Inilah Mitos dan Fakta Seputar Donor Darah!

Donor darah adalah kegiatan yang pastinya kita semua ingin lakukan, tetapi kadang beberapa orang justru takut melakukannya karena dihantui oleh adanya mitos seputar donor darah. Berikut ini beberapa mitos dan fakta terkait donor darah yang Anda bisa cermati sendiri.

Mitos 1: Mendonor darah akan terasa sakit
Fakta: Donor darah memang melibatkan tusukan jarum, tetapi bukan prosedur yang menyakitkan. Ini hanya melibatkan ketidaknyamanan sesaat.

Mitos 2: Kesehatan saya akan memburuk setelah mendonor darah
Fakta: Ini tidak benar. Bahkan, penelitian telah menunjukkan bahwa donor darah mengurangi kemungkinan Anda terkena penyakit kardiovaskular dan mencegah kelebihan zat besi yang terakumulasi dalam tubuh.
Pemeriksaan medis sebelum donor darah juga pasti dilakukan untuk memastikan apakah orang tersebut cukup sehat untuk mendonorkan darah. Jika kadar hemoglobin kita di bawah 12,5 persen gm atau jika Anda tidak layak karena alasan lain, Anda tidak akan diizinkan untuk mendonorkan darah.

Mitos 3: Saya akan kekurangan darah setelah mendonor
Fakta: Mendonorkan darah tidak akan mengakibatkan kekurangan darah. Volume darah akan kembali ke tingkat normal dalam waktu 48 jam setelah donor darah. Seorang individu yang sehat dengan kebiasaan makan yang baik dapat mendonorkan darah empat kali setahun dengan jarak waktu tiga bulan sekali.

Mitos 4: Tipe golongan darah saya termasuk tipe umum, jadi saya tidak perlu mendonorkan darah karena hanya akan berlebihan.
Fakta: Ada permintaan konstan dari semua golongan darah. Operasi besar dan trauma memerlukan darah dalam jumlah yang besar. Jika golongan darah Anda adalah tipe umum, berarti akan ada lebih banyak jumlah orang yang membutuhkan golongan darah Anda.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes