makanan yang mengandung lemak

Jangan Takut dengan Makanan yang Mengandung Lemak!

Apakah Anda harus hindari makanan yang mengandung lemak saat melakukan program penurunan berat badan? Padahal, lemak juga penting untuk energi Anda.

Lemak?

Kemungkinan banyak di antara Anda yang melakukan program diet kerap menghindari makanan yang mengandung lemak tinggi. Selain bisa mengganggu program Anda, makanan berlemak juga bisa mengganggu kesehatan secara keseluruhan.
Meski begitu, bukan berarti Anda harus phobia pada makanan berlemak.

“Takut kesehatan terancam akibat lemak rasanya terlalu berlebihan”

Ungkapan tersebut dilontarkan oleh ahli nutrisi dari Harvard University, Walter Willet. Bahkan menurutnya, diet tinggi lemak bukan satu-satunya penyebab penyakit berbahaya seperti jantung, stroke, atau penyakit kardiovaskuler lainnya.

Menurutnya, yang terpenting adalah jumlah lemak yang Anda konsumsi.

Sebaiknya, Berapa Banyak Konsumsi Makanan yang Mengandung Lemak?

makanan yang mengandung lemak

Beberapa penelitian terakhir menyebutkan bahwa 20-35 persen dari kalori harian Anda harus berasal dari lemak.

Makanan berlemak tidak hanya membuat Anda terasa kenyang, tapi juga untuk membakar kalori. Peneliti dari Georgia Southern University menyebut bahwa diet tinggi protein, diet tinggi lemak dapat meningkatkan pembakaran kalori meski sedang istirahat.

Selain protein dan karbohidrat, lemak juga penting bagi tubuh Anda. Antara lain;

• Melindungi sistem kekebalan tubuh
• Menyeimbangkan produksi hormon
• Membantu penyerapan gizi seperti vitamin D dan vitamin E
• Membantu sel tubuh berfungsi optimal

Setelah itu, Anda akan dihadapkan pada dua pilihan. Yaitu lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Memang, masih ada beberapa tipe lemak lainnya, namun Anda dapat fokus pada kedua lemak tersebut yang berperan dalam diet Anda.

Tipe yang Berbeda dari Makanan yang Mengandung Lemak

makanan yang mengandung lemak

Mari kita mulai dengan mekanan yang mengandung lemak tak jenuh atau yang biasa disebut dengan monounsaturated fats (MUFAs). Lemak ini juga kerap disebut sebagai lemak sehat yang bisa Anda dapatkan dari zaitun, kacang-kacangan, dan alpukat.

British Journal of Nutrition mengatakan, diet tinggi MUFA dapat membantu menurunkan berat badan dan kadar lemak seseorang tanpa mengubah asupan kalori harian.

Sementara itu, beberapa laporan lain juga disebutkan bahwa diet tinggi lemak tak jenuh dapat meningkatkan pembakaran kalori 5 jam pasca sarapan. Terutama pada orang yang memiliki tumpukan lemak berlebih di perut.

Bahkan, sebuah studi yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan, orang yang mengonsumsi 1,9 gram OMEGA 3 setiap hari, bisa bantu kurangi kadar lemak di tubuh, turunkan trigliserida, serta meningkatkan HDL.

Sementara itu, lemak tak jenuh ganda atau plyunsaturated fat kerap disebut dengan OMEGA-3 dan omega-6.

Rutin mengonsumsi OMEGA-3 memiliki sejumlah manfaat seperti menurunkan kolesterol jahat, mencegah peradangan, serta menjaga kesehatan jantung dan otak.

Sebelum mulai rutin mengonsumsi omega-3, apakah Anda sudah tahu manfaat penting dari produk ini?

Nutrisi ini bisa Anda temukan pada daging hewan pemakan rumput, ikan berlemak seperti salmon, dan juga biji chia.

BACA JUGA: Mengapa Lemak Jenuh Sangat Berbahaya?

makanan yang mengandung lemak

Kemudian mari kita bahas LEMAK JENUH.

Lemak jenuh adalah lemak yang terdiri dari trigliserida dengan hanya asam lemak jenuh. Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rantai ganda pada atom-atom karbonnya.

Lemak jenuh juga bisa ditemukan pada daging merah, telur, dan susu. Apakah semua makanan ini juga perlu dihindari?
Tentu tidak. Bahkan, sepertinya tidak ada makanan lain yang memiliki manfaat lemak lebih baik dari telur.

Jika Anda sering membuang kuning telur karena takut gemuk, maka Anda telah kehilangan salah satu sumber lemak terbaik.

Studi di Nutrition Research menunjukkan bahwa lemak dalam telur membantu mengurangi nafsu makan hingga 24 jam. Pastinya ini akan bantu program diet Anda.

Memang, diet tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskuler. Tapi, asalkan dikonsumsi dengan CARA TERBAIK, maka Anda tidak akan kehilangan sumber makanan lemak terbaik tadi.

Banyak ahli nutrisi menyarankan, sebaiknya konsumsi lemak jenuh dalam diet tak lebih 7 persen dari asupan kalori harian. Jika memiliki kolesterol tinggi, Anda dapat konsumsi 5-6 persen dari asupan kalori total.

Dengan download ebook GRATIS ini, Anda akan diberikan panduan POLA MAKAN TEPAT, latihan, dan suplementasi yang pas untuk turunkan berat badan dalam waktu yang singkat. Segera download dan rasakan hasilnya.

makanan yang mengandung lemak

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes