Ukur Testosteron

Khawatir Testosteron Rendah? Ukur dengan Cara Simpel Ini!

Jika Anda menginginkan pembentukan otot yang maksimal, maka tentunya Anda juga harus membangkitkan produksi hormon testosteron. Hal ini dikarenakan, testosteron dapat membantu perkembangan otot.

Headline

Testosteron adalah hormon steroid dari kelompok androgen. Penghasil utama testosteron adalah testis pada jantan dan indung telur (ovari) pada betina, walaupun sejumlah kecil hormon ini juga dihasilkan oleh zona retikularis korteks kelenjar adrenal. Baik pada pria maupun wanita, testosteron memegang peranan penting bagi kesehatan.

Dampak Jika Anda Kekurangan Hormon Testosteron

Dampak Rendah Testosteron

1.) Pengaruhi Fungsi Seksual
Ketakutan terbesar yang dihadapi oleh banyak pria ketika kadar testosteron dalam tubuhnya menurun adalah terdapat pengaruh terhadap gairah dan performa seksual. Banyak gejala yang mempengaruhi fungsi seksual Anda, jika hormon ini mengalami penurunan. Misalnya seperti penurunan libido, ereksi spontan lebih jarang (ereksi pada saat bangun tidur). Bahkan, yang paling parah adalah hingga terjadinya risiko kemandulan.

2.) Perubahan Fisik
Jika Anda merasa mengalami penurunan kadar testosteron, maka bisa dipastikan bentuk fisik juga akan berubah sering dengan turunnya hormon ini dalam tubuh Anda. Misalnya, seperti:

-Masa lemak meningkat dan massa otot berkurang
-Kerapuhan tulang
-Pertumbuhan rambut di sekujur tubuh semakin sedikit
-Hot flashes (tiba-tiba tubuh terasa panas)
-Sering kelelahan

3.) Perubahan Emosi
[Perubahan bukan hanya terjadi pada bentuk fisik, melainkan juga emosi. Kondisi ini mengarah pada perasaan campur aduk antara kesedihan atau depresi, serta membuat Anda selalu gelisah. Bahkan, beberapa di antaranya juga melaporkan kesulitan dalam hal mengingat dan berkonsentrasi, dan menurunkan rasa percaya diri Anda.

4.) Gangguan Tidur
Penurunan hormone testosteron bukan hanya akan mempengaruhi energi Anda, melainkan juga menyebabkan kualitas tidur Anda menjadi terganggu. Misalnya, seperti insomnia dan perubahan gejala tidur lainnya dalam pola tidur.

5.) Risiko Tinggi Diabetes
Menurut Dokter David Fenig, Direktur Asosiasi Kesuburan Pria dan Seksualitas di Chesapeake Urologi Associates, Baltimore, USA berpendapat, pria dengan rendahnya testosteron lebih mungkin mempunyai risiko terkena diabetes tipe 2. Hal ini dikarenakan, rendahnya testosteron dapat meningkatkan respons tubuh terhadap insulin. Sehingga, tingkat rendahnya testosteron dapat menyebabkan respons yang buruk terhadap insulin.

6.) Sindrom Metabolik
Kaitan antara sindrom metabolik dengan defisiensi testosteron pada pria sangat mempunyai korelasi. Sindrom metabolik dan status rendahnya testosteron keduanya secara independen terkait dengan peningkatan semua penyebab dan mortalitas kardiovaskular atau penyempitan pembuluh darah. Data observasi dan eksperimen menunjukkan bahwa penggantian fisiologis testosteron menghasilkan perbaikan resistensi insulin, obesitas, dislipidemia dan disfungsi seksual.

Pertanyaan Forum Dunia Fitnes

Beberapa waktu yang lalu, dalam sebuah forum DuniaFitnes.com, terdapat pertanyaan yang mempertanyakan kaitan antara libido yang membuncah setelah melakukan latihan. Lebih lengkapnya, berikut adalah pertanyaan dari salah satu Fitnes Mania yang terdapat pada Forum DuniaFitnes.com.

Pertanyaan FIX

Telah disinggung pada poin sebelumnya, bahwa penurunan tingkat testosteron dapat mempengaruhi fungsi seksual. Artinya, jika testosteron tinggi, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Tidak akan ada masalah dengan fungsi seksual Anda. Terlebih, ketika libido itu muncul setelah Anda melakukan olahraga, maka hal tersebut sangatlah wajar. Karena, olahraga adalah salah satu cara untuk meningkatkan produksi testosterone Anda. Itulah mengapa, otot-otot Anda dapat terbentuk dengan baik ketika Anda melakukan latihan, terutama latihan angkat beban.

Bagi Anda yang belum mengenal Forum DuniaFitnes.com, maka sudah saatnya bagi Anda untuk bergabung dengan forum ini. Forum tersebut merupakan wadah bagi Fitnes Mania untuk berbagi dan berdiskusi terkait dengan pola hidup sehat. Untuk bergabung, Anda dapat klik di sini.

Pembangkit Testosteron Anda

Cara untuk menghindari dampak-dampak merugikan yang ditimbulkan oleh penurunan tingkat testosteron, Anda bisa melakukan hal-hal berikut!

Suplemen

Olahraga
Selain dapat menjaga kebugaran, olahraga dapat meningkatkan kadar testosteron. Sebuah studi di Baylor University menemukan bahwa kadar testosteron akan tetap tinggi selama 48 jam ke depan setelah melakukan latihan beban. Sementara itu, studi yang berbeda menunjukkan bahwa olahraga dalam waktu yang pendek yakni lari cepat 6 detik, secara signifikan dapat meningkatkan kadar hormon testosteron.

Hindari Stres
Menurut sebuah studi dari University of Texas di Austin, jika seseorang stres, tubuhnya akan melepaskan hormon stres kortisol dalam jumlah yang besar. Hal ini dapat menghambat peran dari hormon testosteron. Robert Josephs, pemimpin penelitian tersebut mengungkapkan bahwa ketika kadar kortisol tetap tinggi sebagaimana yang dialami orang dalam keadaan stres, maka kemampuan untuk mereproduksi (testosteron) akan semakin sulit.

Turunkan Berat Badan
Kelebihan berat badan menjadi salah satu faktor menurunnya produksi testosteron. Sebuah studi di University at Buffalo menemukan bahwa 40 persen dari pria obesitas mempunyai kadar testosteron yang rendah. Studi lain di University of Illinois juga menemukan bahwa 75 persen laki-laki yang sangat gemuk, baik muda ataupun tua, diketahui memiliki kadar testosteron yang rendah.

Tidur Cukup
Sebuah penelitian di Belanda menemukan bahwa pria berusia lanjut (64-74 tahun) dapat menaikkan kadar testosteron mereka dengan hanya tidur cukup setiap malam. Semakin lama mereka tidur, semakin banyak hormon testosteron yang beredar dalam darah mereka. Sebuah studi di University of Chicago Medical Center menemukan bahwa kurang tidur selama seminggu dapat menurunkan kadar testosteron hingga 15 persen.

Asupi dengan Suplemen Terbaik
Nutrisi yang Anda peroleh melalui asupan makanan tentu tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Di sinilah peran suplemen begitu dibutuhkan. Seperti saat Anda ingin meningkatkan hormone testosteron Anda, maka suplemen adalah salah satu solusinya. Sebagai rekomendasi, Tribulus Terrestris dari Ultimate Nutrition dapat menjadi solusi bagi Anda untuk meningkatkatkan testosterone Anda. Meningkatnya testosteron juga akan berdampak pula bagi pertumbuhan massa otot dan vitalitas.

Ini Cara Mudah untuk Mengukur Testosteron Anda!

Berdasarkan website yang terdapat pada Tanyadok.com, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menguji apakah Anda mengalami penurunan hormone testosterone atau tidak. Berikut adalah tekniknya.

Uji

Jawab pertanyaan berikut ini dengan pilihan (a) sering, (b) kadang-kadang, dan (c) tidak pernah!

1. Apakah Anda merasakan sakit punggung atau sakit pada otot dan persendian?
2. Apakah Anda sering berkeringat berlebihan?
3. Apakah Anda mengalami gangguan tidur?
4. Apakah Anda sering mengalami kepanikan atau gelisah berlebihan?
5. Apakah Anda mudah lelah, sering mengalami perubahan mood?
6. Apakah Anda mengalami kerontokan rambut?
7. Apakah Anda mengalami penurunan gairah seksual?
8. Apakah Anda kesulitan untuk mempertahankan ereksi?

Jika jawaban Anda kebanyakan adalah (a):
Dari gejala, ada kemungkinan Anda mengalami penurunan hormon testosteron. Hal ini wajar, karena penurunan testosteron pada pria adalah kasus yang banyak terjadi. Dapat juga dialami pria di bawah usia 40 tahun, apalagi pria dengan gaya hidup masa kini. Anda dianjurkan untuk menghubungi dokter ahli dan mengikuti tes untuk mengukur hormon testosteron dalam tubuh Anda. Disarankan, bagi Anda untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Stres berlebih dan gaya hidup tidak sehat menjadi salah satu pemicu dalam sindrom penurunan testosteron.

Jika jawaban Anda kebanyakan (b):
Meski kondisi di atas tidak terlalu sering muncul, ada baiknya Anda memeriksakan diri pada dokter dan menjalani tes untuk mengukur kadar testosteron dalam tubuh. Bila terjadi penurunan pada hormon testosteron, segeralah menjalani terapi dan perbaiki pola hidup serta mengolah manajemen stres Anda.

Jika jawaban Anda kebanyakan (c):
Tidak ada gejala yang menunjukkan penurunan hormon testosteron pada tubuh Anda, tetapi tak ada salahnya untuk memastikannya. Ada baiknya Anda tetap melakukan tes untuk mengukur kadar testosteron dalam tubuh Anda.

Bagaimana, cukup menarik bukan? Jika benar kadar testosteron dalam tubuh Anda menurun, maka lakukan upaya-upaya untuk meningkatkannya. Ingin terus mengakses dan menyimak artikel Duniafitnes.com, unduh segera aplikasinya dari smartphone Anda. Klik di sini (gie)

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes