Baca Label Kemasan Jauhkan Anda Dari Risiko Penyakit. Kok Bisa?

Pecahkan sandi label nutrisi, dan jangan terkecoh lagi dengan kemasan menarik dari makanan yang akan Anda santap itu.

membaca-label-kemasan-makanan

Memahami angka-angka misterius dalam label nutrisi itu akan menyelamatkan Anda dari berbagai ancaman kesehatan. Setidaknya itulah pesan dari Jeffrey S. Flier, seorang pakar kesehatan dari Beth Israel Deaconess Medical Center.

“Sebaiknya Anda membiasakan diri membaca dan memahami angka pada label nutrisi pada produk makanan yang Anda beli, karena setiap informasi nilai gizi yang ada di dalamnya akan sangat membantu Anda dalam menjalankan program diet,” terang Jeffrey.

Di Amerika label-label ini mulai muncul pada setiap makanan kemasan sejak tahun 1990. Awalnya, hukum mensyaratkan daftar kandungan kalori, lemak, karbohidrat, protein dan sodium. Kemudian tahun 1993 persyaraan bertambah untuk menyertakan kandungan lemak jenuh dan kolesterol, hingga saat ini semua label harus mendaftar semua bahan yang terkandung dalam makanan tersebut.

Informasi pada label makanan ini sejatinya digunakan untuk menolong konsumen agar lebih bijaksana dalam memilih makanan kemasan. Namun kenyataannya, masih banyak orang yang tetap tidak memanfaatkan informasi ini. Mungkin karena merasa tidak penting, malas, atau memang karena belum faham.

Bagi Anda yang merasa info itu penting, namun belum mengerti bagaimana menafsirkan angka-angka itu, simak catatan kecil untuk melakukan uji coba di supermarket nanti.

Takaran Sajian dan Jumlah Penyajian Per Wadah

Ini menjelaskan berapa banyak yang Anda makan. Meski kelihatannya sederhana, bagian ini bisa rumit sehingga bisa menjebak Anda. Apa yang Anda anggap sebagai satu kali sajian sebenarnya bisa dua atau lebih. Biasanya dijumpai pada minuman botol, seperti teh botol, cola atau minuman olahraga.

Jadi, 100 kalori yang Anda lihat pada label tersebut bisa saja menjadi 200 kalori pada saat Anda menenggak seluruh isi botol tersebut.

Tujuan mencantumkan ukuran penyajian pada bagian atas label ini agar Anda dapat membacanya pertama kali. Itulah sebabnya Anda harus faham betul sebelum menghabiskan isinya.

Kalori

Merupakan jumlah energi yang dapat dihasilkan dari makanan. Kebutuhan kalori total setiap orang berbeda tergantung ukuran tubuh dan gaya hidup orang yang bersangkutan. Tapi sekali lagi, terlalu banyak kalori maka kelebihannya akan tersimpan sebagai lemak. Terlalu sedikit, maka Anda akan kehilangan sumber energi.

Kalori Dari Lemak

Jumlah kalori yang dihasilkan oleh jumlah lemak total makanan tersebut. Angka ini bisa sangat beragam. Tapi kalau Anda kalikan jumlah lemak dengan angka 3, dan Anda memperoleh angka yang sangat besar, maka berhati-hatilah saat memakannya.

Jika Anda malas menghitungnya, lihat saja jumlah lemak totalnya. Mudah bukan?

%AKG (Angka Kebutuhan Gizi)

Persentase konsumsi harian Anda berdasarkan diet 2.000 kalori per hari. Mungkin Anda butuh lebih dari 2.000 kalori, kecuali Anda berukuran tubuh rata-rata dan sedang berusaha menurunkan berat badan. Tapi jika Anda seorang yang sehat, aktif dan baru saja membaca rumusan kebutuhan kalori, maka abaikan saja.

Lemak Total

Gabungan total dari lemak jenuh, tak jenuh ganda, tak jenuh tunggal, dan lemak trans ( yang membuat makanan terasa enak).

Sesuatu yang memiliki banyak lemak tidak selalu buruk. Beberapa lemak justru baik untuk Anda. Menurut Kathie Beals, Ph.D., R.D. ahli nutrisi dari University of Utah, Salt Lake City, 15-30 persen lemak dari kebutuhan energi total, akan memenuhi kebutuhan asam lemak esensial dan membantu penyerapan vitamin larut-lemak.

“Di antara lemak yang dikonsumsi dalam sehari, dianjurkan paling banyak 10 persen dari kebutuhan energi total berasal dari lemak jenuh dan 3-7 persen dari lemak tidak jenuh ganda,” ujar Kathie.

Perhatikan di bagian “lemak total”, di mana terdapat angka lemak jenuh. Yang Anda perlukan adalah perbandingan paling tidak sepertiga lemak jenuh terhadap total lemaknya. Jika tidak tercantum, Anda harus mempelajari beberapa cara cepat menganalisa angka lemak ini untuk menentukan keseimbangan antara lemak total dan lemak jenuh. Jika ada angka lemak trans dicantumkan, hindari yang satu ini kalau memungkinkan.

Karbohidrat Total

Seluruh gula, zat tepung, dan serat dalam suatu makanan. Jumlah ini tidak perlu dipusingkan. Yang terpenting adalah, jenis karbohidrat yang terkandung di dalamnya. Ketika makanan mengandung karbohidrat, akan lebih baik jika karbohidrat tersebut mengandung banyak serat.

Kolesterol

Lemak turunan yang berasal dari makanan hewani. Jumlah kolesterol menunjukkan berapa banyak kolesterol total, yang terdiri atas kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL) dalam tiap sajian. Sebaiknya konsumsinya tidak lebih dari 300 mg per hari. Pilih produk yang jumlah kolesterolnya paling sedikit.

Protein

Asam amino yang membangun dan memelihara seluruh jaringan tubuh Anda. Yang perlu Anda ketahui, protein inilah yang bisa membuat perut Anda kenyang lebih lama. Mereka yang berotot besar di pusat kebugaran pun harus makan 165-225 gr per harinya. Sedangkan yang bertubuh kurus hanya butuh 114 gr protein per hari. (dan)

BACA JUGA : MAKANAN YANG BERBAHAYA BAGI OTAK

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes