Detoksifikasi: Mitos dan Fakta

Seiring dengan makin tingginya perhatian masyarakat tentang kesehatan, saat ini banyak sekali ditawarkan produk-produk atau teknik untuk meningkatkan kebugaran atau kesehatan, yang salah satunya adalah detoksifikasi. Apa sebenarnya detoksifikasi itu?

Berawal dari konsep bahwa saat ini kita tinggal di lingkungan yang banyak tercemar oleh polusi, baik dari makanan, asap maupun polusi lain yang tidak terhitung jumlahnya, muncul pemikiran bahwa diperlukan suatu cara untuk membersihkan badan dari kontaminasi tersebut.
Konsep detoksifikasi yang dijual kepada masyarakat saat ini banyak yang tidak tepat dan hampir tidak memiliki manfaat yang baik, hal ini akan kita bahas lebih lanjut.

Bila kita ingin melakukan detoksifikasi, maka terlebih dahulu harus diketahui apa jenis toksin yang ingin kita bersihkan bukan? Program detoksifikasi yang ada saat ini tidak dapat menjelaskan apa jenis racun yang ingin dibersihkan. Istilah polutan ataupun radikal bebas adalah terminologi yang sangat umum dan tidak spesifik untuk menjelaskan target detoksifikasi.

Memang benar bahwa kita terpajan oleh berbagai polutan, bahkan manusia sebenarnya tinggal dalam kolam polutan yang dapat merusak kerja tubuh, namun badan kita juga diciptakan dengan organ untuk melawan atau menetralkan racun tersebut yaitu liver dan ginjal. Kedua organ ini memiliki kapasitas kerja yang luar biasa dalam membersihkan racun.

Jadi adakah program detoksifikasi yang benar? Jawabnya pasti ada. Saya berikan contoh program detoksifikasi yang memang memiliki cara kerja dan target yang sudah jelas. Detoksifikasi dari opiat (narkoba) dengan nalokson, dalam hal ini, target nya adalah resptor opiat di otak, dan nalokson bekerja melalui kompetisi dengan opiat. Contoh lain adalah hemodialisa atau cuci darah pada orang gagal ginjal, racun yang menjadi target adalah ureum dan creatinin yang dibuang oleh alat dialisa.

Bagaimana dengan pembersihan usus yang banyak ditawarkan? Saya tidak melihat kegunaan dari hal ini juga. Kenapa? Karena memang usus kita diciptakan dalam kondisi kotor. Kuman yang ada dalam usus berguna untuk mencerna makanan untuk diserap, jadi mengapa kuman yang berguna bagi tubuh kita justru dibersihkan?

Jadi apakah buah yang banyak digunakan untuk program detoksifikasi tidak berguna? Tentu tidak, buah adalah makanan yang banyak memiliki manfaat, karena mengandung vitamin, serat serta antioksidan, namun hanya dengan makan buah sebagai program detoksifikasi juga mengakibatkan hal yang tidak baik karena tubuh kita akan mengalami ketidakseimbangan nutrisi.

Sebagai kesimpulan, walau banyak terpajan polutan maupun zat beracun baik dari makanan dan lingkungan, kita juga memiliki mekanisme pertahanan badan untuk melakukan netralisasi. Hidup dengan pola makan seimbang dan olahraga adalah cara detoksifikasi yang terbaik.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes