Gagal Turunkan Berat Badan

Gagal Turunkan Berat Badan? Pertanda Apa Ya?

Menurunkan berat badan memang menjadi hal yang sangat menantang, akan tetapi hal tersebut tidak mustahil untuk terjadi. Jika Anda sudah menjaga asupan kalori dan latihan tetapi tidak menunjukkan hasil, Anda mungkin membutuhkan konsultasi dokter karena hal ini bisa diindikasikan bahwa adanya penyakit dalam tubuh Anda.

Jendela BB gagal turun

Gejala yang perlu Anda waspadai saat berusaha menurunkan berat badan adalah kelelahan yang tidak biasa, munculnya jerawat, dan rambut rontok. Jika Anda mengalami kenaikan berat badan yang lambat dan nampaknya tidak stabil saat berusaha menurunkan berat badan, Anda disarankan untuk pergi ke dokter terlebih jika Anda dapat mengalami kondisi berikut ini:

1. Stress Akut

Kelenjar adrenal akan menanggapi stres kronis ini dengan meningkatkan produksi kortisol. “Jika kelenjar adrenal Anda ditekan secara terus menerus karena stres, hal ini akan merusak metabolisme Anda.

Studi yang dilakukan di Ohio State University menemukan bahwa perempuan yang mengalami stres dalam 24 jam akan memakan roti yang mengandung 930 kalori dan 60 gram lemak yang mengandung 104 kalori lebih banyak daripada wanita yang tidak mengalami stres. Kesimpulannya adalah stres dapat menyebabkan kenaikan berat badan sekitar 10 kg per tahun pada wanita. Untuk mengatasinya, Anda bisa mencoba untuk merubah gaya hidup, melakukan meditasi dan latihan.

2. Depresi

Depresi dapat muncul dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan merubah selera makan. Beberapa orang yang mengalami depresi tidak akan memiliki energi untuk makan makanan apa pun. Dokter dapat membantu Anda mengetahui bagaimana cara terbaik untuk mengatasi depresi yang Anda derita.

3. Hypothyroidism

Hypothyroidism adalah kerusakan kelenjar tiroid di mana kelenjar berhenti memproduksi jumlah normal hormon yang sering menyerang wanita daripada pria. Diagnosis hipertiroidisme dapat diketahui dengan pemeriksaan tiroid dan serangkaian tes darah. Pengobatan hipertiroidisme melibatkan hormon levothyroxine, yang biasanya diambil untuk membalikkan gejala seperti fatigue yang kronis, kolesterol tinggi, dan penambahan berat badan.

4. Sindrom Polycystic Indung telur

Polycystic Indung telur Syndrome (PCOS) adalah kelainan endokrin yang ditandai dengan meningkatnya hormon pria (androgen) di dalam tubuh. Pasien dengan PCOS tingkat tinggi dapat mengalami pertumbuhan rambut yang berlebihan dan jerawat. Menurut sebuah studi dalam Journal of Clinical Endokrinologi And Metabolism, PCOS dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari kencing manis dan diabetes tipe 2.

5. Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah suatu resistensi insulin, yang mempengaruhi metabolisme glukosa. Gejala yang dapat dirasakan adalah peningkatan haus atau kelaparan sebagai tubuh bekerja untuk proses dan menghapuskan glukosa. Sebelum menderita penyakit diabetes tipe 2, Anda mungkin akan mengalami resistensi insulin atau prediabetes sindrom. Pada tahap ini, Anda dapat mengubah tren diet dan olahraga, dan segera mengevaluasinya dengan tes kadar glukosa.

Menurunkan berat badan dengan cara yang tepat memang sangatlah diperlukan untuk menghindarai masalah kesehatan lainnya. Demikian kondisi yang harus Anda waspadai untuk agar segera berkonsultasi dengan dokter Anda. Lakukan diet sehat dan suplementasi tepat serta iringi dengan olahraga rutin. (mee)

BACA JUGA: Ladies, Ini Bahayanya Menggunakan Celana Ketat

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes