Mata Bintitan? Ini Dia Pencegahannya!

Apakah Anda pernah menderita mata merah dan bintitan? Jika iya, tentu hal tersebut sangat menyakitkan bukan? Sebuah bintitan atau timbilan adalah sebuah benjolan kecil yang terjadi di dalam ataupun di luar kelopak mata. Dalam istilah medis, benjolan ini disebut hordeolum, benjolan ini sebenarnya mengandung nanah dan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri stafilokokus di mata. Bintitan ini biasanya terlihat di permukaan dan di dalam kelopak. Berikut ini beberapa macam bintitan atau timbilan:

Bintitan

– External Stye
Timbilan ini tumbuh sebagai titik kecil di sebelah bulu mata. Kemudian benjolan ini menjadi merah, bengkak, dan menyakitkan yang biasanya berlangsung beberapa hari sebelum benjolan tersebut pecah dan kemudian sembuh. Kebanyakan bintitan jenis ini berlangsung dalam jangka pendek.

– Internal Stye
Yang dimaksud dengan internal stye adalah benjolan atau bintitan yang berada di bagian bawah kelopak mata bagian dalam yang menyebabkan mata merah dan bengkak. Namun, karena letaknya yang berada di dalam kelopak mata, maka ia tidak dapat pecah dan muncul keluar permukaan. Bintitan jenis ini dapat hilang setelah infeksinya berakhir, jika tidak bintitan ini akan meninggalkan benjolan kecil yang dapat bertahan dan mungkin harus dibuka dan dikeringkan.

Orang-orang sering bingung bagaimana membedakan timbilan dengan benjolan lain seperti umumnya, Chalazion. Sebuah chalazion sangatlah berbeda dengan timbilan atau bintitan, chalazion bukanlah sebuah infeksi. Chalazion adalah sebuah benjolan halus dan menyakitkan yang biasanya muncul agak jauh dari tepi kelopak mata. Chalazion merupakan reaksi pada jaringan lokal tubuh terhadap sekresi kelenjar minyak yang tidak dapat mencapai permukaan kelopak mata karena saluran dihambat oleh kotoran.

Bintitan atau timbilan dan chalazia biasanya tidak berbahaya dan jarang mempengaruhi bola mata atau penglihatan Anda. Mereka dapat terjadi pada semua usia dan cenderung berulang secara periodic.

Lalu apa penyebabnya?

Bintitan biasanya disebabkan oleh bakteri stafilokokus, yang sering tinggal tepat di permukaan kulit. Tubuh kita memang dilapisi dengan miliaran bakteri ramah yang hidup berdampingan dengan kita. Ketika kondisinya tepat, maka bakteri berpesta dengan sel-sel mati dan kotoran lainnya, sehingga menimbulkan jerawat.

Sedangkan chalazion disebabkan oleh penyumbatan saluran kelenjar kelopak mata kecil yang biasanya mengangkut zat berminyak yang membantu melumasi mata. Bahan berminyak ini memasuki lapisan air mata untuk mencegah penguapan air mata. Chalazia dapat berkembang selama beberapa minggu atau bulan.

Cara Pencegahan:

Jika Anda sering mengalami mata bintitan, maka Anda mungkin perlu memperhatikan kebersihan mata yang lebih baik. Cobalah untuk meneteskan beberapa tetes sampo bayi ke dalam sebuah cangkir, campur dengan air hangat dan aduk. Gunakan cotton bud, celupkan dan bersihkan sekitar pinggiran kelopak mata (tempat tumbuhnya bulu mata). Jika Anda tidak mempunyai waktu untuk melakukannya, Anda cukup membersihkan dengan kain flanel halus di kamar mandi yang khusus untuk mata. Yang paling penting adalah menghindari kontak kelopak mata dengan kosmetik, handuk kotor atau tangan yang terkontaminasi.

Semoga bermanfaat! (mee)

BACA JUGA: Studi: Orang Optimis Miliki Jantung Lebih Sehat

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes