penyebab dan gejala stroke

Kenali Gejala Stroke Sebelum Terlanjur Menyesalinya

Penyakit stroke dahulu sangat identik dengan manusia yang berumur 50 tahun ke atas. Seiring berjalannya waktu, penyakit mematikan ini berpotensi menjangkiti kawula muda. Banyaknya kematian akibat penyakit ini, dikarenakan sebagian besar orang tak tahu indikasinya. Lantas, bagaimanakah indikasi gejalanya dan cara mendeteksinya?

sTROKES jENDELA

Stroke terjadi karena pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan otak, kurangnya , kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia yang dapat merusak atau mematikan sel-sel saraf di otak. Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu.

Penyebab Stroke

Stroke adalah pembunuh nomor dua di Indonesia setelah jantung koroner. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebabnya.

Pertama, Faktor Gaya Hidup Tak Sehat
Gaya hidup tak sehat dapat berisiko tinggi terhadap penyakit ini. Seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman bersoda dan beralkohol, mengonsumsi makanan cepat saji (junk food), kurang berolahraga, dan diperparah dengan obesitas. Selain itu, ada penyebab yang jarang diperhatikan oleh masyarakat luas. Yakni, ketidaknyamanan suasana hati atau suka marah-marah.

Kedua, Faktor Risiko Medis
Faktor ini dapat menyebabkan atau memperparah stroke. Antara lain, hipertensi (darah tinggi), kolestrol, atherosclerosis (pengerasan pembuluh darah), gangguan jantung, diabetes, migrain, dan faktor keturunan.

Gejala Stroke

Banyak gejala stroke yang wajib Anda ketahui. Hal ini untuk memberikan pertolongan pertama untuk orang terdekat Anda nantinya, apabila penyakit ini menyerang. Berikut adalah gejalanya.

Mati Rasa di Satu Sisi Bagian Tubuh
Dibandingkan dengan penyakit lain, gejala-gejala stroke dapat terlihat dari gejala perubahan fisik yang mudah dikenali. Misalnya, seperti tiba-tiba mati rasa atau lemah pada bagian wajah, lengan, atau kaki. Terutama, pada satu sisi bagian tubuh. Penderita sroke biasanya akan memiliki bentuk mulut tidak rata., alias mencong. Perlu diwaspadai juga apabila mereka (orang yang dicurigai stroke) mengalami kesulitan menggerakkan lengan atau mengendalikan jari.

Turunnya Beberapa Fungsi Motorik
Selain yang disebutkan tadi, penderita stroke juga akan mengalami kebingungan dan kesulitan berbicara. Bahkan, beberapa di antaranya juga mengalami penurunan pemahaman. Penglihatan yang mendadak terganggu juga merupakan salah satu gejala stroke. Gangguan penglihatan yang datang secara tiba-tiba merupakan gejala stroke yang umum.

Sering Sakit Kepala Tanpa Sebab
Gejala yang stroke yang sering lupa dari penglihatan adalah sakit kepala tanpa sebab. Gangguan sakit kepala tidak selalu identik dengan gejala stroke. Tetapi, jika sakit kepala menyerang tiba-tiba atau tampak sangat intens, maka hal itu perlu diwaspadai. Jika leher kaku, nyeri pada wajah, atau muntah yang disertai sakit kepala bukan tidak mungkin akan menyebabkan terjadinya pendarahan intrakranial, juga dikenal sebagai “stroke merah.”

Lalu, Bagaimana Menghindari Stroke?

Adapun untuk menghindari stroke, seseorang bisa melakukan tindakan pencegahan, termasuk membiasakan diri menjalani gaya hidup sehat. Hal tersebut di antaranya:

Jangan Merokok
Hindari dan hentikan kebiasaan merokok. Kebiasaan ini dapat menyebabkan darah Anda menjadi mudah menggumpal. Periksakan tensi Anda secara rutin. Karena, tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah Anda mengalami tekanan ekstra.

Hindari Depresi atau Stres Berat
Selain itu, atasi dan kendalikan stres dan depresi. Stres dan depresi dapat mengganggu, bahkan menimbulkan korban fisik. Jika tidak teratasi, dua hal ini pun dapat menimbulkan problem jangka panjang. Kemudian, makanlah menu makanan yang sehat.

Konsumsi Buah dan sayur
Anda mungkin sudah mendengarnya ribuan kali. Namun, penting artinya apabila Anda disiplin memakan sedikitnya lima porsi buah dan sayuran setiap hari, maka penyakit ini akan menjauh dari Anda. Hindari makan daging merah terlalu banyak. Karena, lemak jenuhnya bisa membuat pembuluh darah mengeras. Konsumsi makanan berserat, sehingga dapat mengendalikan lemak dalam darah.

Dengan mengenali tentang gejala dan penyebab serta risiko stroke, diharapkan kita semua lebih waspada dan hati-hati dengan selalu menjaga kesehatan. Semoga bermanfaat. (gie)

BACA JUGA: Stroke Bisa Sembuh dengan Makan Cokelat?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes