Don’t Drink and Drive

Beberapa waktu yang lalu, vokalis band deathcore ternama Suicide Silence, Mitch Lucker, tewas dalam sebuah kecelakaan karena diduga mengonsumsi alkohol sebelum mengendarai sepeda motornya. Seberapa banyak jumlah konsumsi alkohol bisa berakibat fatal?

Minum seteguk atau dua teguk minuman mengandung alkohol memang membuat perasaan menjadi santai atau gembira. Namun jika Anda teruskan hingga beberapa teguk maka pandangan mata akan mulai kabur dan koordinasi tubuh juga berkurang. Bagaimana alkohol bisa membuat efek samping seperti itu?

Don't Drink and Drive

Membran sel-sel jaringan tubuh dan pembuluh darah manusia mudah sekali ditembus alkohol sehingga dengan cepat menyebar ke seluruh jaringan biologis tubuh. Akibatnya, peminum akan menjadi tak sadarkan diri atau pingsan, bahkan keracunan yang mengakibatkan kematian bisa terjadi. Kematian juga dapat terjadi akibat sesak nafas dan muntah-muntah.

Tingkat Pengaruh Alkohol Berdasarkan Dosisnya
Perbedaan jumlah konsentrasi alkohol dalam tubuh memiliki pengaruh yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beragam pengaruh alkohol pada tubuh berdasarkan blood alcohol concentration (BAC) atau konsentrasi alkohol dalam darah. Tentunya tingkat toleransi masing-masing orang berbeda-beda.

1. Euforia (BAC = 0,03-0,12%)
– Subyek mengalami peningkatan mood dan euforia
– Menjadi lebih percaya diri atau berani, menjadi lebih akrab atau banyak bicara, dan atau lebih bersosialisasi.
– Jarak penglihatan berkurang. Wajah terlihat pucat atau kemerah-merahan.
– Tidak dapat menilai sesuatu dengan benar, hanya mengungkapkan apa yang pertama terpikir saja.
– Kesulitan bergerak wajar, seperti tidak mampu menulis nama sendiri.

2. Lesu (BAC = 0,09-0,25%)
– Subyek menjadi mengantuk
– Kesulitan memahami atau mengingat suatu hal atau kejadian, meski baru saja terjadi. Reaksi melamban.
– Gerak tubuh tidak terkoordinasi, mudah kehilangan keseimbangan, tersandung-sandung, berjalan juga tidak stabil.
– Pandangan mata kabur, bahkan indra tubuh kurang peka (mendengar, mengecap, merasakan sesuatu, dan lain-lain).

3. Linglung (BAC = 0,18-0,30%)
– Sangat linglung dengan situasi dan kondisi, tidak tahu dimana sedang berada dan apa yang sedang dilakukan. Pusing kepala dan sempoyongan.
– Peningkatan kondisi emosional, seperti agresif, ingin menyendiri, atau muncul rasa kasih sayang berlebihan. Pandangan, ucapan, dan kesadaran sudah tidak jelas.
– Berkurangnya respon rasa sakit dan koordinasi. Mual dan muntah seringkali terjadi.

4. Pingsan (BAC = 0,25-0,40%)
– Kesulitan bergerak, kondisi sadar dan tidak sadar terjadi.
– Subyek bisa mengalami koma sehingga benar-benar tidak sadar akan lingkungan sekitar, waktu, dan tindakan orang lain.
– Risiko kematian sangat tinggi karena keracunan alkohol dan atau cairan muntah tertelan ke dalam paru-paru saat pingsan.
– Fungsi tubuh seperti kandung kemih, pernafasan, dan denyut jantung mulai tidak bekerja.

5. Koma (BAC = 0,35-0,50%)
– Subyek hilang kesadaran
– Gerak reflek tertekan (misalnya pupil tidak merespon perubahan cahaya).
– Pernafasan menjadi makin lamban dan makin pendek. Denyut jantung turun drastis sehingga kematian biasanya terjadi pada tingkat ini.

6. Kematian (BAC lebih dari 0,50%)
– Dapat menyebabkan kerusakan atau kegagalan sistem syaraf pusat sehingga mengakibatkan kematian.

Dengan tingginya pengaruh alkohol seperti yang disebutkan diatas, jelas sekali berkendara sesudah mengonsumsi alkohol bisa berakibat fatal bagi diri sendiri dan orang lain. Atasi keinginan mengonsumsi alkohol dengan berolahraga teratur, tidak merokok, menghindari stres, dan diet yang sehat serta seimbang. Stay safe. Don’t drink and drive! (aan)

BACA JUGA : Benarkah Minuman Beralkohol bisa Turunkan Berat Badan?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes