3 Alasan Kenapa Anda Sering Merasa Lapar

Sering merasa lapar memang dapat menggangu program diet atau penurunan berat badan Anda. Lantas kenapa ini sering muncul? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Anda membaca artikel ini kemungkinan besar memang tengah mengalaminya. Yaitu sering merasa lapar. Padahal, Anda tengah masuk program diet.

Tidak lama setelah selesai makan, Anda sudah mulai merasakan bahwa perut sudah menendang-nendang ingin kemasukan sesuatu (makanan).

Kapan terakhir kali Anda makan? Apakah tiga jam yang lalu atau lebih?

Jika pada waktu tersebut Anda merasa lapar, maka memang disarankan untuk menambahkan asupan makanan atau cemilan yang sehat.

Tetapi bila hanya berjarak satu jam setelah makan Anda lapar lagi, mungkin sekarang Anda lihat dulu makanan apa yang sudah Anda konsumsi.

Berikut ini ada 3 alasan yang mungkin menjadi penyebab Anda sering merasa lapar padahal baru saja makan.

1. Sering Merasa Lapar karena KURANG Minum

sering merasa lapar

Tubuh manusia membutuhkan cairan yang cukup banyak setiap harinya guna mengoptimalkan kinerja kognitif dan juga fisik.

Menurut laporan dari American College of Sports Medicine Roundtable on Hydration and Physical Activity, rata-rata wanita disarankan untuk konsumsi minimal 96 ons air atau sekitar 12 cangkir.

Sementara pria lebih banyak. Kaum Adam direkomendasikan untuk mengonsumsi air minum minimal 125 ons per hari atau sekitar 16 cangkir.

Itu adalah jumlah minimal untuk orang yang beraktivitas seperti biasa.

Kalau Anda menambahkan jadwal olahraga atau latihan, praktis Anda membutuhkan cairan yang lebih banyak.

Setiap 15 menit pada saat latihan, Anda diharuskan minum air putih sebanyak 5-8 ons. Ini berarti jika Anda berlatih selama satu jam (60 menit), maka Anda membutuhkan 15-32 ons air lagi.

Oleh karena itu mengapa ketika Anda disarankan membawa air mineral pada saat berlatih, yaitu agar Anda lebih mudah konsumsi air serta menghindarkan tubuh Anda dari dehidrasi.

Mendapati tubuh dengan cairan yang cukup, maka hal itu bisa membantu mengurangi rasa lapar.  Yaitu dapat menciptakan rasa kenyang dalam perut.

Pada saat konsumsi air (cairan apapun), perut Anda akan mengembang, yang kemudian akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa Anda kenyang.

Mungkin beberapa dari Anda yang pernah merasa tidak haus sampai benar-benar mengalami sedikit dehidrasi. Dan pada saat itu, otak akan dapat mengacaukan antara haus atau lapar.

Selanjutnya yang terjadi adalah otak memberi sinyal bahwa tubuh sedang lapar, padahal yang benar-benar dibutuhkan saat itu adalah minum karena dehidrasi.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu konsumsi air minum yang cukup untuk menjaga nafsu makan Anda tetap terkontrol.

Bagaimana agar tubuh selalu mendapat asupan cairan yang cukup?

Cara paling sederhana adalah dengan membawa botol minuman kapanpun dan dimanapun, entah itu pada saat meeting atau perjalanan di dalam mobil.

Jika rasa lapar Anda benar-benar sulit dikendalikan, cobalah minum 12-16 ons air minum segera sebelum dan sesudah makan. Hal ini dilakukan untuk memastikan otak bahwa Anda mendapat sinyal tubuh telah kenyang.

2. Sering Merasa Lapar karena Makan Serat SEDIKIT

sering merasa lapar

Serat (fiber) mungkin masih banyak yang mengabaikannya.

Ketika melakukan program diet, beberapa dari Anda mungkin akan menghindari makanan yang mengandung serat. Padahal ini salah.

Tubuh tetap membutuhkan serat. Menurut Dietary Guidelines for Americans tahun 2010, asupan harian yang disarankan adalah 38 gram untuk pria dan 25 gram untuk wanita.

Pada kenyataannya, menurut survey dari the National Health and Nutrition Examination Survey yang dipublikasikan dalam Nutrition Research tahun 2010, banyak orang yang mengonsumsi kurang dari itu. Rata-rata hanya konsumsi serat sebanyak 18 gram untuk pria dan 15 gram untuk wanita.

Padahal, salah satu manfaat luar biasa dari makanan yang mengandung serat adalah membuat tubuh Anda merasa kenyang lebih lama.

Makanan yang mengandung serat tinggi antara lain alpukat, apel, kacang-kacangan, sayuran (brokoli, bayam, lobak, kentang, kembang kol, labu), atau pisang.

Apa saja manfaat dari serat?

#1. Kenyang Lebih Lama

Karena itulah makanan berserat sangat penting untuk ditambahkan dalam menu diet Anda. Ya, karena manfaat utamanya adalah membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Makanan yang mengandung serat biasanya adalah lambat serap sehingga tubuh perlu waktu untuk mencernanya.

Dengan demikian, makanan berserat akan bisa membantu mengurangi sering merasa lapar Anda. Dan pastinya, sangat baik untuk membantu program penurunan berat badan Anda.

#2. Baik untuk Membentuk Massa Otot

Makanan berserat juga baik untuk program muscle building Anda.

Beberapa makanan berserat juga mengandung indoles, yaitu senyawa yang dapat menekan tingkat estrogen pada pria dan membantu meningkatkan produksi hormon testosteron.

Pada ujungnya, peningkatkan hormon testosteron ini akan berimbas baik pada program pembentukan otot. Yang mana massa otot akan berkembang lebih cepat dan maksimal seiring dengan lancarnya produksi hormon testosteron.

#3. Menstabilkan Gula Darah

Bukan hanya bantu mengatasi rasa sering lapar, tapi juga dapat membantu mengontrol glukosa darah.

Makanan berserat bisa perlambat masuknya glukosa ke dalam darah. Keterlambatan ini dapat memungkinkan insulin untuk mendistribusikan secara lebih efektif. Terlebih pankreas tidak mengeluarkan banyak insulin.

Apapun goal Anda apakah itu fat loss atau muscle building, meningkatkan sensitivitas insulin sangat penting bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Salah satu caranya adalah dengan konsumsi makanan berserat.

#4. Mengurangi Risiko Aterosklerosis

Makanan yang mengandung serat tak larut (insoluble fiber) diketahui dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL/Low Density Lipoprotein) dalam darah.

Penurunan kolesterol jahat ini akan membantu meminimalisir risiko penyumbatan pada pembuluh darah jantung atau yang disebut dengan aterosklerosis.

Tentu, potensi penyakit jantung koroner juga akan berkurang seiring dengan berkurangnya kolesterol jahat.

Konsumsi karbohidrat cokelat seperti dari roti gandum atau beras merah, akan dapat membantu meningkatkan serat sebanyak 4-5 gram setiap makan. Sumber serat lain adalah biji rami.

3. Kurang Konsumsi Sayuran

sering merasa lapar

Mungkin ini adalah gabungan dari dua poin di atas.

Sayur-sayuran memang dapat membantu menekan rasa lapar karena makanan ini mengandung hampir 90 persen air, serta sarat dengan serat.

Yang membuatnya spesial dan menjadi menu wajib dari pelaku diet seperti Anda adalah karena kandungan kalorinya yang sedikit.

Jadi, Anda tidak perlu takut konsumsi sayur yang dapat melanggar aturan pembatasan kalori yang Anda lakukan.

Solusi terbaik bagaimana agar Anda mendapatkan asupan sayuran yang cukup adalah dengan menambahkannya selalu pada menu makan Anda setiap hari. Baik itu dalam smotthies, omelet, atau sandwich.

Kalaupun Anda tidak sempat memasak untuk beberapa jenis sayuran, maka Anda bisa mengonsumsinya dalam keadaan segar atau sedikit kurang matang.

Ini adalah tiga alasan yang mungkin dapat membuat Anda sering merasa lapar walaupun baru saja makan. Jika dibiarkan terus mungkin akan mengganggu program diet. Tapi kini Anda sudah tahu dan segera praktekan tiga hal di atas.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes