Ketemu Dokter, Siapa Takut?

Bagi sebagian orang mengunjungi dokter terasa seperti menghadiri pertunjukan film horor. Kemungkinan adanya berita buruk sehubungan dengan rasa sakit yang Anda rasakan sering menjadi alasan yang logis ketika Anda enggan check up ke dokter.

mengapa-harus-periksa-dokter

Survey terakhir yang dilakukan oleh American Academy of Family Physician mengungkapkan bahwa 55 persen dari pria di Amerika tidak menemui dokter mereka dalam setahun terakhir. “mereka mengabaikan darah pada urin dan diam saja ketika melihat tumor pada testis mereka terus berkembang sebesar jeruk karena mereka terlalu takut datang ke dokter,” kata urologi Sheldon Mark, M.D penulis Prostate and Cancer: A Family Guide to Diagnosis.

Kalau di IndonesiA memang belum ada penelitian seperti itu, namun banyak orang baru akan mengunjungi dokter ketika penyakit mereka sudah parah. Banyak orang yang meninggal di usia muda karena tidak memerhatikan peringatan yang dirasakan.

Nah, berikut alasan masuk akal mengapa Anda perlu mengunjungi dokter meski Anda merasa baik-baik saja:

Saya Merasa Sehat Jadi Ga Perlu Ke Dokter

Bagaimana Anda tahu bahwa Anda sehat? Banyak penderita serangan jantung yang tidak merasakan peringatan apapun sebelumnya. Seringkali pria menunggu hingga keadaan menjadi lebih parah sebelum memutuskan pergi ke dokter.
Cara terbebas dari pikiran menakutkan mengenai tes kesehatan yang mengerikan adalahd engan mencari internis terdekat yang Anda suka dan hormati.

Kunjungi beberapa dokter di daerah Anda untuk mendapatkan dokter yang cocok. Perhatikan siapa yang menanyakan pertanyaan paling banyak mengenai riwayat medis Anda. Hal ini penting karena dengan mengetahui riwayat medis Anda dengan baik maka dokter dapat memberikan pengobatan tepat, terutama jika terjadi suatu keadaan darurat.

Tidak Ada Tes Yang Memalukan

Jika Anda berpikir tes prostat adlah hal yang memalukan, sebaiknya Anda berpikir dua kali. Penyakit yang lebih dikenal dengan kanker prostat ini memang gejalanya tidak seperti yang dirasakan para penderita Penyakit menular Seksual (PMS).

PMS lebih memiliki gejala yang bersifat rasa sakit, terbakar dan gangguan gatal pada penis. Berbeda dengan penyakit terganas nomor 2 yang mengincar kaum pria ini. Gejala kanker prostat adalah frekuensi buang air kecil menjadi sering, karena tidak dapat menahan terlalu lama. Dan jika sudah di toilet tidak dapat langsung buang air kecil, tapi harus menunggu 1-2 menit. Kencing berdarah adalah gejala terparah.

Pertumbuhan kanker ini cenderung lambat dan dapat diterapi serta disembuhkan jika Anda dapat menyingkirkan rasa malu Anda sejenak dari tes yang akan Anda hadapi. Tes dubur adalah alat diagnosa dini prostat Anda. Memang bagi beberapa pria tes ini akan memalukan, tapi inilah yang akan menyelamatkan nyawa Anda dikemudian hari.

Nanti Juga Hilang Sendiri

Coba perhatikan tahi lalat Anda. Mungkin kelihatannya tidak lebih dari sebentuk noda tak berbahaya. Tapi jangan sampai lalai untuk memeriksakannya sesekali. Melanoma adalah kanker kulit yang berasal dari sel-sel penghasil pigmen yang membunuh hampir 8.000 orang per tahun. “Ini adalah tumor yang agresif,” terang John Romani, M.D asisten profesor klinik dermatologi di Cornell University.

Tahi lalat yang tiba-tiba menjadi gelap atau berubah bentuk harus diperiksa, terutama jika Anda memiliki banyak tahi lalat atau riwayat penderita melanoma di keluarga Anda. So, jangan beranggapan semua ini akan hilang dengan sendirinya. Segera periksakan kondisi Anda. (dan)

BACA JUGA : JANGAN BIKIN MASALAH DENGAN BAU KERINGAT. INI SOLUSINYA!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes