beef-soup-with-daikon

Beef Soup with Daikon

beef-soup-with-daikon

Salah satu bahan yang akan kita gunakan dalam pembuatan sup daging sapi kali ini yaitu MSG. Mungkin bagi sebagian orang akan merasa was-was ketika mendengar sebutan MSG atau sering disebut juga penyedap rasa. Mungkin uraian singkat berikut dapat sedikit menjelaskan apa itu MSG.

MSG atau monosodium glutamate adalah garam sodium dari asam glutamat yang merupakan salah satu asam amino non esensial. MSG digunakan sebagai bahan tambahan makanan dan berfungsi sebagai penguat rasa (flavor enhancer). Bahan tambahan makanan ini memiliki kode nomor E, E621. Nomor E atau E number adalah kode untuk bahan tambahan makanan yang telah dinilai untuk penggunaan di wilayah Uni Eropa. Pada awalnya MSG diproduksi menggunakan gluten gandum, akan tetapi setelah ditemukan teknik fermentasi yang lebih murah dan lebih ramah lingkungan, maka produksi MSG dilakukan dengan cara fermentasi menggunakan bantuan bakteri Brevibacterium lactofermentum. Bahan yang digunakan pun tidak menggunakan gluten gandum lagi akan tetapi menggunakan sumber yang lain seperti pati (misalnya pati singkong), gula bit, dan tetes-gula (molasses).

MSG dalam penggunaannya di makanan akan membentuk citarasa yang kelima setelah manis, asam, asin, dan pahit, yang disebut umami atau savory. Rasa umami merupakan rasa yang diberikan oleh asam amino L-glutamat dan 5’-ribonukleotida (guanosin monofosfat atau GMP dan inosin monofosfat atau IMP). Asam amino L-glutamat ini yang merupakan komponen penyusun dari MSG. Secara umum, umami meningkatkan kelezatan dari sejumlah makanan.

Glutamat adalah senyawa alami dan sejak zaman dulu sudah digunakan dalam pengolahan makanan. Saus ikan yang difermentasi (garum) telah digunakan sejak zaman Romawi kuno. Saus ini mengandung glutamat. Glutamat juga berlimpah di ikan, kerang, daging asap, sayuran (jamur, tomat matang, kubis China, bayam), teh hijau, rumput laut, dan produk-produk fermentasi (keju, terasi, kecap). Kontak manusia dengan umami dimulai sejak pertama kali mengkonsumsi ASI (Air Susu Ibu) yang secara alami mengandung glutamat (21.6 mg/100 g).

MSG dahulunya dikaitkan dengan apa yang disebut “Chinese Restaurant Syndrome” atau disebut juga “MSG Symptom Complex”. Hal ini dilaporkan oleh Robert Ho Man Kwok (1969) setelah melihat gejala-gejala yang timbul dari pasien yang mengkonsumsi masakan China, berupa sakit kepala, kemerahan, berkeringat, tekanan pada wajah, kaku (numbness), kesemutan atau terbakar pada wajah, leher dan bagian tubuh yang lain, jantung berdebar-debar, nyeri dada, mual, dan kelemahan. Gejala-gejala ini bersifat umum dan tidak spesifik. Dia menyebutkan beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan hal tersebut yaitu alkohol dari pemasakan menggunakan anggur (wine), kandungan sodium dalam masakan, atau penggunaan MSG. Meskipun kemungkinan penyebabnya belum bisa dipastikan MSG, akan tetapi MSG lah yang dijadikan sorotan utama penyebab gejala-gejala tersebut.

Pada tahun 1956 United States Food and Drug Administration (FDA) mengklasifikasi MSG sebagai GRAS (Generally Recognized As Safe). GRAS adalah kategori yang diberikan pada suatu jenis bahan tambahan yang dinyatakan aman oleh para ahli setelah melalui berbagai studi dan penelitian. Sejak tahun 1970 FDA mensponsori penelitian mengenai MSG dan pada tahun 1980 disimpulkan bahwa MSG adalah aman pada tingkat penggunaan yang normal, akan tetapi diperlukan penelitian lebih lanjut untuk penggunaan pada jumlah yang tinggi. Secara umum penggunaan MSG dalam makanan dalam jumlah yang normal tergolong aman. Jangan mengkonsumsi MSG secara langsung. Orang yang sensitif terhadap MSG sebaiknya memperhatikan kandungan MSG dalam makanan yang dikonsumsinya. Ada beberapa hal lagi yang saya ingin berbagi di artikel ini mengenai MSG tapi biar tidak kepanjangan, maka akan kita bahas di artikel resep sehat berikutnya. Selanjutnya mari kita buat sup daging sapi dengan daikon.

Untuk 2 porsi
Bahan

  • 200 g daging sapi rendah lemak (potong bentuk dadu)
  • 200 g daikon (potong bentuk dadu)
  • 100 g jamur shiitake (iris memanjang)
  • 1 tangkai daun bawang (40 g)
  • 2 siung bawang putih (iris tipis)
  • 700 ml air
  • ½ sdt pala bubuk
  • ½ sdt jahe bubuk
  • ½ sdt kayu manis bubuk
  • ½ sdt cengkeh bubuk
  • 1 sdt bawang putih bubuk
  • 1 ½ sdt lada
  • ¼ sdt MSG
  • ½ sdt garam atau sesuai selera

Cara membuat

  1. Didihkan air. Setelah air mendidih, masukkan potongan daging yang sudah dicuci bersih kemudian dimasak sampai setengah matang.
  2. Masukkan daikon, shitake, daun bawang, bawang putih, dan bahan-bahan lain. Masak sampai matang.
  3. Angkat dan sajikan hangat.

Nilai gizi per porsi

  • Kalori: 179 kkal
  • Lemak: 5.9 g
  • Karbohidrat: 7.6 g
  • Serat: 2.8 g
  • Protein: 23.9 g

Tips dan saran

  1. Gunakan air kaldu untuk menggantikan air dan penggunaan MSG jika anda sensitif terhadap MSG.
  2. Penggunaan MSG bisa digantikan dengan penyedap rasa sapi, karena kandungan MSG nya lebih sedikit.
  3. Daikon bisa digantikan dengan sayuran yang lain, misalnya dengan wortel, bengkoang, atau frozen vegetable.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes