan keluarnya keringat dingin.

Demikian beberapa perbedaan antara gejala dan tanda dari serangan jantung dan angin duduk. Waspadai semua gejala tersebut. Selain dengan makan makanan penguat jantung, Anda juga bisa menurunkan kadar trigliserida, mengurangi darah yang terlalu kental, melindungi kesehatan jantung dengan suplementasi asam lemak sehat, salah satunya Omega 3 dari Ultimate Nutrition.

Terakhir, jangan lupa untuk selalu memulai hidup Anda dengan pola makan dan hidup yang sehat. Semoga bermanfaat.(mee)

BACA JUGA: Maksimalkan Pembakaran Kalori Dengan Battling Ropes

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes