diet

8 Mitos Ini yang Harus Diabaikan Saat Diet

Pada saat diet, apakah Anda sering mendengar mitos-mitos yang beredar? Berikut ini ada delapan mitos mengenai nutrisi saat diet yang sebaiknya dihindari.

Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan atau ingin membentuk tubuh menjadi lebih ideal, maka diet adalah langkah utama yang harus Anda lakukan.

Pemilihan nutrisi yang tepat akan sangat baik bagi program Anda selain latihan rutin, istirahat yang cukup, serta dukungan suplementasi.

Pengaturan pola makan (diet) menjadi yang paling utama pada saat Anda berdiet.

Namun, beberapa mitos beredar mengenai nutrisi seperti harus menghindari lemak jika ingin memangkas lemak.

Tentu saja itu bukan langkah yang bijak karena lemak masih dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi.

Tidak hanya itu, masih ada beberapa mitos lain yang sering terdengar namun sebaiknya Anda hindari.

1. Diet Tinggi Protein Memicu Risiko Osteoporosis

diet

Diet tinggi protein adalah yang paling populer pada kalangan fitnes mania.

Diet ini dipercaya sangat efektif dalam program pembentukan otot tubuh.

Namun, ada beberapa mitos yang mengatakan bahwa diet tinggi protein dapat memicu osteoporosis atau hilangnya kepadatan mineral tulang? Benarkah demikian?

Teori anggapan tersebut adalah karena diet tinggi protein dapat meningkatkan asam dalam tubuh Anda.

Akibatnya banyak kalsium yang lepaskan dari tulang Anda untuk menetralkan asam tubuh. Memang Benar!

Namun, hasil studi terbaru menunjukkan bahwa tidak kaitan antara diet protein dengan osteoporosis.

Bahkan, penelitian yang dipublikasikan The American Journal of Clinical Nutrition (2014) menyebutkan bahwa hasil studi selama sembilan minggu yang mana karbohirat digantikan dengan daging, justru dapat meningkatkan hormon yang berperan meningkatkan kesehatan tulang seperti IGF-1.

Beredarnya informasi yang salah ini menyebabkan beberapa orang untuk enggan mengonsumsi protein terlalu banyak.

Padahal, beberapa penelitian telah memastikan bahwa konsumsi protein dapat meningkatkan kepadatan mineral tulang, menurunkan risiko patah tulang, serta meningkatkan hormon IGF-1.

>> 3 Mitos Konsumsi Makanan Tinggi Protein <<

2. Diet Tinggi Protein Dapat Memperberat Kinerja Ginjal

diet

Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang efisien.

Yakni, ginjal sangat efisien dalam menyaring zat-zat yang tidak diperlukan tubuh Anda.

Di antara beberapa mitos, salah satunya adalah mengenai diet tinggi protein yang dapat membebani kinerja ginjal.

Untuk sebagai contoh, seperlima dari darah yang dipompa oleh jantung, akan disaring oleh ginjal Anda setiap menitnya.

Dengan mengonsumsi tambahan protein memang dapat sedikit meningkatkan beban kerja ginjal.

Namun, beban tersebut sangatlah sedikit ketimbang jumlah total pekerjaan yang sudah dilakukan ginjal.

Yang direkomendasikan adalah imbangi dengan konsumsi cairan yang cukup pada saat Anda melakukan diet tinggi protein.

Hal ini dikarenakan tubuh Anda memproduksi lebih banyak urine sebagai sarana untuk menghilangkan produk samping dari pemecahan protein.

Tambahan cairan ini dikonsumsi untuk menggantikan apa yang hilang melalui urine tadi.

Jadi intinya adalah Anda juga harus mengonsumsi protein lebih banyak.

Yang perlu Anda ketahui, protein tidaklah membebani kerja ginjal Anda.

Tapi jika Anda kerap mengonsumsi alkohol, maka itu yang akan mengancam ginjal Anda.

3. Memasak Dapat Mengubah Kandungan Nutrisi Makanan

diet

Dengan memasak makanan sumber protein Anda, maka hal itu juga cukup baik.

Karena jika tidak dimasak, maka risiko keracunan makanan juga akan lebih tinggi.

Anggapan ini sering muncul berkaitan dengan protein powder yang beberapa orang menyebut menjadi ‘tidak alami’ karena dimasak.

Tentu saja, memasak di sini tidak merusak protein.

Tubuh Anda masih dapat menyerap jumlah yang sama persis asam amino dari protein yang dimasak atau tidak.

4. Anda Harus Mengonsumsi Protein Segera Setelah Latihan

diet

Apakah Anda lupa mengonsumsi protein segera setelah latihan? Jika iya, maka usaha Anda bisa sia-sia.

Tentu saja, pernyataan ini sangat sering Anda dengar pastinya.

Yang dinamakan ‘anabolic window’ adalah periode waktu setelah latihan tubuh Anda akan menerima nutrisi seperti protein dan karbohidrat untuk mendukung pemulihan dan perbaikan.

Memang benar, timing protein cukup penting dalam program pembentukan dan pemulihan otot Anda.

Namun, yang tak kalah lebih penting adalah seberapa banyak konsumsi protein harian Anda.

Konsumsi protein segera pasca latihan memang penting untuk memaksimalkan sintesis protein otot. Tapi konsumsi protein bukan hanya pada saat itu saja.

5. Konsumsi Karbohidrat Malam Hari Bisa Bikin Gemuk

diet

Apakah pernah mendengar istilah tersebut?

Anda mungkin tidak banyak melakukan aktivitas ketika Anda tidur.

Oleh karena itu, setiap karbohidrat yang Anda konsumsi di atas pukul 18.00 cenderung akan disimpan sebagai lemak.
Hal ini dikarenakan metabolisme Anda melambat dan sensitivitas insulin berkurang.

Tetapi kenyataannya, bahwa tingkat metabolisme Anda pada istirahat tidak jauh berbeda ketika siang hari.

Berolahraga pada siang hari dapat meningkatkan metabolisme tubuh ketika Anda sedang tidur.

Bahkan, hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obesity tahun 2011 lalu menyebutkan bahwa partisipan yang mengonsumsi 80 persen karbohidrat dari total asupan karbohidrat harian mereka pada malam hari, justru dapat membantu menurunkan berat badan.

Meski begitu, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi semua asupan karbohidrat harian Anda pada malam hari.

Tetapi jika Anda lapar dan asupan kalori harian Anda kurang, jangan takut untuk mengonsumsi karbohidrat ditambah dengan protein.

Dengan cara ini Anda tidak hanya akan tidur dalam keadaan perut bahagia, melainkan juga membantu otot Anda tumbuh dan pulih lebih cepat.

Baca Juga: Apakah Anda Fobia Karbohidrat? Ingat, Karbohidrat Bukan Musuh Diet Anda!

6. Karbohidrat ya Karbohidrat

diet

Mungkin beberapa dari Anda masih gemar me-generalisasikan karbohidrat.

Padahal, ada dua jenis karbohidrat yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.
Karbohidrat sederhana atau karbohidrat tinggi indeks glikemiknya adalah karbohidrat cepat serap.

Ini berarti karbohidrat jenis ini dipecah lebih cepat oleh tubuh Anda.

Akibatnya adalah glukosa dalam darah meningkat diikuti dengan lonjakan kadar insulin.

Karbohidrat sederhana dapat membuat Anda merasa lambat sekitar 45 menit setelah Anda makan.

Namun pemilihan karbohidrat sederhana akan tepat apabila dikonsumsi segera setelah latihan.

Contoh makanan yang termasuk karbohidrat sederhana antara lain nasi putih, jus buah, sereal, atau makanan apapun yang dibuat dengan tepung putih.

Sementara karbohidrat kompleks adalah karbohidrat yang rendah indeks glikemiknya.

Karbohidrat ini mencerna lebih lambat sehingga pelepasan glukosa dalam darah lebih stabil.

Karbohidrat jenis ini wajib ada dalam menu diet Anda karena perannya dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Juga, karbohidrat kompleks mengandung lebih banyak vitamin dan mineral dibanding dengan karbohidrat sederhana.

Contoh sumber makanan karbohidrat kompleks antara lain sayuran, beras merah, atau kacang-kacangan.

7. Kuning Telur Bisa Berdampak Pada Jantung Anda

diet

Telur adalah makanan yang kaya akan nutrisi.

Namun, masih ada beberapa yang menganggap bahwa telur (bagian kuning telur) dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung. Benarkah demikian?

Dalam beberapa dekade terakhir, kuning telur kerap dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan seperti meningkatkan kadar kolesterol jahat, meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan dapat membuat perut menjadi buncit.

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan hipertensi dan penyakit kardiovaskuler lainnya.

Karena kuning telur mengandung kolesterol, maka tidak sedikit fitnes mania yang membudayakan ‘putih telurnya saja’ daripada kuning telur.

Tidak ada yang salah dengan makan putih telur karena mereka merupakan makanan rendah kalori dari protein.

Tapi meninggalkan kuning telur berarti Anda bisa kehilangan manfaat gizi yang lain.

Satu butir telur mengandung sekitar 7 gram protein lengkap, termasuk kuning telur yang membuatnya menjadi sumber nutrisi yang baik untuk jantung seperti omega-3, vitamin B, dan kolin.

Meskipun kuning telur mengandung sekitar 185 miligram kolesterol, belum ada studi yang mengatakan bahwa konsumsi kuning telur dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler.

Bahkan, penelitian dari University of Connecticut menemukan kuning telur justru dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL).

Penelitian lain memang ada yang menunjukkan bahwa adanya hubungan antara penyakit jantung dan konsumsi telur.

Namun, penyebab dari meningkatkan kadar kolesterol tinggi adalah karena lemak jenuh dan lemak trans yang meningkat.
Lemak trans biasanya sering ditemukan pada makanan cepat saji (fast food).

Jadi, jika Anda belum disarankan untuk membatasi diet kolesterol oleh dokter Anda untuk alasan tertentu, maka tidak ada alasan bagi Anda untuk takut dengan kuning telur.

8. Makanan Berlemak Membuat Anda Gemuk

diet

Karena Anda ingin mengurangi kadar lemak dalam tubuh, maka Anda sebisa mungkin menghindari makanan berlemak.
Apakah ini Anda lakukan?

Jika iya, maka sebaiknya segera dikoreksi.

Secara logika, jika Anda ingin menurunkan berat badan atau memangkas lemak maka Anda harus memangkas kadar lemak yang masuk.

Namun kenyataannya, lemak bukanlah musuh utama Anda.

Tentu, makan makanan yang kaya lemak seperti gorengan, burger, atau pizza adalah penyebab utama semakin melebarnya lingkar pinggang Anda.

Jika Anda berniat menurunkan berat badan, menghindari atau bahkan menolak konsumsi lemak bukanlah jawaban.

Justru ketika Anda memilih makanan sumber lemak yang tepat akan dapat membantu program Anda.

Salah satunya adalah dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Mengkombinasikan lemak dengan nutrisi lain seperti karbohidrat dan protein akan sangat baik untuk program pembentukan tubuh yang Anda lakukan.

Cobalah untuk memprioritaskan lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda seperti minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, dan ikan.

Kunci utama dalam setiap program diet adalah disiplin dan konsumsi makanan dengan bijak.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes