pemicu serangan jantung

Kebiasaan Yang Dapat Memicu Serangan Jantung

Obesitas, diabetes, dan hipertensi diketahui dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Namun, sejumlah aktivitas berikut juga berpotensi memunculkan serangan jantung.

pemicu serangan jantung

Penyakit jantung menjadi penyebab nomor satu pada orang dewasa di Amerika Serikat. Setiap tahunnya, 1,5 juta orang mengalami serangan jantung. Berikut ini beberapa aktivitas yang tidak disadari yang dapat memicu serangan jantung seperti dikutip dari Huffingtonpost, Sabtu (28/02).

1. Mendadak marah

Ilmuwan dari Sydney Nursing School dan University of Sydney melakukan analaisa pada 313 pasien penyakit jantung. Hasil analisa mengatakan bahwa serangan jantung 8,5 lebih mungkin terjadi dua jam setelah kemarahan yang tiba-tiba.

2. Cemas akut

Pada penelitian yang sama juga ditemukan bahwa dua jam setelah kecemasan yang akut menyebabkan 9,5 lebih tinggi risiko serangan jantung.

“Peningkatan risiko termasuk kemarahan mendadak dan kecemasan akan menyebabkan peningkatan denyut jantung, tekanan darah, dan semua yang memicu serangan jantung,” kata Dr. Thomas Buckley dari Sydney Nursing School.

Para peneliti menyarankan agar seseorang yang berisiko serangan jantung menghindari aktivitas yang menimbulkan kemarahan atau kecemasan. Selain itu, juga harus segera berlatih pengurangan stres untuk membatasi respon kemarahan dan kecemasan.

3. Aktivitas yang tidak biasa

Udara yang dingin dan aktivitas fisik yang terlalu berat dapat memicu serangan jantung. American Heart Asscociation (AHA) menyarankan agar tidak mengangkat beban terlalu berat jika tidak terbiasa. Lakukan secara perlahan. Juga perlu menghindari alkohol serta makanan berat selama aktivitas tersebut.

Tak hanya itu, seseorang harus peka jika ada tanda-tanda yang mengarah ke jantung, seperti nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, atau sesak napas.

4. Aktivitas seksual

Intensitas aktivitas seksual juga berpengaruh. Dari empat studi ditemukan bahwa seseorang berusia 50-60 tahun memiliki 2,7 kali risiko serangan jantung daripada yang tidak melakukan hubungan seksual.

Aktivitas seksual memang bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik. Namun untuk meminimalisir risiko serangan jantung, AHA merekomendasikan seseorang untuk selalu mengecek kesehatan mereka sebelum berhubungan seks. Selain itu juga harus melakukan olahraga agar fisik tetap terjaga.

5. Obat terlarang

Serangan jantung juga bisa dipicu oleh penggunaan obat-obatan terlarang atau alkohol. AHA melaporkan bahwa terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida dan tekanan darah, serta menyebabkan seseorang untuk makan terlalu banyak. Faktor risiko ini dapat menyebabkan penyakit jantung dan kematian jantung mendadak.

6. Makan besar yang tidak biasa

Makan terlalu banyak juga menjadi ancaman bagi jantung. Penelitian dariUS Department of Veterans Affairs (VA)menemukan bahwa pada tahun 2000, orang-orang yang berisiko penyakit jantung empat kali lebih mungkin mengalami serangan jantung dua jam setelah makan besar.

Peneliti mengatakan bahwa makan besar bisa berdampak pada jantung. Sederhananya, mengonsumsi makanan dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.

Selain enam hal di atas, faktor lain yang dapat menyebabkan serangan jantung adalah rokok, konsumsi makanan kolesterol tinggi, kurang gerak, dan kurang istirahat. (ctr)

BACA JUGA: Waspada, Kebanyakan Tidur Bisa Sebabkan Stroke Lho!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes