Liposuction: Efektif, Menarik namun kadang Mematikan

Beberapa kali kita mendengar seorang public figure atau selebritis, promotor tinju terkenal dan bahkan baru-baru ini yang ramai diberitakan yaitu seorang dokter meninggal setelah menjalani prosedur liposuction (LPS). Artikel kali ini saya akan membahas mengenai prosedur LPS ini secara jelas untuk anda sebelum mengambil keputusan untuk menjalani prosedur ini.

LPS adalah prosedur bedah yang sangat popular saat ini, menurut American Society for Aesthetic Plastic Surgery LPS dilakukan di Amerika sebanyak 406.384 kali pada tahun 2006 dan angka ini terus meningkat denagn semakin majunya perkembangan medis dan sosio-ekonomi suatu Negara

Siapa yang sebenarnya merupakan kandidat baik untuk dilakukan prosedur ini?

· usia diatas 18 tahun

· dalam kondisi kesehatan yang optimal

· telah mencoba berbagai macam cara dalam menurunkan berat badan namun gagal

· tidak memiliki penyakit seperti diabetes, penyakit jantung atau darah tinggi

· pasien dengan usia yang makin tua umumnya memiliki elastisitas kulit yang buruk sehingga diperlukan tambahan prosedur yang disebut tummy tuck untuk memotong kelebihan kulit

Mekanisme LPS

Bagaimana LPS dilakukan? Ada beberapa tehnik yang digunakan oleh dokter namun pada prinsipnya adalah dilakukan pemisahan jaringan lemak yang menempel kuat dengan kulit diatasnya. Lemak dilepaskan dengan menggunakan alat yang disebut kanula kemudian disedot dengan aspirator. Pelepasan lemak dari jaringan kulit ini bisa dengan cara manual, dengan bantuan alat mekanik atau dengan ultrasound, namun yang paling banyak digunakan adalah dengan cara manual

Fase Pemulihan

Tergantung dari luasnya sayatan dan penghancuran lemak yang dilakukan, umumnya pasien dapat kembali beraktifitas seperti biasa dalam 2 hari hingga 2 minggu. Perban elastis digunakan hingga 4 minggu setelah LPS dilakukan. Paska LPS umumnya terjadi bengkak atau memar yang akan menghilang dalam waktu 2-4 minggu sehingga hasil yang nyata dapat langsung terlihat setelah itu.

Berapa banyak lemak yang diambil dalam sekali prosedur?

Umumnya dokter mengambil hingga 5 kg lemak dalam sekali prosedur LPS, namun hal ini tergantung dari metode yang digunakan dan kondisi pasien. Jumlah pengambilan lemak yang terlalu berlebihan akan mengakibatkan kerutan di kulit sehingga akan terlihat kurang baik, dan semakin banyak lemak yang diambil, makin tinggi risiko komplikasi bagi pasien.

Mengapa LPS bisa menjadi fatal?

Menyimak cara pelaksanaan LPS diatas, maka saya rasa menjadi mudah bagi anda untuk mengerti mengapa prosedur ini berbahaya.

· Perdarahan : pada saat penghancuran lemak, ada kemungkinan ada pembuluh darah yang tertusuk dan pecah tanpa diketahui operator

· Bengkak dan nyeri

· Infeksi paska operasi

· Emboli. Pada saat dilakukan penghancuran lemak dengan canula besi, ada pembuluh darah yang pecah dan jaringan lemak masuk ke sirkulasi yang kemudian menyumbat di tempat lain seperti otak atau jantung.

· Gangguan cairan yang terjadi selama operasi.

· Tertusuknya organ dalam perut saat canula besi digunakan untuk menghancurkan lemak, hal ini yang terjadi pada kasus kematian akibat liposuction yang beberapa saat lalu dilaporkan.

Biasanya hal yang menyebabkan kematian adalah karena perdarahan, emboli dan tertusuknya organ dalam pasien. Mengapa hal ini bisa terjadi? Seperti sudah dijelaskan diatas, bahwa dalam prosedur LPS dilakukan pelepasan jaringan lemak dari kulit diatasnya, dan hal ini dilakukan secara blind sehingga kemungkinan tersebut bisa saja terjadi

Memang angka kejadian komplikasi ini tidak banyak, hanya sekitar 0.5%, namun mengingat beratnya bila terjadi, anda perlu berikir secara matang sebelum melakukannya.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes