Tempeh Steak


Tempe atau tempeh adalah makanan tradisional Indonesia yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasi menggunakan bantuan mikroorganisme. Mikroorganisme yang terlibat dalam pembuatan tempe berasal dari jenis kapang-kapangan yang termasuk genus Rhizopus. Ada 4 spesies kapang Rhizopus yang banyak berperan dalam pembuatan tempe yaitu Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), dan Rh. arrhizus.

Sejarah Munculnya Tempeh
Sedikit cerita tentang asal-usul tempe. Tidak seperti makanan kedelai tradisional yang lain yang umumnya berasal dari Cina atau Jepang, tempe asli berasal dari Indonesia. Tidak jelas kapan tempe mulai dibuat, akan tetapi makanan ini sudah dikenal sejak berabad-abad yang lalu di kuliner makanan Jawa, khusunya di Yogyakarta dan Surakarta. Kata “tempe” disebutkan dalam manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16. Dalam manuskrip tersebut disebutkan 2 jenis kuliner Jawa pada masa tersebut yaitu jae santen tempe (tempe dimasak dengan santan) dan kadhele tempe srundengan. Kata tempe sendiri diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno, “tumpi” yang merupakan sebutan untuk makanan berwarna putih yang terbuat dari tepung sagu. Tempe segar juga memiliki warna putih dan kesamaan dengan tumpi.

Kandungan Gizi yang Terdapat Pada Tempeh
Dilihat dari kandungan gizi, tempe merupakan salah satu makanan yang bergizi dan menyehatkan dengan catatan pengolahannya pun harus dengan cara yang sehat. Tempe merupakan sumber protein yang cukup berkualitas, sehingga kaum vegetarian di seluruh dunia banyak menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Proses fermentasi kedelai oleh kapang Rhizopus mengakibatkan terjadinya hidrolisis senyawa-senyawa kompleks seperti karbohidrat, protein, dan lemak sehingga menjadi lebih mudah diserap.

Proses fermentasi juga mengurangi kandungan anti nutrisi yang terkandung dalam kedelai sehingga tidak membawa pengaruh jelek buat tubuh. Selain sebagai sumber protein, tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B kompleks dan zat besi. Tempe mengandung protein sekitar 18%, jadi untuk memenuhi kebutuhan protein harian sebanyak 50 g (berdasarkan kebutuhan kalori harian 2000 kkal), kita dapat mengkonsumsi tempe sekitar 300 g (ukuran 1 kotak tempe).

Manfaat Tempeh Bagi Kesehatan
Protein yang terkandung dalam kedelai yang digunakan untuk membuat tempe dalam beberapa studi menunjukkan kemampuannya dalam menurunkan kadar kolesterol total sampai 30% dan dapat menurunkan LDL atau kolesterol jelek sampai 35-40%.

Manfaat lain dari tempe yaitu untuk penderita diabetes tipe 2. Protein tempe sangat baik untuk penderita diabetes yang cenderung memiliki masalah dengan sumber protein hewani. Kandungan protein dan serat pangan dalam tempe dapat mencegah peningkatan kadar gula darah dan menjaga kadar gula darah dalam keadaan terkontrol.

Beberapa penderita diabetes bahkan menemukan pengaruh makanan dari kedelai seperti tempe dan kacang-kacangan lain sangat besar sehingga mereka perlu mengukur lagi kadar gula darah mereka dan menyesuaikan obat yang dikonsumsinya. Tentunya hal ini harus dalam pengawasan dokter.

Pasien diabetes sangat rentan terhadap penyakit aterosklerosis dan penyakit jantung. Dengan menjaga agar kolesterol tetap rendah dengan makanan dari kedelai akan sangat berguna untuk mencegah masalah jantung. Makanan asal kedelai telah terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida tinggi (yang cenderung tinggi pada penderita diabetes). Tingginya kadar trigliserida pada penderita diabetes dapat meningkatkan resiko terkena penyakit jantung.

Resep Membuat Tempeh Steak
Resep sehat berikut, saya bagikan sebagai alternatif pilihan mengolah tempe sebagai makanan sehat.

Untuk 2 porsi
Bahan :
300 g tempeh (265 g) (1 kotak)
1.5 sdm minyak zaitun
1 sdm kecap manis
1 sdt lada
¼ sdt garam

Bahan lain untuk sajian:
1 sdm kangkung kukus
1 sdm tauge kukus
1 centong nasi putih
2 sdm saus kacang

Cara membuat

  • Campur rata minyak zaitun, kecap manis, lada, dan garam. Sisihkan.
  • Belah memanjang tempe dan guling-gulingkan pada campuran minyak zaitun. Diamkan sekitar 10-15 menit.
  • Siapkan wajan dadar atau wajan penggorengan yang sudah dioleskan dengan sedikit minyak. Panaskan wajan dengan api kecil. Letakkan tempeh yang sudah diolesi minyak tadi diatas wajan. Diamkan sebentar sampai agak matang. Balik sisi yang satunya lagi. Dapat dibolak-balik agar matangnya merata dan tidak hangus di satu sisinya. Tingkat kematangan bisa sesuai selera.
  • Setelah kedua sisi matang. Pindahkan tempe tersebut ke piring saji.
  • Tambahkan rebusan kangkung, tauge dan nasi ke piring saji. Siram tempe dengan saus kacang. Sajikan.

Nilai gizi per sajian

Energi: 400 kkal
Lemak: 21.6 g
Karbohidrat: 20 g
Serat: 9 g
Protein: 31.7 g

Tips dan saran

  • Nasi putih dapat diganti dengan nasi merah.
  • Kangkung dan tauge bisa diganti dengan sayuran lain yang tersedia.
  • Saus kacang bisa diganti dengan saus sambal atau saus tomat secukupnya.

Jika Anda penggemar fastfood, segera beralihlah ke tempeh. Di samping memiliki manfaat kesehatan yang lebih tinggi dari fastfood, tempe juga merupakan warisan nenek moyang yang patut kita lestarikan.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes