9 Kebiasaan Kaum Urban Pemicu Diabetes

Tingkat kejadian diabetes meningkat pesat di seluruh bagian dunia setiap tahunnya, termasuk Indonesia. Tanpa disadari, kebiasaan Anda sehari-hari bisa memicu datangnya penyakit gula tersebut.


Karenanya, tindakan pencegahan sangat penting untuk dijalankan. Apa saja tindakan pencegahan penyakit diabetes pada kaum urban saat ini?

  1. Menonton televisi
    Makin banyak nonton TV, makin sedikit aktivitas. Penelitian di Nurses Health Study Universitas Harvard, AS, membuktikan, responden wanita yang menghabiskan banyak waktu di depan televisi membuat risiko mereka terkena obesitas naik 23 persen dan risiko kena diabetes melonjak 14 persen.

    Solusi : Batasi menonton TV maksimal 10 jam per minggu, dan olahraga! Jika ini dilakukan, studi dari Harvard itu membuktikan, risiko kena diabetes akan menurun hingga 43 persen.

  2. Lingkar pinggang melebar
    Lemak di abdomen (visceral fat) itu sangat jahat karena memproduksi senyawa yang membuat sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Menurut The American Heart Association, lingkar pinggang yang aman adalah kurang dari 89 cm atau sekitar 4 jengkal tangan Anda.

    Solusi : Latihan kardiovaskular 30 – 60 menit tiga kali seminggu.
    “Ini lebih efektif dalam memangkas lemak dibanding berdiet,” seru Jill Kanaley, PhD dari Syracuse University, AS.

  3. Tidak sarapan
    Tidak serapan di pagi hari akan meningkatkan produksi hormon ghrelin yang berakibat Anda akan makin merasa lapar di hari itu. Makin lapar berarti makin banyak makan, dan akhirnya bobot tubuh Anda makin bertambah saja.

    Solusi : Sarapan makanan kaya serat seperti sereal, setengah mangkok buah-buahan dan susu rendah lemak sangan direkomendasikan para ahli diabetes di Universitas Harvard, AS. Karena sereal kaya serat bisa membuat sel tubuh lebih jago dalam merespon insulin, dan produk susu mampu menurunkan risiko resistensi tubuh terhadap insulin hingga 72 persen.

  4. Minum satu kaleng soda setiap hari
    Soda membawa kalori kosong tambahan yang dengan mudah bisa mengundang bobot tubuh. Masih dari penelitian Harvard, wanita yang rutin mengonsumsi minuman bersoda setiap hari akan menumpuk 5kg dalam kurun waktu empat tahun.

    Solusi : Ganti soda dengan air putih, diet soda, atau yang paling baik teh tanpa gula yang telah terbukti bisa melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

  5. Depresi
    Depresi bisa mengubah kimia tubuh dan membuat kondisi jadi lebih mudah mengidap diabetes.

    Solusi: Jalan kaki! Cukup jalan kaki 30 menit tiga kali seminggu untuk menurunkan risiki ini sekaligus memperkuat tubuh terhadap ancaman depresi. Itu hasil dari penelitian Duke University, AS.

  6. Kurang Tidur
    Kurang tidur membuat tubuh lebih rentan terkena resistensi insulin.

    Solusi: Hindari kafein pada sore hingga malam hari. Selain itu, jangan nonton TV dan minum alcohol menjelang waktu tidur. Karena kafein dan TV menstimulasi saraf sehingga membuat Anda makin sulit terlelap. Alkohol juga membuat Anda mudah terbangun saat tidur.

  7. Makan fast food lebih dari dua kali seminggu
    Makanan siap saji adalah salah satu penyebab utama peningkatan bobot tubuh, terutama jika Anda tidak punya kebiasaan hidup sehat. Makan fast food lebih dari dua kali seminggu akan mengundang peningkatan bobot tubuh paling tidak 5 kg dan risiko tubuh jadi resisten insulin akan meningkat dua kali lipat.

    Solusi : Puaskan nafsu Anda terhadap fast food dengan porsi yang kecil. Misalnya pesan burger kecil tanpa keju, porsi kecil kentang goreng dan minumya diet soda.

  8. Stres
    Stres menganggu kemampuan tubuh dalam memproduksi insulin dan memproses glukosa.

    Solusi: Kendalikan stres. Lakukan kegiatan relaksasi seeprti main game, membaca buku favorit atau olahraga 10 – 15 menit per hari, latihan yoga, latihan pernapasan dan lain-lain.

  9. Konsumsi daging olahan
    Daging olahan seperti sosis, kornet atau bacon, kaya akan zat tambahan yang bisa saja menghancurkan sel produsen insulin di pancreas Anda. Itu adalah pernyataan dari para periset di Hardvard Medical School, yang juga mengatakan bahwa jika suplai insulin rendah, gula darah akan naik.

    Solusi : Kurangi! Para periset Hardvard itu bilang, Anda bisa aman jika hanya mengonsumsi daging olahan itu delapan hari sekali. Tentu saja, daging bebas zat tambahan akan lebih bagus. (aai)

    BACA JUGA : Get Your Sixpack at Home!

    Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes