penyebab keputihan

Kenali Jenis Keputihan dan Cara Mengatasinya

Keputihan merupakan kondisi wajar yang akan selalu dialami oleh seorang wanita. Keputihan adalah keluarnya cairan lendir yang berasal dari organ kewanitaan (vagina).

Untitled-7

Keputihan normalnya terjadi ketika wanita berada pada masa menjelang atau pasca menstruasi. Ketika wanita sedang hamil atau kelelahan juga dapat mengakibatkan terjadinya keputihan. Namun, jika keputihan terjadi terus-menerus maka dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi wanita.

Jenis Keputihan

Keputihan bisa menjadi gejala normal dan juga bisa menjadi gejala yang tidak normal. Berdasarkan informasi yang dilansir oleh bidanku.com, keputihan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu keputihan fisiologis dan keputihan patologis.

Keputihan fisiologis disebut juga keputihan normal.Keputihan fisiologis merupakan keputihan yang terjadi pada saat masa subur serta sebelum dan sesudah menstruasi. Keputihan jenis ini ditandai dengan gejala keluarnya cairan lendir yang tidak berwarna (bening), tidak berbau, dan tidak menyebabkan rasa gatal atau nyeri. Jumlah lendir yang dikeluarkan pada keputihan ini juga tergolong sedikit.

Adapun keputihan patologis adalah keputihan yang tidak normal dan dapat digolongkan sebagai penyakit. Keputihan patologis ditandai dengan keluarnya cairan dari vagina berbentuk kental, berbau, dan menyebabkan rasa gatal.

Warna keputihan yang keluar adalah putih susu, kuning, atau hijau. Keputihan jenis ini umumnya sering dianggap remeh oleh sebagian wanita, padahal jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan gejala yang lebih parah.

Penyebab Keputihan dan Cara Mencegahnya

Menurut dr. Sutopo Wijaya MS, keputihan fisiologis adalah keputihan yang keluar dari vagina sebagai proses untuk membersihkan diri. Sedangkan keputihan patologis merupakan keputihan yang terjadi akibat kurangnya kebersihan, penggunaan antibiotik dalam jangka waktu yang lama seperti pil Keluarga Berencana (KB), infeksi oleh bakteri atau virus, dan stres. Stres juga menjadi hal yang dapat berpengaruh pada ketidakseimbangan fungsi kerja organ-organ tubuh yang dipicu dari otak.

Keputihan patologis dapat dicegah atau diatasi agar tidak menyebabkan gangguan pada wanita. Hal terpenting untuk mencegahnya adalah dengan menjaga daerah kewanitaan atau daerah sekitar vagina. Menurut dr. Reisa Broto Asmoro dalam acara tayangan televisi DR.OZIndonesia menjelaskan, ada beberapa cara untuk menjaga daerah kewanitaan.

Pertama yaitu pentingnya membersihkan organ kewanitaan sampai bersih. Organ kewanitaan harus dibersihkan dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya. Membersihkan dari arah belakang ke depan sangat tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kuman yang berasal dari anus masuk ke dalam vagina.

Kedua, perlu menjaga daerah kewanitaan agar tetap kering. Keputihan patologis umumnya terjadi akibat berkembangnya jamur atau virus. Jamur dapat muncul dan akan berkembang dengan baik di tempat yang lembab. Sehingga, disarankan untuk mengeringkan vagina dengan handuk atau tisu kering usai dibersihkan. Ketiga yaitu menggunakan celana dalam yang berasal dari bahan katun. Wanita juga harus mengganti celana dalam minimal dua kali sehari. Hal ini dilakukan demi menjaga kebersihan organ kewanitaan.

Keempat adalah sering mengganti pembalut atau pantyliner. Penggunaan pembalut pada masa awal menstruasi sebaiknya adalah setiap dua jam. Adapun pantyliner perlu diganti setiap tiga atau empat jam sekali. Kelima, tidak menggunakan sembarang sabun untuk membersihkan vagina. Vagina memiliki tingkat keasaman (pH) yang berbeda dengan bagian tubuh lain, sehingga perlu membedakan sabun yang digunakan untuk mandi dengan sabun untuk membersihkan vagina. Penggunaan sabun mandi untuk membersihkan vagina sangat tidak disarankan karena dapat membunuh bakteri baik di daerah kewanitaan.

Nah, sudah tau kan cara mencegah dan mengatasinya? (gie)

BACA JUGA: Sleep Apnea Juga Mengganggu Aktivitas Olahraga

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes